<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Covid-19 Belum Usai, Sri Mulyani Khawatirkan Pemulihan Ekonomi Global   </title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perekonomian dunia masih dihadapi beberapa tantangan pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/09/320/2514500/pandemi-covid-19-belum-usai-sri-mulyani-khawatirkan-pemulihan-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/09/320/2514500/pandemi-covid-19-belum-usai-sri-mulyani-khawatirkan-pemulihan-ekonomi-global"/><item><title>Pandemi Covid-19 Belum Usai, Sri Mulyani Khawatirkan Pemulihan Ekonomi Global   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/09/320/2514500/pandemi-covid-19-belum-usai-sri-mulyani-khawatirkan-pemulihan-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/09/320/2514500/pandemi-covid-19-belum-usai-sri-mulyani-khawatirkan-pemulihan-ekonomi-global</guid><pubDate>Kamis 09 Desember 2021 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/09/320/2514500/pandemi-covid-19-belum-usai-sri-mulyani-khawatirkan-pemulihan-ekonomi-global-U9898pWiUE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/09/320/2514500/pandemi-covid-19-belum-usai-sri-mulyani-khawatirkan-pemulihan-ekonomi-global-U9898pWiUE.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perekonomian dunia masih dihadapi beberapa tantangan pada 2022. Selain pandemi Covid-19 yang belum usai ada masalah lainnya.

Hal ini yang membuat kekhawatiran pemulihan ekonomi global yang tidak merata.

Sri Mulyani mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda tentu berpengaruh besar dalam pemulihan ekonomi global. Apalagi, banyaknya varian turunan Covid-19 membuat negara-negara harus waspada dan menyiapkan langkah strategis untuk menghalau penyebarannya.

Baca Juga: Berantas Koruptor! Sri Mulyani: Korupsi Penyakit Berbahaya



Selain itu, negara-negara juga dihadapi kesulitan dalam memutuskan kebijakan keuangan karena situasi yang sangat tidak pasti.

&quot;Ada banyak kompleksitas dalam penentuan kebijakan makro, baik dari sisi fiskal, maupun moneter. Beberapa negara harus mengetatkan kebijakannya, beberapa negara masih membutuhkan dukungan penanganan pandemi,&quot; kata Sri Mulyani dalam Seminar G20 di Bali, Kamis (9/12/2021).

Sri Mulyani juga menyoroti adanya gap atau kesenjangan dalam vaksinasi Covid-19. Ada negara yang sudah mencapai target vaksinasi, namun beberapa negara masih belum mendapatkan vaksin dan tertinggal.

&quot;Kemudian, krisis iklim, yang mengharuskan negara-negara beralih ke energi hijau. Untuk pembiayaan energi hijau ini juga sangat penting,&quot; katanya.

Sri Mulyani berharap, dalam presidensi G20 Indonesia tahun 2022, masalah-masalah ini akan didiskusikan dan ditemukan jalan keluarnya bersama.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perekonomian dunia masih dihadapi beberapa tantangan pada 2022. Selain pandemi Covid-19 yang belum usai ada masalah lainnya.

Hal ini yang membuat kekhawatiran pemulihan ekonomi global yang tidak merata.

Sri Mulyani mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda tentu berpengaruh besar dalam pemulihan ekonomi global. Apalagi, banyaknya varian turunan Covid-19 membuat negara-negara harus waspada dan menyiapkan langkah strategis untuk menghalau penyebarannya.

Baca Juga: Berantas Koruptor! Sri Mulyani: Korupsi Penyakit Berbahaya



Selain itu, negara-negara juga dihadapi kesulitan dalam memutuskan kebijakan keuangan karena situasi yang sangat tidak pasti.

&quot;Ada banyak kompleksitas dalam penentuan kebijakan makro, baik dari sisi fiskal, maupun moneter. Beberapa negara harus mengetatkan kebijakannya, beberapa negara masih membutuhkan dukungan penanganan pandemi,&quot; kata Sri Mulyani dalam Seminar G20 di Bali, Kamis (9/12/2021).

Sri Mulyani juga menyoroti adanya gap atau kesenjangan dalam vaksinasi Covid-19. Ada negara yang sudah mencapai target vaksinasi, namun beberapa negara masih belum mendapatkan vaksin dan tertinggal.

&quot;Kemudian, krisis iklim, yang mengharuskan negara-negara beralih ke energi hijau. Untuk pembiayaan energi hijau ini juga sangat penting,&quot; katanya.

Sri Mulyani berharap, dalam presidensi G20 Indonesia tahun 2022, masalah-masalah ini akan didiskusikan dan ditemukan jalan keluarnya bersama.
</content:encoded></item></channel></rss>
