<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Usul PPnBM 0% Dipermanenkan</title><description>Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM  DTP) diusulkan agar ditetapkan permanen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514933/menperin-usul-ppnbm-0-dipermanenkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514933/menperin-usul-ppnbm-0-dipermanenkan"/><item><title>Menperin Usul PPnBM 0% Dipermanenkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514933/menperin-usul-ppnbm-0-dipermanenkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/10/320/2514933/menperin-usul-ppnbm-0-dipermanenkan</guid><pubDate>Jum'at 10 Desember 2021 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/10/320/2514933/menperin-usul-ppnbm-0-dipermanenkan-TxDaj2v0mN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin usul relaksasi PPnBM dipermanenkan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/10/320/2514933/menperin-usul-ppnbm-0-dipermanenkan-TxDaj2v0mN.jpg</image><title>Menperin usul relaksasi PPnBM dipermanenkan (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM  DTP) diusulkan agar ditetapkan permanen. Stimulus PPnBM DTP untuk sektor kendaraan bermotor dinilai mampu memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif. Selain itu, dari insentif ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan dari pelaku industri.
Baca Juga:Diskon PPnBM 100% hingga Akhir Tahun, Pedagang Mobil Bekas Gigit Jari
 
&quot;Salah satu bentuk insentif yang akan diusulkan Kemenperin yaitu PPnBM 0% secara permanen untuk produk otomotif dengan local purchase yang sudah mencapai 80 persen,&quot; kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (10/12/2021).
Usulan ini pun disebut Menperin harus dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian dan memperhitungkan hal-hal detail lainnya.
Baca Juga: Diskon PPnBM 100% Mobil Baru Diperpanjang hingga Akhir Tahun, Gaikindo Tersenyum Lebar
&amp;ldquo;Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya,&amp;rdquo; ucapnya.
Agus menerangkan bahwasanya industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB.
&quot;Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang,&quot; cetusnya.Adapun total investasi yang telah tertanam mencapai Rp140 triliun,  dan memberikan penghidupan kepada 1,5 juta orang yang bekerja di  sepanjang rantai nilai industri tersebut.
&amp;rdquo;Saya sangat bangga, bahwa saat ini produk otomotif kita telah  berhasil diekspor ke lebih dari 80 negara. Selama Januari-Oktober 2021  tercatat sebanyak 235 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp43  triliun, 79 ribu set CKD dengan nilai sebesar Rp1 triliun, dan 72 juta  unit komponen dengan nilai sebesar Rp24 triliun,&amp;rdquo; sebutnya.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2025, ekspor kendaraan CBU dapat  mencapai 1 juta unit. Ini hanya bisa tercapai apabila semua pihak  berkolaborasi dalam peningkatan efisiensi produksi dan daya saing produk  melalui implementasi industri 4.0, penciptaan iklim usaha yang kondusif  melalui harmonisasi dan sinkronisasi regulasi di sektor otomotif.
&amp;rdquo;Belajar dari pengalaman industri ini selama beberapa dekade, ada  satu hal terpenting, yaitu komitmen dari principal untuk menjadikan  Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM  DTP) diusulkan agar ditetapkan permanen. Stimulus PPnBM DTP untuk sektor kendaraan bermotor dinilai mampu memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif. Selain itu, dari insentif ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan dari pelaku industri.
Baca Juga:Diskon PPnBM 100% hingga Akhir Tahun, Pedagang Mobil Bekas Gigit Jari
 
&quot;Salah satu bentuk insentif yang akan diusulkan Kemenperin yaitu PPnBM 0% secara permanen untuk produk otomotif dengan local purchase yang sudah mencapai 80 persen,&quot; kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (10/12/2021).
Usulan ini pun disebut Menperin harus dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian dan memperhitungkan hal-hal detail lainnya.
Baca Juga: Diskon PPnBM 100% Mobil Baru Diperpanjang hingga Akhir Tahun, Gaikindo Tersenyum Lebar
&amp;ldquo;Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya,&amp;rdquo; ucapnya.
Agus menerangkan bahwasanya industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB.
&quot;Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang,&quot; cetusnya.Adapun total investasi yang telah tertanam mencapai Rp140 triliun,  dan memberikan penghidupan kepada 1,5 juta orang yang bekerja di  sepanjang rantai nilai industri tersebut.
&amp;rdquo;Saya sangat bangga, bahwa saat ini produk otomotif kita telah  berhasil diekspor ke lebih dari 80 negara. Selama Januari-Oktober 2021  tercatat sebanyak 235 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp43  triliun, 79 ribu set CKD dengan nilai sebesar Rp1 triliun, dan 72 juta  unit komponen dengan nilai sebesar Rp24 triliun,&amp;rdquo; sebutnya.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2025, ekspor kendaraan CBU dapat  mencapai 1 juta unit. Ini hanya bisa tercapai apabila semua pihak  berkolaborasi dalam peningkatan efisiensi produksi dan daya saing produk  melalui implementasi industri 4.0, penciptaan iklim usaha yang kondusif  melalui harmonisasi dan sinkronisasi regulasi di sektor otomotif.
&amp;rdquo;Belajar dari pengalaman industri ini selama beberapa dekade, ada  satu hal terpenting, yaitu komitmen dari principal untuk menjadikan  Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
