<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Jakarta Tenggelam, PUPR Minta PDAM Kurangi Penggunaan Air Tanah</title><description>PDAM mengurangi penggunaan air tanah untuk meminimalisasi terjadinya penurunan permukaan tanah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/470/2514006/cegah-jakarta-tenggelam-pupr-minta-pdam-kurangi-penggunaan-air-tanah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/470/2514006/cegah-jakarta-tenggelam-pupr-minta-pdam-kurangi-penggunaan-air-tanah"/><item><title>Cegah Jakarta Tenggelam, PUPR Minta PDAM Kurangi Penggunaan Air Tanah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/470/2514006/cegah-jakarta-tenggelam-pupr-minta-pdam-kurangi-penggunaan-air-tanah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/08/470/2514006/cegah-jakarta-tenggelam-pupr-minta-pdam-kurangi-penggunaan-air-tanah</guid><pubDate>Rabu 08 Desember 2021 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/08/470/2514006/cegah-jakarta-tenggelam-pupr-minta-pdam-kurangi-penggunaan-air-tanah-EW0pApnnq4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cegah Jakarta Tenggelam, PUPR Minta PDAM Kurangi Air Tanah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/08/470/2514006/cegah-jakarta-tenggelam-pupr-minta-pdam-kurangi-penggunaan-air-tanah-EW0pApnnq4.jpg</image><title>Cegah Jakarta Tenggelam, PUPR Minta PDAM Kurangi Air Tanah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta perusahaan daerah air minum (PDAM) mengurangi penggunaan air tanah untuk meminimalisasi terjadinya penurunan permukaan tanah.

&quot;Hari ini saya senang diundang ke Musyawarah Antarperusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) karena harus mengingatkan PDAM terkait penggunaan air tanah,&quot; kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti pada Mapamnas Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) XIV di Solo, Jateng, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Jakarta Tenggelam, Warga DKI hingga Bekasi Dilarang Pakai Air Tanah
&amp;nbsp;


Dia mengatakan dalam hal ini PDAM diharapkan bisa mengolah air minum dengan tidak menggunakan air tanah.

&quot;Kalau terus-menerus menggunakan air tanah maka penurunannya muka air tanah mengkhawatirkan, seperti di Jakarta, itu harus dihindarkan,&quot; katanya.

Dia berharap PDAM bisa menggunakan sistem perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air minum pelanggan.

&quot;Untuk perpipaan PDAM masih 15-20 persen, masih jauh dari 100 persen. Jadi, harus menggunakan perpipaan, harapannya PDAM benar-benar melakukan pengolahan terhadap layanannya. Kebocoran juga harus dikurangi,&quot; katanya.

Selain itu, dikatakannya, dari sisi kelembagaan serta finansial agar mereka lebih untung dan bisa membantu pemerintah.

&quot;Jangan justru pemerintah daerah harus subsidi terus. Selain itu, kita lihat belum semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pelayanan PDAM,&quot; katanya.

Pada kesempatan tersebut, Diana juga menekankan tentang penerapan rencana pengamanan air minum (RPAM) yang selaras dengan tema mapamnas yakni &quot;Ketahanan Iklim dan RPAM Menjamin Pasokan Air Aman Tahun 2024&quot;.

&quot;RPAM merupakan konsep pengamanan air minum berbasis risiko. Tujuan penerapan RPAM adalah untuk menjamin pemenuhan akses air minum aman untuk masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta perusahaan daerah air minum (PDAM) mengurangi penggunaan air tanah untuk meminimalisasi terjadinya penurunan permukaan tanah.

&quot;Hari ini saya senang diundang ke Musyawarah Antarperusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) karena harus mengingatkan PDAM terkait penggunaan air tanah,&quot; kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti pada Mapamnas Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) XIV di Solo, Jateng, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Jakarta Tenggelam, Warga DKI hingga Bekasi Dilarang Pakai Air Tanah
&amp;nbsp;


Dia mengatakan dalam hal ini PDAM diharapkan bisa mengolah air minum dengan tidak menggunakan air tanah.

&quot;Kalau terus-menerus menggunakan air tanah maka penurunannya muka air tanah mengkhawatirkan, seperti di Jakarta, itu harus dihindarkan,&quot; katanya.

Dia berharap PDAM bisa menggunakan sistem perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air minum pelanggan.

&quot;Untuk perpipaan PDAM masih 15-20 persen, masih jauh dari 100 persen. Jadi, harus menggunakan perpipaan, harapannya PDAM benar-benar melakukan pengolahan terhadap layanannya. Kebocoran juga harus dikurangi,&quot; katanya.

Selain itu, dikatakannya, dari sisi kelembagaan serta finansial agar mereka lebih untung dan bisa membantu pemerintah.

&quot;Jangan justru pemerintah daerah harus subsidi terus. Selain itu, kita lihat belum semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pelayanan PDAM,&quot; katanya.

Pada kesempatan tersebut, Diana juga menekankan tentang penerapan rencana pengamanan air minum (RPAM) yang selaras dengan tema mapamnas yakni &quot;Ketahanan Iklim dan RPAM Menjamin Pasokan Air Aman Tahun 2024&quot;.

&quot;RPAM merupakan konsep pengamanan air minum berbasis risiko. Tujuan penerapan RPAM adalah untuk menjamin pemenuhan akses air minum aman untuk masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
