<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Thailand Malaysia di Bawah Indonesia</title><description>Bank Indonesia menyebut Rupiah menjadi salah satu mata uang terbaik di  Asia saat ini. Khususnya di antara negara-negara emerging Asia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/06/320/2512769/bi-rupiah-mata-uang-terbaik-di-asia-thailand-malaysia-di-bawah-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/06/320/2512769/bi-rupiah-mata-uang-terbaik-di-asia-thailand-malaysia-di-bawah-indonesia"/><item><title>BI: Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Thailand Malaysia di Bawah Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/06/320/2512769/bi-rupiah-mata-uang-terbaik-di-asia-thailand-malaysia-di-bawah-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/06/320/2512769/bi-rupiah-mata-uang-terbaik-di-asia-thailand-malaysia-di-bawah-indonesia</guid><pubDate>Senin 06 Desember 2021 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/06/320/2512769/bi-rupiah-mata-uang-terbaik-di-asia-thailand-malaysia-di-bawah-indonesia-kWXz5eEOjy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah mata uang terbaik di Asia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/06/320/2512769/bi-rupiah-mata-uang-terbaik-di-asia-thailand-malaysia-di-bawah-indonesia-kWXz5eEOjy.jpeg</image><title>Rupiah mata uang terbaik di Asia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia menyebut Rupiah menjadi salah satu mata uang terbaik di Asia saat ini. Khususnya di antara negara-negara emerging Asia.
&quot;Jauh di bawah kita ada Thailand, Malaysia, hingga Singapura yang memiliki depresiasi nilai tukarnya hingga belasan%, sedangkan kita hanya di kisaran 1,3% sampai 1,6%,&quot; kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, Senin (6/12/2021).
Baca Juga: Dihantui Varian Omicron, Rupiah Melemah ke Rp14.397/USD
 
Dengan demikian, ia berharap perubahan nilai tukar rupiah yang signifikan tidak terjadi dan bank sentral bisa terus menjaga stabilisasi mata uang Garuda.
Selama ini, Indonesia bisa menunjukkan kepada pasar bahwa seluruh pihak bisa menstabilkan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Rupiah Lemas Terserang Virus Omicron
&quot;Jangan dilihat dari levelnya dulu di Rp13 ribu sekarang di Rp14 ribu, tetapi tolong lihat volatilitas dan dari sisi pergerakan nilai tukar rupiah,&quot; kata Dody.
Maka dari itu, stabilnya nilai tukar rupiah saat ini, kata dia, bisa menahan inflasi domestik tak melonjak terlalu tinggi seperti di negara-negara lain.
Selain itu, pasokan barang di Tanah Air juga mampu menutupi  permintaan yang meningkat setelah pandemi mereda akibat membaiknya  mobilitas dan kegiatan ekonomi, sehingga inflasi bisa terjaga.
Dody pun berpendapat inflasi turut bisa terjaga karena produsen di  dalam negeri mampu menahan lonjakan harga komoditas domestik, sehingga  tidak terefleksikan kepada harga konsumen.
&quot;Dengan demikian, ini strategi kami tanpa harus mengubah kebijakan  suku bunga acuan dalam menjaga inflasi, tetapi tetap dilakukan secara  cermat,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia menyebut Rupiah menjadi salah satu mata uang terbaik di Asia saat ini. Khususnya di antara negara-negara emerging Asia.
&quot;Jauh di bawah kita ada Thailand, Malaysia, hingga Singapura yang memiliki depresiasi nilai tukarnya hingga belasan%, sedangkan kita hanya di kisaran 1,3% sampai 1,6%,&quot; kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, Senin (6/12/2021).
Baca Juga: Dihantui Varian Omicron, Rupiah Melemah ke Rp14.397/USD
 
Dengan demikian, ia berharap perubahan nilai tukar rupiah yang signifikan tidak terjadi dan bank sentral bisa terus menjaga stabilisasi mata uang Garuda.
Selama ini, Indonesia bisa menunjukkan kepada pasar bahwa seluruh pihak bisa menstabilkan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Rupiah Lemas Terserang Virus Omicron
&quot;Jangan dilihat dari levelnya dulu di Rp13 ribu sekarang di Rp14 ribu, tetapi tolong lihat volatilitas dan dari sisi pergerakan nilai tukar rupiah,&quot; kata Dody.
Maka dari itu, stabilnya nilai tukar rupiah saat ini, kata dia, bisa menahan inflasi domestik tak melonjak terlalu tinggi seperti di negara-negara lain.
Selain itu, pasokan barang di Tanah Air juga mampu menutupi  permintaan yang meningkat setelah pandemi mereda akibat membaiknya  mobilitas dan kegiatan ekonomi, sehingga inflasi bisa terjaga.
Dody pun berpendapat inflasi turut bisa terjaga karena produsen di  dalam negeri mampu menahan lonjakan harga komoditas domestik, sehingga  tidak terefleksikan kepada harga konsumen.
&quot;Dengan demikian, ini strategi kami tanpa harus mengubah kebijakan  suku bunga acuan dalam menjaga inflasi, tetapi tetap dilakukan secara  cermat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
