<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Kualanamu Bisa Saingi Changi dan KLIA?</title><description>Bandara Kualanamu dinilai berpotensi untuk menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513330/bandara-kualanamu-bisa-saingi-changi-dan-klia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513330/bandara-kualanamu-bisa-saingi-changi-dan-klia"/><item><title>Bandara Kualanamu Bisa Saingi Changi dan KLIA?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513330/bandara-kualanamu-bisa-saingi-changi-dan-klia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513330/bandara-kualanamu-bisa-saingi-changi-dan-klia</guid><pubDate>Selasa 07 Desember 2021 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/07/320/2513330/bandara-kualanamu-bisa-saingi-changi-dan-klia-uPM0KUvdgm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Kualanamu bakal saingi Bandara Changi dan KLIA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/07/320/2513330/bandara-kualanamu-bisa-saingi-changi-dan-klia-uPM0KUvdgm.jpg</image><title>Bandara Kualanamu bakal saingi Bandara Changi dan KLIA (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bandara Kualanamu dinilai berpotensi untuk menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Hal ini seiring dengan konsesi antara PT Angkasa Pura II dengan GMR Airports Consortium.
GMR airport sendiri merupakan perusahaan operator beberapa bandara yang dimiliki sebagian sahamnya oleh perusahaan operator jaringan bandara terkemuka asal perancis yaitu Aeroports De Paris (ADP). Kerja sama ini akan membentuk perusahaan patungan bernama Angkasa Pura Aviasi, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Angkasa Pura II.
Baca Juga: Dikelola Perusahaan India, Bandara Kualanamu Siap Saingi Changi Airport
 
Angkasa Pura Aviasi akan mengoperasikan Kualanamu di bawah kemitraan strategis 25 tahun dengan skema BOT (build-operate-transfer), dimana pada akhir kerjasama seluruh aset akan diserahterimakan kembali kepada Angkasa Pura II.
Pengamat Penerbangan Nasional Suharto Abdul Majid mengatakan, kerja sama ini akan mendorong Bandara Kualanamu sebagai salah satu pusat distribusi rantai pasok global di kawasan Asia.
Baca Juga: Penjelasan AP II soal Kabar Jual Bandara Kualanamu ke Perusahaan India
 
Dia menilai selama ini hub di kawasan Asia Selatan menuju Asia Utara hanya tergantung pada Changi Airport di Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia.
&quot;Ini menjadi hub yang strategis dan bisa menghubungkan penerbangan internasional. Melalui kerja sama dengan partner yang memiliki reputasi dan pengalaman pengelolaan bandara secara internasional serta jaringan bandara yang dikelola oleh GMR dan ADP maka bandara Kualanamu bisa dilirik maskapai lain artinya bisa menjadi hub strategis dan menyaingi Changi,&quot; kata dia, Selasa (7/12/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8yOS8xLzEzODQ3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menjelaskan, perusahaan patungan tersebut akan meningkatkan daya  saing Bandara Kualanamu. Sebab dengan kemitraan strategis ini maka  Bandara Kualanamu akan mendapatkan best practise knowledge dalam  mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasilitas yang  lebih baik, pilihan rute yang banyak dan pengelolaan yang lebih baik.
Untuk diketahui, perusahaan baru itu berencana memperluas Bandara  Kualanamu dan meningkatkan lalu lintas tahunan dari 10 juta penumpang  menjadi 54 juta. Angka ini setara dengan Bandara Internasional  Soekarno-Hatta.
&quot;Kalau sudah menjadi bandara yang kuat di pasar domestik saya  optimistis daya saing secara global akan ikut dengan sendirinya,&quot;  ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kemitraan ini juga akan menyasar  penumpang yang bepergian antara Asia Selatan, Asia Utara, dan Australia.  Selama ini, lalu lintas udara di kawasan tersebut masih sangat  tergantung pada Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur,  sehingga kemitraan ini akan mendorong Bandara Kualanamu menjadi basis  untuk mengurangi dominasi kedua bandara tersebut.
&amp;ldquo;Saya optimis dengan kerja sama ini maka dalam 5 tahun bandara Kualanamu akan bisa menyaingi bandara Changi,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bandara Kualanamu dinilai berpotensi untuk menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Hal ini seiring dengan konsesi antara PT Angkasa Pura II dengan GMR Airports Consortium.
GMR airport sendiri merupakan perusahaan operator beberapa bandara yang dimiliki sebagian sahamnya oleh perusahaan operator jaringan bandara terkemuka asal perancis yaitu Aeroports De Paris (ADP). Kerja sama ini akan membentuk perusahaan patungan bernama Angkasa Pura Aviasi, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Angkasa Pura II.
Baca Juga: Dikelola Perusahaan India, Bandara Kualanamu Siap Saingi Changi Airport
 
Angkasa Pura Aviasi akan mengoperasikan Kualanamu di bawah kemitraan strategis 25 tahun dengan skema BOT (build-operate-transfer), dimana pada akhir kerjasama seluruh aset akan diserahterimakan kembali kepada Angkasa Pura II.
Pengamat Penerbangan Nasional Suharto Abdul Majid mengatakan, kerja sama ini akan mendorong Bandara Kualanamu sebagai salah satu pusat distribusi rantai pasok global di kawasan Asia.
Baca Juga: Penjelasan AP II soal Kabar Jual Bandara Kualanamu ke Perusahaan India
 
Dia menilai selama ini hub di kawasan Asia Selatan menuju Asia Utara hanya tergantung pada Changi Airport di Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia.
&quot;Ini menjadi hub yang strategis dan bisa menghubungkan penerbangan internasional. Melalui kerja sama dengan partner yang memiliki reputasi dan pengalaman pengelolaan bandara secara internasional serta jaringan bandara yang dikelola oleh GMR dan ADP maka bandara Kualanamu bisa dilirik maskapai lain artinya bisa menjadi hub strategis dan menyaingi Changi,&quot; kata dia, Selasa (7/12/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8yOS8xLzEzODQ3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menjelaskan, perusahaan patungan tersebut akan meningkatkan daya  saing Bandara Kualanamu. Sebab dengan kemitraan strategis ini maka  Bandara Kualanamu akan mendapatkan best practise knowledge dalam  mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasilitas yang  lebih baik, pilihan rute yang banyak dan pengelolaan yang lebih baik.
Untuk diketahui, perusahaan baru itu berencana memperluas Bandara  Kualanamu dan meningkatkan lalu lintas tahunan dari 10 juta penumpang  menjadi 54 juta. Angka ini setara dengan Bandara Internasional  Soekarno-Hatta.
&quot;Kalau sudah menjadi bandara yang kuat di pasar domestik saya  optimistis daya saing secara global akan ikut dengan sendirinya,&quot;  ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kemitraan ini juga akan menyasar  penumpang yang bepergian antara Asia Selatan, Asia Utara, dan Australia.  Selama ini, lalu lintas udara di kawasan tersebut masih sangat  tergantung pada Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur,  sehingga kemitraan ini akan mendorong Bandara Kualanamu menjadi basis  untuk mengurangi dominasi kedua bandara tersebut.
&amp;ldquo;Saya optimis dengan kerja sama ini maka dalam 5 tahun bandara Kualanamu akan bisa menyaingi bandara Changi,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
