<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Industri Mamin Tembus USD32,5 Miliar, Naik 52%</title><description>Ekspor industri makanan dan minuman (mamin) mengalami kenaikan di tengah pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/14/320/2517046/ekspor-industri-mamin-tembus-usd32-5-miliar-naik-52</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/14/320/2517046/ekspor-industri-mamin-tembus-usd32-5-miliar-naik-52"/><item><title>Ekspor Industri Mamin Tembus USD32,5 Miliar, Naik 52%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/14/320/2517046/ekspor-industri-mamin-tembus-usd32-5-miliar-naik-52</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/14/320/2517046/ekspor-industri-mamin-tembus-usd32-5-miliar-naik-52</guid><pubDate>Selasa 14 Desember 2021 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/14/320/2517046/ekspor-industri-mamin-tembus-usd32-5-miliar-naik-52-ccJUJysFJU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor industri mamin naik di tengah covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/14/320/2517046/ekspor-industri-mamin-tembus-usd32-5-miliar-naik-52-ccJUJysFJU.jpg</image><title>Ekspor industri mamin naik di tengah covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekspor industri makanan dan minuman (mamin) mengalami kenaikan di tengah pandemi Covid-19. Kinerja industri mamin masih positif karena sebagai sektor kritikal yang tetap dijaga produktivitasnya.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyebutkan, PDB industri makanan dan minuman tumbuh positif sebesar 3,49%pada triwulan III tahun 2021, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kembali tumbuh positif menyentuh angka 3,51%.
Baca Juga: Dibuang di RI, Daun Ketapang Diekspor Harganya Bikin Jadi Jutawan
 
Menurutnya, peran industri mamin dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, juga ditunjukkan dengan meningkatnya kontribusi PDB industri mamin terhadap PDB industri pengolahan nonmigasyang mencapai 38,91% pada periode yang sama. Nilai ekspornya juga meningkat 52%.
&amp;ldquo;Sepanjang bulan Januari-September 2021, total nilai ekspor industri mamin mencapai USD32,51 miliar atau meningkat 52% dibanding periode yang sama tahun 2020. Neraca perdagangan industri mamin selama sembilan bulan ini surplus sebesar USD22,38 miliar,&amp;rdquo; ujar Putu dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga: Komoditas Cengkeh Dijaga agar Petani Hidup Layak
 
Putu mengemukakan, walaupun sektor industri maminterus menunjukan tren pertumbuhan yang positif, namun pemerintah dan pelaku industri tetap harus bersiap dalam mengantisipasi dan mengatasi tantangan ketersediaan pangan dan energi.
Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri mamin merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan pada era industri 4.0.


&amp;ldquo;Pembatasan kegiatan selama pandemi berpengaruh terhadap lalu lintas  barang dan komoditas antar negara yang berdampak pada persediaan pangan,  terutama komoditas yang masih banyak impor, sebagaimana disebutkan  dalam laporan Food and Agriculture Organization (FAO),&amp;rdquo; paparnya.
Oleh karena itu, strategi untuk mengatasi tantangan tersebut,  diantaranya melalui pembangunan food estate, penyiapan cold storage, dan  rantai dingin.
&amp;ldquo;Pelajaran dari krisis energi yang terjadi di dunia saat ini adalah  ketidaksiapan sejumlah negara dalam melakukan transisi dari energi fosil  ke energi ramah lingkungan. Kita perlu mengantisipasi agar hal ini  tidak terjadi di Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sementara itu, menurut	hasil	survei, optimasi	omnichannel	menjadi	sangat	penting	bagi	pelaku	industri	makanan	dan	minuman.	Pelaku	bisnis	makanan	dan	minuman	perlu	memiliki	saluran	penjualan	yang	terintegrasi	untuk	memenuhi	keperluan	masyarakat	pada	masa	mendatang.	Selain	itu,	kualitas	dari	saluran	terintegrasi	tersebut	perlu	terjaga	agar	pengalaman	yang	dirasakan	konsumen	melalui	omnichannel	tersebut	dapat	terkelola	dengan	baik.

