<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat, Investor Tunggu Data Inflasi</title><description>Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangam Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514764/indeks-dolar-as-menguat-investor-tunggu-data-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514764/indeks-dolar-as-menguat-investor-tunggu-data-inflasi"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat, Investor Tunggu Data Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514764/indeks-dolar-as-menguat-investor-tunggu-data-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514764/indeks-dolar-as-menguat-investor-tunggu-data-inflasi</guid><pubDate>Jum'at 10 Desember 2021 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/10/320/2514764/indeks-dolar-as-menguat-investor-tunggu-data-inflasi-GzdUer5Yxc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/10/320/2514764/indeks-dolar-as-menguat-investor-tunggu-data-inflasi-GzdUer5Yxc.jpg</image><title>Dolar AS menguat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangam Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena meningkatnya pembatasan di beberapa bagian dunia untuk menahan penyebaran covid-19, termasuk varian baru Omicron, mengurangi selera investor terhadap mata uang berisiko.
Indeks Mata Uang Dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya meningkat 0,3% pada 96,233.
Baca Juga: Omicron Mereda, Indeks Dolar AS Tergelincir
 
&quot;Kami melihat beberapa kehati-hatian di pasar karena Omicron. Saya pikir kekhawatiran bahwa itu akan lebih buruk daripada Delta telah berkurang, tetapi laporan tentang betapa mudahnya varian itu menularkan telah menyebabkan kehati-hatian ekstra,&quot; kata John Doyle, wakil presiden transaksi dan perdagangan di perusahaan pembayaran valas Tempus Inc.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Tipis
&quot;Ada kekhawatiran tentang bagaimana pemerintah-pemerintah dapat bereaksi, dan 'Rencana B' Inggris adalah contoh yang bagus.&quot;
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu (8/12/2021) memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris, memerintahkan orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat umum dan menggunakan tiket sertifikat vaksin untuk memperlambat penyebaran varian baru.Johnson mengatakan Omicron menyebar dengan cepat dan tidak punya  pilihan selain pindah ke &quot;Rencana B&quot; sementara program booster vaksin  dipercepat.
&quot;Risiko tidak aktif untuk pertama kalinya minggu ini sehingga  greenback naik terhadap seluruh mata uang G10 kecuali untuk safe-haven  yen,&quot; kata Doyle.
Dolar melemah 0,2% terhadap yen Jepang.
Greenback didukung oleh data yang menunjukkan jumlah orang Amerika  yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level  terendah dalam lebih dari 52 tahun pekan lalu, karena kondisi pasar  tenaga kerja terus mengetat di tengah kekurangan akut pekerja.
Investor juga menunggu data inflasi AS pada Jumat waktu setempat yang  dapat mengatur nada untuk strategi Federal Reserve pada kenaikan suku  bunga.
&quot;Saya pikir kita melihat beberapa penyesuaian posisi menjelang data  IHK besok dan berbagai pertemuan bank sentral minggu depan,&quot; kata Doyle.
Dengan Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral  Inggris di antara mereka yang bertemu untuk membahas kebijakan moneter  minggu depan, investor akan mengawasi panduan ke depan, terutama dari  The Fed. Beberapa analis memperkirakan rencana pelonggaran lebih cepat  pada stimulus era pandemi.</description><content:encoded>JAKARTA - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangam Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena meningkatnya pembatasan di beberapa bagian dunia untuk menahan penyebaran covid-19, termasuk varian baru Omicron, mengurangi selera investor terhadap mata uang berisiko.
Indeks Mata Uang Dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya meningkat 0,3% pada 96,233.
Baca Juga: Omicron Mereda, Indeks Dolar AS Tergelincir
 
&quot;Kami melihat beberapa kehati-hatian di pasar karena Omicron. Saya pikir kekhawatiran bahwa itu akan lebih buruk daripada Delta telah berkurang, tetapi laporan tentang betapa mudahnya varian itu menularkan telah menyebabkan kehati-hatian ekstra,&quot; kata John Doyle, wakil presiden transaksi dan perdagangan di perusahaan pembayaran valas Tempus Inc.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Tipis
&quot;Ada kekhawatiran tentang bagaimana pemerintah-pemerintah dapat bereaksi, dan 'Rencana B' Inggris adalah contoh yang bagus.&quot;
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu (8/12/2021) memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris, memerintahkan orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat umum dan menggunakan tiket sertifikat vaksin untuk memperlambat penyebaran varian baru.Johnson mengatakan Omicron menyebar dengan cepat dan tidak punya  pilihan selain pindah ke &quot;Rencana B&quot; sementara program booster vaksin  dipercepat.
&quot;Risiko tidak aktif untuk pertama kalinya minggu ini sehingga  greenback naik terhadap seluruh mata uang G10 kecuali untuk safe-haven  yen,&quot; kata Doyle.
Dolar melemah 0,2% terhadap yen Jepang.
Greenback didukung oleh data yang menunjukkan jumlah orang Amerika  yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level  terendah dalam lebih dari 52 tahun pekan lalu, karena kondisi pasar  tenaga kerja terus mengetat di tengah kekurangan akut pekerja.
Investor juga menunggu data inflasi AS pada Jumat waktu setempat yang  dapat mengatur nada untuk strategi Federal Reserve pada kenaikan suku  bunga.
&quot;Saya pikir kita melihat beberapa penyesuaian posisi menjelang data  IHK besok dan berbagai pertemuan bank sentral minggu depan,&quot; kata Doyle.
Dengan Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral  Inggris di antara mereka yang bertemu untuk membahas kebijakan moneter  minggu depan, investor akan mengawasi panduan ke depan, terutama dari  The Fed. Beberapa analis memperkirakan rencana pelonggaran lebih cepat  pada stimulus era pandemi.</content:encoded></item></channel></rss>
