<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPKM Level 3 Dibatalkan, Pengusaha: Ekonomi Bisa Capai Target</title><description>Pelaku usaha menyambut baik terkait pembatalan penerapan PPKM Level 3 saat liburan natal dan tahun baru (nataru).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513340/ppkm-level-3-dibatalkan-pengusaha-ekonomi-bisa-capai-target</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513340/ppkm-level-3-dibatalkan-pengusaha-ekonomi-bisa-capai-target"/><item><title>PPKM Level 3 Dibatalkan, Pengusaha: Ekonomi Bisa Capai Target</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513340/ppkm-level-3-dibatalkan-pengusaha-ekonomi-bisa-capai-target</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/07/320/2513340/ppkm-level-3-dibatalkan-pengusaha-ekonomi-bisa-capai-target</guid><pubDate>Selasa 07 Desember 2021 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/07/320/2513340/ppkm-level-3-dibatalkan-pengusaha-ekonomi-bisa-capai-target-2CZcD0GBGj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PPKM Level 3 Dibatalkan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/07/320/2513340/ppkm-level-3-dibatalkan-pengusaha-ekonomi-bisa-capai-target-2CZcD0GBGj.jpeg</image><title>PPKM Level 3 Dibatalkan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku usaha menyambut baik terkait pembatalan penerapan PPKM Level 3 saat liburan natal dan tahun baru (nataru) yang direncanakan pada 24 Des 2021 hingga 2 Januari 2022.
Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang, pembatalan ini akan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi diakhir tahun.
&quot;Berrbagai sektor usaha seperti pusat perbelanjaan atau mall, hotel, restoran, kafe, pusat hiburan dan wisata,  transportasi,aneka UMKM punya kesempatan meningkatkan omzetnya untuk memperkuat arus kas ditengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19,&quot; ujar Sarman dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (7/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Syarat Berpergian saat Libur Natal dan Tahun Baru, Cek di Sini
Menurut Sarman, pembatalan PPKM Level 3 ini dapat menjadi momentum peningkatan konsumsi rumah tangga agar dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal IV yang ditargetkan dikisaran 5,5-6%.
&quot;Tentu dengan pembatalan ini akan sangat mungkin target tersebut tercapai bahkan terbuka kemungkinan diatas target dikisaran 6,5-7% mengingat Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Oktober 2021 sudah kembali ke level optimis diangka 113,4,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Tak Jadi Terapkan PPKM Level 3 saat Libur Nataru tapi Semua Diperketat
Dengan demikian, lanjutnya, pertumbuham ekonomi nasional tahun 2021 yang ditargetkan dikisaran 3,7-4,5% berpeluang tercapai.Sarman juga turut mengajak semua pelaku usaha untuk terus menjaga protokol kesehatan agar gelombang 3 pandemi Covid-19 tidak terjadi.
&quot;Terlebih muncul varian baru Omicron. Kita mendukung penuh berbagai langkah proteksi yang dilakukan pemerintah agar varian omicron jangan sampai masuk ke Indonesia,&quot; tegasnya.
Dirinya mengatakan, pemulihan ekonomi yang sudah beranjak baik harus dijaga bersama agar gairah ekonomi ditahun 2022 semakin produktif dan mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
&quot;Pelaku usaha juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas pembatalan ini karena akan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap masa depan ekonomi kita yang lebih baik,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku usaha menyambut baik terkait pembatalan penerapan PPKM Level 3 saat liburan natal dan tahun baru (nataru) yang direncanakan pada 24 Des 2021 hingga 2 Januari 2022.
Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang, pembatalan ini akan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi diakhir tahun.
&quot;Berrbagai sektor usaha seperti pusat perbelanjaan atau mall, hotel, restoran, kafe, pusat hiburan dan wisata,  transportasi,aneka UMKM punya kesempatan meningkatkan omzetnya untuk memperkuat arus kas ditengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19,&quot; ujar Sarman dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (7/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Syarat Berpergian saat Libur Natal dan Tahun Baru, Cek di Sini
Menurut Sarman, pembatalan PPKM Level 3 ini dapat menjadi momentum peningkatan konsumsi rumah tangga agar dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal IV yang ditargetkan dikisaran 5,5-6%.
&quot;Tentu dengan pembatalan ini akan sangat mungkin target tersebut tercapai bahkan terbuka kemungkinan diatas target dikisaran 6,5-7% mengingat Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Oktober 2021 sudah kembali ke level optimis diangka 113,4,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Tak Jadi Terapkan PPKM Level 3 saat Libur Nataru tapi Semua Diperketat
Dengan demikian, lanjutnya, pertumbuham ekonomi nasional tahun 2021 yang ditargetkan dikisaran 3,7-4,5% berpeluang tercapai.Sarman juga turut mengajak semua pelaku usaha untuk terus menjaga protokol kesehatan agar gelombang 3 pandemi Covid-19 tidak terjadi.
&quot;Terlebih muncul varian baru Omicron. Kita mendukung penuh berbagai langkah proteksi yang dilakukan pemerintah agar varian omicron jangan sampai masuk ke Indonesia,&quot; tegasnya.
Dirinya mengatakan, pemulihan ekonomi yang sudah beranjak baik harus dijaga bersama agar gairah ekonomi ditahun 2022 semakin produktif dan mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
&quot;Pelaku usaha juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas pembatalan ini karena akan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap masa depan ekonomi kita yang lebih baik,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