&amp;ldquo;Dalam	masa	yang	penuh	dengan	ketidakpastian,	industri	makanan	dan	minuman	perlu	melakukan	kolaborasi	dengan	sesama	pebisnis	makanan	dan	minuman	untuk	menarik	target	pasar	yang	lebih	besar	lagi	dan	sebagai	pebisnis	diharapkan	dapat	berinovasi	baik	dari	segi	pengembangan	produk,	marketing	channel	ataupun	branding	sehingga	menjadikan	bisnis	makanan	dan	minuman	kita	lebih	sustainable	dalam	masa	mendatang,&quot; kata Ketua	APJI	DKI	Jakarta Tahsya	Megananda	Yukki.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekspor industri makanan dan minuman (mamin) mengalami kenaikan di tengah pandemi Covid-19. Kinerja industri mamin masih positif karena sebagai sektor kritikal yang tetap dijaga produktivitasnya.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyebutkan, PDB industri makanan dan minuman tumbuh positif sebesar 3,49%pada triwulan III tahun 2021, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kembali tumbuh positif menyentuh angka 3,51%.
Baca Juga: Dibuang di RI, Daun Ketapang Diekspor Harganya Bikin Jadi Jutawan
 
Menurutnya, peran industri mamin dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, juga ditunjukkan dengan meningkatnya kontribusi PDB industri mamin terhadap PDB industri pengolahan nonmigasyang mencapai 38,91% pada periode yang sama. Nilai ekspornya juga meningkat 52%.
&amp;ldquo;Sepanjang bulan Januari-September 2021, total nilai ekspor industri mamin mencapai USD32,51 miliar atau meningkat 52% dibanding periode yang sama tahun 2020. Neraca perdagangan industri mamin selama sembilan bulan ini surplus sebesar USD22,38 miliar,&amp;rdquo; ujar Putu dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga: Komoditas Cengkeh Dijaga agar Petani Hidup Layak
 
Putu mengemukakan, walaupun sektor industri maminterus menunjukan tren pertumbuhan yang positif, namun pemerintah dan pelaku industri tetap harus bersiap dalam mengantisipasi dan mengatasi tantangan ketersediaan pangan dan energi.
Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri mamin merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan pada era industri 4.0.


&amp;ldquo;Pembatasan kegiatan selama pandemi berpengaruh terhadap lalu lintas  barang dan komoditas antar negara yang berdampak pada persediaan pangan,  terutama komoditas yang masih banyak impor, sebagaimana disebutkan  dalam laporan Food and Agriculture Organization (FAO),&amp;rdquo; paparnya.
Oleh karena itu, strategi untuk mengatasi tantangan tersebut,  diantaranya melalui pembangunan food estate, penyiapan cold storage, dan  rantai dingin.
&amp;ldquo;Pelajaran dari krisis energi yang terjadi di dunia saat ini adalah  ketidaksiapan sejumlah negara dalam melakukan transisi dari energi fosil  ke energi ramah lingkungan. Kita perlu mengantisipasi agar hal ini  tidak terjadi di Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sementara itu, menurut	hasil	survei, optimasi	omnichannel	menjadi	sangat	penting	bagi	pelaku	industri	makanan	dan	minuman.	Pelaku	bisnis	makanan	dan	minuman	perlu	memiliki	saluran	penjualan	yang	terintegrasi	untuk	memenuhi	keperluan	masyarakat	pada	masa	mendatang.	Selain	itu,	kualitas	dari	saluran	terintegrasi	tersebut	perlu	terjaga	agar	pengalaman	yang	dirasakan	konsumen	melalui	omnichannel	tersebut	dapat	terkelola	dengan	baik.

&amp;ldquo;Dalam	masa	yang	penuh	dengan	ketidakpastian,	industri	makanan	dan	minuman	perlu	melakukan	kolaborasi	dengan	sesama	pebisnis	makanan	dan	minuman	untuk	menarik	target	pasar	yang	lebih	besar	lagi	dan	sebagai	pebisnis	diharapkan	dapat	berinovasi	baik	dari	segi	pengembangan	produk,	marketing	channel	ataupun	branding	sehingga	menjadikan	bisnis	makanan	dan	minuman	kita	lebih	sustainable	dalam	masa	mendatang,&quot; kata Ketua	APJI	DKI	Jakarta Tahsya	Megananda	Yukki.
</content:encoded></item></channel></rss>
