<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Menarik Lo Kheng Hong, Pernah Boncos Kini Jadi Investor Saham Legendaris</title><description>Kisah sukses Lo Kheng Hong alias LKH rupanya melalui perjalanan panjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/455/2513733/6-fakta-menarik-lo-kheng-hong-pernah-boncos-kini-jadi-investor-saham-legendaris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/455/2513733/6-fakta-menarik-lo-kheng-hong-pernah-boncos-kini-jadi-investor-saham-legendaris"/><item><title>6 Fakta Menarik Lo Kheng Hong, Pernah Boncos Kini Jadi Investor Saham Legendaris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/455/2513733/6-fakta-menarik-lo-kheng-hong-pernah-boncos-kini-jadi-investor-saham-legendaris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/455/2513733/6-fakta-menarik-lo-kheng-hong-pernah-boncos-kini-jadi-investor-saham-legendaris</guid><pubDate>Rabu 08 Desember 2021 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/08/455/2513733/6-fakta-menarik-lo-kheng-hong-pernah-boncos-kini-jadi-investor-saham-legendaris-g31zrZFjCD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah sukses Lo Kheng Hong (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/08/455/2513733/6-fakta-menarik-lo-kheng-hong-pernah-boncos-kini-jadi-investor-saham-legendaris-g31zrZFjCD.jpg</image><title>Kisah sukses Lo Kheng Hong (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kisah sukses Lo Kheng Hong alias LKH rupanya melalui perjalanan panjang. Investor saham yang kerap disebut Warren Buffett asal Indonesia ini pernah mengalami kehidupan yang sulit sebelum berada di titik saat ini.
Berikut fakta-fakta Lo Kheng Hong yang dirangkum di Jakarta, Rabu (8/12/2021).
Baca Juga: Kisah Sukses Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Pernah Digaji Rp20.000/Bulan
1. Berasal dari Keluarga Kurang Mampu
 
Dikutip dari akun TikTok cuancommunity, Lo Kheng Hong alias LKH berasal dari keluarga yang kurang mampu. Hal itu membuatnya harus menghabiskan masa kecil di sebuah rumah petak.
Dia pun tak bisa langsung melanjutkan ke bangku kuliah setelah tamat SMA. LKH akhirnya bisa menempuh pendidikan tinggi di usia 20 tahun setelah dia memiliki penghasilan dari bekerja sebagai Staf Tata Usaha di Overseas Express Bank (OEB). Pada masa itu, dia harus mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk mendaftar kuliah dan Rp10 ribu untuk bayaran per semesternya.
Baca Juga: Resign dari Perusahaan Toxic, Wanita Ini Justru Sukses Jadi Eksportir
2. Gemar Menabung dan Belajar Investasi Saham
 
Meski saat itu memiliki gaji yang pas-pasan, LKH tidak lupa untuk menabung dan mulai mempelajari investasi saham emiten di pasar modal. Seiring berjalannya waktu, dia mengumpulkan uang dan membeli saham-saham di perusahaan terbuka.
3. Pernah Mengalami Kerugian
 
Saat berusia 30 tahun, LKH yang baru terjun di dunia investasi saham harus mengalami kerugian. Saham pertama yang dia beli adalah saham milik PT Gajah Surya Multi Finance Tbk. pada tahun 1989. Sayangnya, dia harus menjualnya lebih murah dari harga beli karena nilainya yang turun.
Kisah buntungnya ini membuat dia termotivasi untuk lebih giat membaca arah pasar modal. Dia mempelajari saham-saham emiten yang berpotensi memiliki prospek cerah.
4. Menjadi Kepala Cabang Bank Ekonomi
 
Setelah 10 tahun bekerja di OEB, LKH mengundurkan diri karena tak  kunjung mengalami kenaikan gaji. Pada 1990, dia bekerja di Bank Ekonomi  dan setahun kemudian diangkat menjadi kepala cabang. Enam tahun  kemudian, dia mengundurkan diri dari Bank Ekonomi.
Mundurnya LKH didasari oleh alasan ingin fokus berinvestasi.  Investasi sahamnya yang paling menguntungkan berasal dari MBAI, PNLF,  dan RIGS. LKH berhasil melihat prospek cerah MBAI (PT Multibreeder  Adirama Indonesia Tbk) yang kini menjadi perusahaan ternak ayam terbesar  kedua di Indonesia.
5. Pertahankan Gaya Hidup Sederhana
 
Meskipun berkantong tebal, LKH tidak mengubah gaya hidup  sederhananya. Dia setia dengan mobil Volvo yang telah lebih dari 10  tahun dia miliki. Dia memilih membelanjakan uangnya untuk berwisata  dalam waktu panjang.
6. Mengelompokkan 4 Macam Orang di Dunia
 
