<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Toko Kopi Legendaris, Eksis sejak 1963</title><description>Ada toko kopi legendarin bernama Kopi Podjok. Toko kopi yang dirintis sejak 1963 ini berlokasi di sudut Pasar Gede Solo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/11/455/2515514/mengintip-toko-kopi-legendaris-eksis-sejak-1963</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/11/455/2515514/mengintip-toko-kopi-legendaris-eksis-sejak-1963"/><item><title>Mengintip Toko Kopi Legendaris, Eksis sejak 1963</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/11/455/2515514/mengintip-toko-kopi-legendaris-eksis-sejak-1963</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/11/455/2515514/mengintip-toko-kopi-legendaris-eksis-sejak-1963</guid><pubDate>Sabtu 11 Desember 2021 19:32 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/11/455/2515514/mengintip-toko-kopi-legendaris-eksis-sejak-1963-QPQXqfQQne.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kedai kopi legendaris di Solo (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/11/455/2515514/mengintip-toko-kopi-legendaris-eksis-sejak-1963-QPQXqfQQne.jpg</image><title>Kedai kopi legendaris di Solo (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Ada toko kopi legendarin bernama Kopi Podjok. Toko kopi yang dirintis sejak 1963 ini berlokasi di sudut Pasar Gede Solo. Meski sudah lama dibuka, toko kopi ini mampu menjaga eksistensinya sampai saat ini.
Toko Kopi Podjok kini dikelola Wendy Mintarja. Dia menceritakan keberhasilan tokonya bertahan selama puluhan tahun tidak tercapai dengan mudah. Ada perjalanan begitu panjang yang telah dilalui.
Baca Juga: Industri Kopi dan Teh Indonesia Kembali Menggeliat Lewat InBreek 2021
 
Adapun warung kopi yang terkenal dengan produk unggulan berupa Kopi Tjap Angkring itu dirintis kakek Wendy, Liem A Mee, pada 1947. Kala itu, sang kakek menjual kopi dengan cara berkeliling dengan pikulan dan gerobak.
&amp;ldquo;Usaha ini dirintis kakek saja sekitar 1947. Kakek saya memproduksi kopinya di rumah, di sekitar Warung Miri, Solo,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Solopos.
Baca Juga: 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, Malah Bikin Insomnia? 
Kopi racikan Liem A Mee itu kemudian dijual dengan berkeliling dari kampung ke kampung di sekitar Kota Solo. Dari situlah warga Kota Solo mengenal kopi yang dijajakan Liem A Mee dengan nama Kopi Angkring yang menjadi signature Toko Kopi Podjok.
Asal tahu saja, resep rahasia Kopi Angkring itu berasal dari biji kopi yang didatangkan dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejak dulu sampai sekarang, resep ini tidak pernah berubah dan sudah menjadi pakem racikan Kopi Angkring.


Bahan Utama 
&amp;ldquo;Dulu kakek coba-coba meracik kopi dengan berbagai jenis. Tapi  akhirnya yang rasanya diterima semua orang biji kopi dari Dampit yang  menjadi bahan utama Kopi Angkring,&amp;rdquo; sambung Koh Wendy.
Usaha penjualan Kopi Angkring yang semula menggunakan gerobak  dilanjutkan oleh ayah Wendy dengan menempati kios di pojokan Pasar Gede  Solo pada 1963 sampai sekarang. Kios tersebut berada di Jl Utara Pasar  Gede Nomor 38, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
&amp;ldquo;Kami jualan kopi di sini sejak Solo banjir besar, sekitar 1963  sampai sekarang. Kalau dihitung saya mengelola toko ini sudah 21 tahun,  sejak kerusuhan 1998,&amp;rdquo; sambungnya.
Rahmat, salah seorang pembeli kopi Angkring asal Surabaya, Jawa  Timur, mengaku jatuh cinta dengan rasa kopi legendaris khas Solo itu. Ia  sering kali meminta dibelikan kopi tersebut oleh temannya yang hendak  datang ke Solo.
Setelah sekian lama hanya menikmati cita rasa kopi Angkring lewat  jasa titipan, ia pun senang bisa berkunjung langsung ke Toko Kopi Podjok  di Pasar Gede Solo untuk menyeruput kopi legendaris itu.Harga Kopi
 
