<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Hampir 2 Tahun Kita Belajar Pecahkan Masalah Pandemi</title><description>Pandemi Covid-19 menyisakan berbagai tantangan kompleks yang dihadapi Indonesia maupun dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516276/gubernur-bi-hampir-2-tahun-kita-belajar-pecahkan-masalah-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516276/gubernur-bi-hampir-2-tahun-kita-belajar-pecahkan-masalah-pandemi"/><item><title>Gubernur BI: Hampir 2 Tahun Kita Belajar Pecahkan Masalah Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516276/gubernur-bi-hampir-2-tahun-kita-belajar-pecahkan-masalah-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/13/320/2516276/gubernur-bi-hampir-2-tahun-kita-belajar-pecahkan-masalah-pandemi</guid><pubDate>Senin 13 Desember 2021 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/13/320/2516276/gubernur-bi-hampir-2-tahun-kita-belajar-pecahkan-masalah-pandemi-K9qpDUNUEP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo menyisakan masalah kompleks (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/13/320/2516276/gubernur-bi-hampir-2-tahun-kita-belajar-pecahkan-masalah-pandemi-K9qpDUNUEP.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo menyisakan masalah kompleks (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 menyisakan berbagai tantangan kompleks yang dihadapi Indonesia maupun dunia. Namun kini perekonomian global mulai kembali pulih.
&quot;Hampir dua tahun kita banyak belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah yang sangat kompleks dari pandemi ini,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Bank Indonesia Book Launching &amp;amp; Research Expo secara daring di Jakarta, Senin (13/12/2021).
Baca Juga: BI: Banyak Negara Tidak Akui Kripto sebagai Currency tapi Aset
 
Untuk itu, lanjutnya, berbagai tantangan tersebut akan dibahas dalam enam agenda jalur keuangan atau finance track Presidensi G20 di Indonesia pada 2022.
Adapun keenam agenda tersebut yakni pertama, bagaimana normalisasi kebijakan fiskal dan moneter bisa mendukung ekonomi global yang seimbang tanpa harus menimbulkan bergejolaknya ketidakpastian di pasar keuangan.
Baca Juga: Gubernur BI Rancang Sistem Pembayaran Digital Antar Negara
 
Agenda kedua yaitu bagaimana mengatasi dampak luka memar atau scaring effect dari pandemi terhadap korporasi termasuk UMKM, serta ketiga adalah masalah digitalisasi ekonomi keuangan, termasuk sistem pembayaran.
Agenda keempat adalah ekonomi dan keuangan hijau, dan kelima yaitu inklusi ekonomi dan keuangan, dan keenam yakni masalah perpajakan internasional.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNy80LzE0MjU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Itulah permasalahan global dan nasional yang memerlukan berbagai  jawaban segera dari kebijakan dan berlandaskan pemikiran konseptual,  teori, maupun kaidah-kaidah empiris,&quot; ujarnya.
Selain itu, BI pun meluncurkan dua buku yang berjudul Central Bank  Policy Mix: Issues, Challenges and Policy Responses serta Periphery and  Small Ones Matter: Interplay of Policy and Social Capital, sebagai salah  satu dukungan pengembangan keilmuan terhadap mengatasi berbagai masalah  karena pandemi.
&quot;Peluncuran ini merupakan bukti dari BI adalah lembaga pengembangan  keilmuan dan ini merupakan dedikasi kami ini untuk negeri,&quot; kata Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 menyisakan berbagai tantangan kompleks yang dihadapi Indonesia maupun dunia. Namun kini perekonomian global mulai kembali pulih.
&quot;Hampir dua tahun kita banyak belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah yang sangat kompleks dari pandemi ini,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Bank Indonesia Book Launching &amp;amp; Research Expo secara daring di Jakarta, Senin (13/12/2021).
Baca Juga: BI: Banyak Negara Tidak Akui Kripto sebagai Currency tapi Aset
 
Untuk itu, lanjutnya, berbagai tantangan tersebut akan dibahas dalam enam agenda jalur keuangan atau finance track Presidensi G20 di Indonesia pada 2022.
Adapun keenam agenda tersebut yakni pertama, bagaimana normalisasi kebijakan fiskal dan moneter bisa mendukung ekonomi global yang seimbang tanpa harus menimbulkan bergejolaknya ketidakpastian di pasar keuangan.
Baca Juga: Gubernur BI Rancang Sistem Pembayaran Digital Antar Negara
 
Agenda kedua yaitu bagaimana mengatasi dampak luka memar atau scaring effect dari pandemi terhadap korporasi termasuk UMKM, serta ketiga adalah masalah digitalisasi ekonomi keuangan, termasuk sistem pembayaran.
Agenda keempat adalah ekonomi dan keuangan hijau, dan kelima yaitu inklusi ekonomi dan keuangan, dan keenam yakni masalah perpajakan internasional.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNy80LzE0MjU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Itulah permasalahan global dan nasional yang memerlukan berbagai  jawaban segera dari kebijakan dan berlandaskan pemikiran konseptual,  teori, maupun kaidah-kaidah empiris,&quot; ujarnya.
Selain itu, BI pun meluncurkan dua buku yang berjudul Central Bank  Policy Mix: Issues, Challenges and Policy Responses serta Periphery and  Small Ones Matter: Interplay of Policy and Social Capital, sebagai salah  satu dukungan pengembangan keilmuan terhadap mengatasi berbagai masalah  karena pandemi.
&quot;Peluncuran ini merupakan bukti dari BI adalah lembaga pengembangan  keilmuan dan ini merupakan dedikasi kami ini untuk negeri,&quot; kata Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