Berikut empat macam orang di dunia menurut LKH:
- Orang yang banyak waktu tapi tidak punya uang. Dia adalah pengangguran, hidupnya jadi benalu untuk orang lain.
- Orang yang banyak uang, tetapi tidak punya waktu. Dia adalah pengusaha dan para eksekutif.
- Orang yang tidak punya uang dan tidak punya waktu. Dia adalah  karyawan yang gajinya kecil UMR. Setiap hari dia sibuk bekerja, habis  bulan gajinya habis. Orang yang tidak punya waktu tidak punya uang ini,  jumlahnya paling banyak signifikan.
- Orang yang bukan hanya banyak uang, tetapi juga punya banyak waktu. Dia adalah sleeping investor, dia tidak mempunyai kerjaan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kisah sukses Lo Kheng Hong alias LKH rupanya melalui perjalanan panjang. Investor saham yang kerap disebut Warren Buffett asal Indonesia ini pernah mengalami kehidupan yang sulit sebelum berada di titik saat ini.
Berikut fakta-fakta Lo Kheng Hong yang dirangkum di Jakarta, Rabu (8/12/2021).
Baca Juga: Kisah Sukses Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Pernah Digaji Rp20.000/Bulan
1. Berasal dari Keluarga Kurang Mampu
 
Dikutip dari akun TikTok cuancommunity, Lo Kheng Hong alias LKH berasal dari keluarga yang kurang mampu. Hal itu membuatnya harus menghabiskan masa kecil di sebuah rumah petak.
Dia pun tak bisa langsung melanjutkan ke bangku kuliah setelah tamat SMA. LKH akhirnya bisa menempuh pendidikan tinggi di usia 20 tahun setelah dia memiliki penghasilan dari bekerja sebagai Staf Tata Usaha di Overseas Express Bank (OEB). Pada masa itu, dia harus mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk mendaftar kuliah dan Rp10 ribu untuk bayaran per semesternya.
Baca Juga: Resign dari Perusahaan Toxic, Wanita Ini Justru Sukses Jadi Eksportir
2. Gemar Menabung dan Belajar Investasi Saham
 
Meski saat itu memiliki gaji yang pas-pasan, LKH tidak lupa untuk menabung dan mulai mempelajari investasi saham emiten di pasar modal. Seiring berjalannya waktu, dia mengumpulkan uang dan membeli saham-saham di perusahaan terbuka.
3. Pernah Mengalami Kerugian
 
Saat berusia 30 tahun, LKH yang baru terjun di dunia investasi saham harus mengalami kerugian. Saham pertama yang dia beli adalah saham milik PT Gajah Surya Multi Finance Tbk. pada tahun 1989. Sayangnya, dia harus menjualnya lebih murah dari harga beli karena nilainya yang turun.
Kisah buntungnya ini membuat dia termotivasi untuk lebih giat membaca arah pasar modal. Dia mempelajari saham-saham emiten yang berpotensi memiliki prospek cerah.
4. Menjadi Kepala Cabang Bank Ekonomi
 
Setelah 10 tahun bekerja di OEB, LKH mengundurkan diri karena tak  kunjung mengalami kenaikan gaji. Pada 1990, dia bekerja di Bank Ekonomi  dan setahun kemudian diangkat menjadi kepala cabang. Enam tahun  kemudian, dia mengundurkan diri dari Bank Ekonomi.
Mundurnya LKH didasari oleh alasan ingin fokus berinvestasi.  Investasi sahamnya yang paling menguntungkan berasal dari MBAI, PNLF,  dan RIGS. LKH berhasil melihat prospek cerah MBAI (PT Multibreeder  Adirama Indonesia Tbk) yang kini menjadi perusahaan ternak ayam terbesar  kedua di Indonesia.
5. Pertahankan Gaya Hidup Sederhana
 
Meskipun berkantong tebal, LKH tidak mengubah gaya hidup  sederhananya. Dia setia dengan mobil Volvo yang telah lebih dari 10  tahun dia miliki. Dia memilih membelanjakan uangnya untuk berwisata  dalam waktu panjang.
6. Mengelompokkan 4 Macam Orang di Dunia
 
Berikut empat macam orang di dunia menurut LKH:
- Orang yang banyak waktu tapi tidak punya uang. Dia adalah pengangguran, hidupnya jadi benalu untuk orang lain.
- Orang yang banyak uang, tetapi tidak punya waktu. Dia adalah pengusaha dan para eksekutif.
- Orang yang tidak punya uang dan tidak punya waktu. Dia adalah  karyawan yang gajinya kecil UMR. Setiap hari dia sibuk bekerja, habis  bulan gajinya habis. Orang yang tidak punya waktu tidak punya uang ini,  jumlahnya paling banyak signifikan.
- Orang yang bukan hanya banyak uang, tetapi juga punya banyak waktu. Dia adalah sleeping investor, dia tidak mempunyai kerjaan.</content:encoded></item></channel></rss>