&amp;ldquo;Saya sudah dua tahun ini menikmati rasa khas Kopi Angkring. Rasanya   beda dengan kopi-kopi biasanya. Kalau kopi premium di Surabaya kan  sudah  pasti ada dan bisa dinikmati setiap saat, lain halnya dengan kopi  ini.  Makanya mumpung ke Solo ada kesempatan mampir langsung borong  saja,&amp;rdquo;  katanya saat berbincang dengan Solopos.com di Toko Kopi Podjok.
Bukan hanya kopi Angkring sebagai signature, Toko Kopi Podjok juga   menjual berbagai jenis biji kopi dari Nusantara bahkan yang diimpor dari   luar negeri. Mulai dari Gayo, Sidikalang, Mandailing, Toraja, Papua,   Brazil, Colombia, Guatemala, Ethiopia, hingga Uganda.
Ada juga peralatan pembuat kopi dan pernak-perniknya yang dijajakan   di toko tersebut yang dikelola generasi ketiga tersebut. Harga kopi yang   dijual di sana sangat bervariasi, mulai Rp72.000/kg untuk jenis  robusta  dan Rp280.000/kg untuk biji kopi arabica. Pembeli bisa memilih  biji  kopi sesuai selera dan dibawa pulang dalam bentuk bubuk ataupun  biji.
Sekitar tiga tahun ke belakang ini Toko Kopi Podjok mulai berinovasi   dengan menyediakan minuman cup berupa kopi Angkring maupun cokelat yang   bisa dibeli pengunjung Pasar Gede. Harganya pun sangat terjangkau,  hanya  Rp5.000 per cup untuk varian kopi dan cokelat, baik panas maupun   dingin.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Ada toko kopi legendarin bernama Kopi Podjok. Toko kopi yang dirintis sejak 1963 ini berlokasi di sudut Pasar Gede Solo. Meski sudah lama dibuka, toko kopi ini mampu menjaga eksistensinya sampai saat ini.
Toko Kopi Podjok kini dikelola Wendy Mintarja. Dia menceritakan keberhasilan tokonya bertahan selama puluhan tahun tidak tercapai dengan mudah. Ada perjalanan begitu panjang yang telah dilalui.
Baca Juga: Industri Kopi dan Teh Indonesia Kembali Menggeliat Lewat InBreek 2021
 
Adapun warung kopi yang terkenal dengan produk unggulan berupa Kopi Tjap Angkring itu dirintis kakek Wendy, Liem A Mee, pada 1947. Kala itu, sang kakek menjual kopi dengan cara berkeliling dengan pikulan dan gerobak.
&amp;ldquo;Usaha ini dirintis kakek saja sekitar 1947. Kakek saya memproduksi kopinya di rumah, di sekitar Warung Miri, Solo,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Solopos.
Baca Juga: 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, Malah Bikin Insomnia? 
Kopi racikan Liem A Mee itu kemudian dijual dengan berkeliling dari kampung ke kampung di sekitar Kota Solo. Dari situlah warga Kota Solo mengenal kopi yang dijajakan Liem A Mee dengan nama Kopi Angkring yang menjadi signature Toko Kopi Podjok.
Asal tahu saja, resep rahasia Kopi Angkring itu berasal dari biji kopi yang didatangkan dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejak dulu sampai sekarang, resep ini tidak pernah berubah dan sudah menjadi pakem racikan Kopi Angkring.


Bahan Utama 
&amp;ldquo;Dulu kakek coba-coba meracik kopi dengan berbagai jenis. Tapi  akhirnya yang rasanya diterima semua orang biji kopi dari Dampit yang  menjadi bahan utama Kopi Angkring,&amp;rdquo; sambung Koh Wendy.
Usaha penjualan Kopi Angkring yang semula menggunakan gerobak  dilanjutkan oleh ayah Wendy dengan menempati kios di pojokan Pasar Gede  Solo pada 1963 sampai sekarang. Kios tersebut berada di Jl Utara Pasar  Gede Nomor 38, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
&amp;ldquo;Kami jualan kopi di sini sejak Solo banjir besar, sekitar 1963  sampai sekarang. Kalau dihitung saya mengelola toko ini sudah 21 tahun,  sejak kerusuhan 1998,&amp;rdquo; sambungnya.
Rahmat, salah seorang pembeli kopi Angkring asal Surabaya, Jawa  Timur, mengaku jatuh cinta dengan rasa kopi legendaris khas Solo itu. Ia  sering kali meminta dibelikan kopi tersebut oleh temannya yang hendak  datang ke Solo.
Setelah sekian lama hanya menikmati cita rasa kopi Angkring lewat  jasa titipan, ia pun senang bisa berkunjung langsung ke Toko Kopi Podjok  di Pasar Gede Solo untuk menyeruput kopi legendaris itu.Harga Kopi
 
&amp;ldquo;Saya sudah dua tahun ini menikmati rasa khas Kopi Angkring. Rasanya   beda dengan kopi-kopi biasanya. Kalau kopi premium di Surabaya kan  sudah  pasti ada dan bisa dinikmati setiap saat, lain halnya dengan kopi  ini.  Makanya mumpung ke Solo ada kesempatan mampir langsung borong  saja,&amp;rdquo;  katanya saat berbincang dengan Solopos.com di Toko Kopi Podjok.
Bukan hanya kopi Angkring sebagai signature, Toko Kopi Podjok juga   menjual berbagai jenis biji kopi dari Nusantara bahkan yang diimpor dari   luar negeri. Mulai dari Gayo, Sidikalang, Mandailing, Toraja, Papua,   Brazil, Colombia, Guatemala, Ethiopia, hingga Uganda.
Ada juga peralatan pembuat kopi dan pernak-perniknya yang dijajakan   di toko tersebut yang dikelola generasi ketiga tersebut. Harga kopi yang   dijual di sana sangat bervariasi, mulai Rp72.000/kg untuk jenis  robusta  dan Rp280.000/kg untuk biji kopi arabica. Pembeli bisa memilih  biji  kopi sesuai selera dan dibawa pulang dalam bentuk bubuk ataupun  biji.
Sekitar tiga tahun ke belakang ini Toko Kopi Podjok mulai berinovasi   dengan menyediakan minuman cup berupa kopi Angkring maupun cokelat yang   bisa dibeli pengunjung Pasar Gede. Harganya pun sangat terjangkau,  hanya  Rp5.000 per cup untuk varian kopi dan cokelat, baik panas maupun   dingin.</content:encoded></item></channel></rss>
