<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Bicara soal Hutan Turunkan CO2 dengan Biaya Rp90 Triliun   </title><description>Sektor forestry and other land uses atau sektor pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan bisa menurunkan lebih dari 700 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513223/sri-mulyani-bicara-soal-hutan-turunkan-co2-dengan-biaya-rp90-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513223/sri-mulyani-bicara-soal-hutan-turunkan-co2-dengan-biaya-rp90-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Bicara soal Hutan Turunkan CO2 dengan Biaya Rp90 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513223/sri-mulyani-bicara-soal-hutan-turunkan-co2-dengan-biaya-rp90-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513223/sri-mulyani-bicara-soal-hutan-turunkan-co2-dengan-biaya-rp90-triliun</guid><pubDate>Selasa 07 Desember 2021 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/07/320/2513223/sri-mulyani-bicara-soal-hutan-turunkan-co2-dengan-biaya-rp90-triliun-RrtXKyGN3z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/07/320/2513223/sri-mulyani-bicara-soal-hutan-turunkan-co2-dengan-biaya-rp90-triliun-RrtXKyGN3z.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, sektor forestry and other land uses atau sektor pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan bisa menurunkan lebih dari 700 juta ton ekuivalen karbondioksida (CO2) hanya dengan biaya Rp90 triliun.

&quot;Sektor ini paling penting dan paling besar kontribusinya, serta biayanya relatif murah,&quot; kata Menkeu Sri Mulyani dalam Pertamina Energy Webinar (PEW) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Di Depan Pemimpin Dunia, Presiden Jokowi Sampaikan Jurus Kelola Hutan



Dia membandingkan dengan sektor energi yang berkontribusi menurunkan 450 juta ton ekuivalen CO2 atau hanya tiga per empat dari kemampuan sektor pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan, namun dengan biaya sebesar Rp3.500 triliun.

Kendati sangat mahal, energi adalah sektor yang memiliki peranan kedua terbesar untuk menurunkan CO2 dalam perekonomian Indonesia, lantaran sangat penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

&quot;Untuk bisa mencapai tujuan Nationally Determined Contribution (NDC) kita, peran dari sektor energi itu luar biasa penting,&quot; ungkap Menkeu Sri Mulyani.

Dia menegaskan PT Pertamina (Persero) memiliki tanggung jawab yang besar dan penting sebagai perusahaan milik negara yang terbesar di bidang energi dalam mencapai target NCD Pemerintah Indonesia.

Adapun target NDC Indonesia yaitu penurunan emisi karbon sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.

&quot;Dalam konteks ini kita melihat peranan semua pihak menjadi penting karena fokus Indonesia adalah transisi ekonomi yang terjangkau dan adil,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, sektor forestry and other land uses atau sektor pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan bisa menurunkan lebih dari 700 juta ton ekuivalen karbondioksida (CO2) hanya dengan biaya Rp90 triliun.

&quot;Sektor ini paling penting dan paling besar kontribusinya, serta biayanya relatif murah,&quot; kata Menkeu Sri Mulyani dalam Pertamina Energy Webinar (PEW) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Di Depan Pemimpin Dunia, Presiden Jokowi Sampaikan Jurus Kelola Hutan



Dia membandingkan dengan sektor energi yang berkontribusi menurunkan 450 juta ton ekuivalen CO2 atau hanya tiga per empat dari kemampuan sektor pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan, namun dengan biaya sebesar Rp3.500 triliun.

Kendati sangat mahal, energi adalah sektor yang memiliki peranan kedua terbesar untuk menurunkan CO2 dalam perekonomian Indonesia, lantaran sangat penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

&quot;Untuk bisa mencapai tujuan Nationally Determined Contribution (NDC) kita, peran dari sektor energi itu luar biasa penting,&quot; ungkap Menkeu Sri Mulyani.

Dia menegaskan PT Pertamina (Persero) memiliki tanggung jawab yang besar dan penting sebagai perusahaan milik negara yang terbesar di bidang energi dalam mencapai target NCD Pemerintah Indonesia.

Adapun target NDC Indonesia yaitu penurunan emisi karbon sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.

&quot;Dalam konteks ini kita melihat peranan semua pihak menjadi penting karena fokus Indonesia adalah transisi ekonomi yang terjangkau dan adil,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
