<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Internet Mahal Hambat  Pengembangan Ekonomi Digital RI</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa biaya internet yang masih mahal di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516081/biaya-internet-mahal-hambat-pengembangan-ekonomi-digital-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516081/biaya-internet-mahal-hambat-pengembangan-ekonomi-digital-ri"/><item><title>Biaya Internet Mahal Hambat  Pengembangan Ekonomi Digital RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516081/biaya-internet-mahal-hambat-pengembangan-ekonomi-digital-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516081/biaya-internet-mahal-hambat-pengembangan-ekonomi-digital-ri</guid><pubDate>Senin 13 Desember 2021 09:56 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/13/320/2516081/biaya-internet-mahal-hambat-pengembangan-ekonomi-digital-ri-9fJCK9Qjvj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/13/320/2516081/biaya-internet-mahal-hambat-pengembangan-ekonomi-digital-ri-9fJCK9Qjvj.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)  Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa biaya internet yang masih mahal hingga minimnya akses layanan telekomunikasi atau internet di Indonesia.
Menurutnya rendahnya layanan dan jaringan internet dapat menjadi penghambat dalam pengembangan digitalisasi dan menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut Ingin Fintech dan UMKM Makin 'Mesra'
&amp;ldquo;Akses layanan telekomunikasi masih belum menjangkau semua wilayah dan desa di Indonesia. Selain itu rendahnya tingkat kecepatan jaringan juga menjadi kendala dalam menumbuhkan ekonomi digital,&amp;rdquo; ujar Menko Luhut melalui keterangan secara resmi, Senin (13/12/2021).
Menko Luhut menuturkan Pemerintah akan terus mendorong kesejangan digital yang terjadi mulai dari literasi keuangan hingga  kesenjangan internet.
Baca Juga:&amp;nbsp;Luhut Soroti Orang RI Belum Melek Keuangan, Masih Kalah dari Malaysia hingga Singapura
&amp;ldquo;Belum lagi kesenjangan internet juga terjadi karena biaya internet  yang masih  cukup mahal memungkinkan internet hanya bisa diakses mereka yang mampu secara ekonomi,&amp;rdquo; urainya.Dengan demikian, pemerintah berharap agar masyarakat dapat terus bahu-membahu dalam menyelesaikan dan mengembangkan potensi ekonomi digital yang terus akan diakselerasi.
&amp;ldquo;Hal inilah yang akan menjadi fokus pemerintah kedepan, inilah yang harus menjadi pekerjaan kita bersama bukan hanya Pemerintah namun juga dorongan dari Asosiasi dan masyrakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)  Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa biaya internet yang masih mahal hingga minimnya akses layanan telekomunikasi atau internet di Indonesia.
Menurutnya rendahnya layanan dan jaringan internet dapat menjadi penghambat dalam pengembangan digitalisasi dan menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut Ingin Fintech dan UMKM Makin 'Mesra'
&amp;ldquo;Akses layanan telekomunikasi masih belum menjangkau semua wilayah dan desa di Indonesia. Selain itu rendahnya tingkat kecepatan jaringan juga menjadi kendala dalam menumbuhkan ekonomi digital,&amp;rdquo; ujar Menko Luhut melalui keterangan secara resmi, Senin (13/12/2021).
Menko Luhut menuturkan Pemerintah akan terus mendorong kesejangan digital yang terjadi mulai dari literasi keuangan hingga  kesenjangan internet.
Baca Juga:&amp;nbsp;Luhut Soroti Orang RI Belum Melek Keuangan, Masih Kalah dari Malaysia hingga Singapura
&amp;ldquo;Belum lagi kesenjangan internet juga terjadi karena biaya internet  yang masih  cukup mahal memungkinkan internet hanya bisa diakses mereka yang mampu secara ekonomi,&amp;rdquo; urainya.Dengan demikian, pemerintah berharap agar masyarakat dapat terus bahu-membahu dalam menyelesaikan dan mengembangkan potensi ekonomi digital yang terus akan diakselerasi.
&amp;ldquo;Hal inilah yang akan menjadi fokus pemerintah kedepan, inilah yang harus menjadi pekerjaan kita bersama bukan hanya Pemerintah namun juga dorongan dari Asosiasi dan masyrakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
