<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi, Sri Mulyani Waspadai Inflasi</title><description>Pemulihan ekonomi Indonesia memunculkan risiko kenaikan inflasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/320/2517385/pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-sri-mulyani-waspadai-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/320/2517385/pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-sri-mulyani-waspadai-inflasi"/><item><title>Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi, Sri Mulyani Waspadai Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/320/2517385/pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-sri-mulyani-waspadai-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/320/2517385/pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-sri-mulyani-waspadai-inflasi</guid><pubDate>Rabu 15 Desember 2021 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/15/320/2517385/pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-sri-mulyani-waspadai-inflasi-RuEUawMVLl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani waspadai kenaikan inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/15/320/2517385/pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-sri-mulyani-waspadai-inflasi-RuEUawMVLl.jpeg</image><title>Menkeu Sri Mulyani waspadai kenaikan inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemulihan ekonomi Indonesia memunculkan risiko kenaikan inflasi. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi di Indonesia masih relatif lebih moderat jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
Baca Juga: Menko Airlangga: Investor dan Pasar Modal Jadi Bagian Penting dalam Pemulihan Ekonomi
&quot;Besarnya dampak pandemi terhadap ekonomi kita masih lebih moderat jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20 dan ASEAN,&quot; ungkap Sri dalam video virtual di Jakarta, Rabu(15/12/2021).
Dia berkaca pada kontraksi ekonomi sebesar -2,07% tahun lalu, dan sekarang ekonomi Indonesia sudah mulai pulih dengan angka pertumbuhan di 7,07% pada kuartal II dan 3,51% di kuartal III.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Kembangkan Produk Unggulan dan Ekosistem Ekonomi Kreatif Desa
 
&quot;Kita adalah negara yang relatively moderate dalam menangani dampak ekonominya,&quot; ungkap Sri.
Bahkan, dia pun membandingkan dengan beberapa negara yang mengalami kontraksi yang lebih dalam dari Indonesia. Seperti misalnya Thailand dan Malaysia yang mencatat pertumbuhan negatif pada kuartal III 2021 akibat varian Delta, setelah sebelumnya pulih pada kuartal II 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Namun, dengan proses pemulihan ekonomi pasca pandemi, risiko baru  terus kembali bermunculan. Saya melihat risiko kenaikan inflasi yang  tinggi di sejumlah negara yang mengalami pemulihan lebih cepat,&quot;  tambahnya.
Dia pun menyoroti konsekuensi pemilihan kebijakan setiap negara untuk  menghadapi risiko kenaikan harga. Namun, di satu sisi, inflasi  Indonesia hingga saat ini masih dalam level yang terjaga.
&quot;Dan tentu dalam sisi tekanan nilai tukar terhadap negara-negara yang  kinerja ekonominya tidak baik akibat pandemi dan berlarut-larut, bahkan  krisis seperti yang terjadi di Argentina dan Turki. Namun, demi  mencegah terjadinya efek rambatan, Indonesia menyiapkan instrumen  kebijakan untuk mengantisipasi dampak negatif sekaligus mempercepat  pemulihan ekonomi,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemulihan ekonomi Indonesia memunculkan risiko kenaikan inflasi. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi di Indonesia masih relatif lebih moderat jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
Baca Juga: Menko Airlangga: Investor dan Pasar Modal Jadi Bagian Penting dalam Pemulihan Ekonomi
&quot;Besarnya dampak pandemi terhadap ekonomi kita masih lebih moderat jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20 dan ASEAN,&quot; ungkap Sri dalam video virtual di Jakarta, Rabu(15/12/2021).
Dia berkaca pada kontraksi ekonomi sebesar -2,07% tahun lalu, dan sekarang ekonomi Indonesia sudah mulai pulih dengan angka pertumbuhan di 7,07% pada kuartal II dan 3,51% di kuartal III.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Kembangkan Produk Unggulan dan Ekosistem Ekonomi Kreatif Desa
 
&quot;Kita adalah negara yang relatively moderate dalam menangani dampak ekonominya,&quot; ungkap Sri.
Bahkan, dia pun membandingkan dengan beberapa negara yang mengalami kontraksi yang lebih dalam dari Indonesia. Seperti misalnya Thailand dan Malaysia yang mencatat pertumbuhan negatif pada kuartal III 2021 akibat varian Delta, setelah sebelumnya pulih pada kuartal II 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Namun, dengan proses pemulihan ekonomi pasca pandemi, risiko baru  terus kembali bermunculan. Saya melihat risiko kenaikan inflasi yang  tinggi di sejumlah negara yang mengalami pemulihan lebih cepat,&quot;  tambahnya.
Dia pun menyoroti konsekuensi pemilihan kebijakan setiap negara untuk  menghadapi risiko kenaikan harga. Namun, di satu sisi, inflasi  Indonesia hingga saat ini masih dalam level yang terjaga.
&quot;Dan tentu dalam sisi tekanan nilai tukar terhadap negara-negara yang  kinerja ekonominya tidak baik akibat pandemi dan berlarut-larut, bahkan  krisis seperti yang terjadi di Argentina dan Turki. Namun, demi  mencegah terjadinya efek rambatan, Indonesia menyiapkan instrumen  kebijakan untuk mengantisipasi dampak negatif sekaligus mempercepat  pemulihan ekonomi,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
