<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perlu Dihindari, Ini 3 Kesalahan Milenial Kelola Keuangan</title><description>Generasi milenial kerap merasakan banyak godaan finansial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/622/2517644/perlu-dihindari-ini-3-kesalahan-milenial-kelola-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/622/2517644/perlu-dihindari-ini-3-kesalahan-milenial-kelola-keuangan"/><item><title>Perlu Dihindari, Ini 3 Kesalahan Milenial Kelola Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/622/2517644/perlu-dihindari-ini-3-kesalahan-milenial-kelola-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/15/622/2517644/perlu-dihindari-ini-3-kesalahan-milenial-kelola-keuangan</guid><pubDate>Rabu 15 Desember 2021 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/15/622/2517644/perlu-dihindari-ini-3-kesalahan-milenial-kelola-keuangan-fEXeFgAikE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kesalahan milenial dalam mengelola keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/15/622/2517644/perlu-dihindari-ini-3-kesalahan-milenial-kelola-keuangan-fEXeFgAikE.jpeg</image><title>Kesalahan milenial dalam mengelola keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Generasi milenial kerap merasakan banyak godaan finansial. Adapun jika tidak pandai mengelola keuangan, maka bisa berpotensi bangkrut di masa tua nanti.
Tidak sedikit dari generasi milenial juga punya kecenderungan untuk mengutamakan gaya hidup alih-alih mencukupi kebutuhan primer. Sehingga, hal tersebut memunculkan kebiasaan yang berpotensi membahayakan kondisi keuangan di masa mendatang.
Lantas, apa saja kesalahan keuangan yang harus dihindari generasi milenial?
Baca Juga: 4 Cara Hemat Uang, Pilih Barang yang Sudah Tak Terpakai
Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, menjelaskan, ada tiga kesalahan keuangan milenial (dan Gen Z) yang perlu dihindari. Mulai dari mencampuraduk semua pos pengeluaran, hingga tidak menyiapkan pengeluaran tahunan.
&amp;ldquo;Gimana tengah bulannya #temanPrita? Masih tersenyum? Mulai tua penampakan saldo &amp;amp; dompet? atau tua banget butuh asupan retinol? Tenang tenang tenang&amp;hellip;coba liat deh #tipsPrita kali ini, siapa tahu bermanfaat supaya ga kejebak cycle yang sama,&amp;rdquo; tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, dikutip Rabu (15/12/2021).
Baca Juga: Rahasia Jadi Kaya Raya dan Uang Tak Habis-Habis
Berikut tiga kesalahan milenial kelola keuangan yang perlu dihindari:
1. Mencampur aduk Semua Pos Pengeluaran
Meski spending plan bulanan sudah dibuat rapi menjadi Living 50%, Saving 30%, dan Playing 20%, tapi jika uang penghasilan masih saja dikelola dalam satu rekening pastinya bablas sebelum tanggal gajian adalah sebuah keniscayaan.
Tipsnya: tiga pos pengeluaran itu harus dibagi menjadi tiga terpisah.2. Tidak Sadar Saat Membayar dengan Alasan #Selfreward
&amp;ldquo;Aku sering ga sadar tiba-tiba checkout 5 keranjang di platform  e-commerce? Sounds familiar? Hal ini wajar karena efek samping  pengelolaan keuangan digital adalah hilangnya kendali atas diri sendiri.
Tipsnya: harus menentukan limit transaksi yang diperkenankan dan  sesuai dengan spending plan. Misalnya, jatah belanja dan self-reward  adalah Rp1 juta per bulan, maka di rekening Playing harus ditentukan  limit maksimal untuk bertransaksi.
3. Tidak Menyiapkan Pengeluaran Tahunan
Coba perhatikan deh, bayar pajak mobil, servis motor, kado ulang  tahun pasangan, mungkin hanya kejadian 1x setahun kan? Jadi, sebenarnya  ada pengeluaran non-rutin setiap tahunnya yang dapat diantisipasi dari  awal.
Tipsnya: harus punya 1 rekening khusus untuk jenis pengeluaran ini  yang disisihkan setiap bulan dari penghasilan. Apalagi yang sudah  menikah, rekening ini pun bagusnya dibuat menjadi rekening bersama yang  berasal dari dua penghasilan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Generasi milenial kerap merasakan banyak godaan finansial. Adapun jika tidak pandai mengelola keuangan, maka bisa berpotensi bangkrut di masa tua nanti.
Tidak sedikit dari generasi milenial juga punya kecenderungan untuk mengutamakan gaya hidup alih-alih mencukupi kebutuhan primer. Sehingga, hal tersebut memunculkan kebiasaan yang berpotensi membahayakan kondisi keuangan di masa mendatang.
Lantas, apa saja kesalahan keuangan yang harus dihindari generasi milenial?
Baca Juga: 4 Cara Hemat Uang, Pilih Barang yang Sudah Tak Terpakai
Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, menjelaskan, ada tiga kesalahan keuangan milenial (dan Gen Z) yang perlu dihindari. Mulai dari mencampuraduk semua pos pengeluaran, hingga tidak menyiapkan pengeluaran tahunan.
&amp;ldquo;Gimana tengah bulannya #temanPrita? Masih tersenyum? Mulai tua penampakan saldo &amp;amp; dompet? atau tua banget butuh asupan retinol? Tenang tenang tenang&amp;hellip;coba liat deh #tipsPrita kali ini, siapa tahu bermanfaat supaya ga kejebak cycle yang sama,&amp;rdquo; tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, dikutip Rabu (15/12/2021).
Baca Juga: Rahasia Jadi Kaya Raya dan Uang Tak Habis-Habis
Berikut tiga kesalahan milenial kelola keuangan yang perlu dihindari:
1. Mencampur aduk Semua Pos Pengeluaran
Meski spending plan bulanan sudah dibuat rapi menjadi Living 50%, Saving 30%, dan Playing 20%, tapi jika uang penghasilan masih saja dikelola dalam satu rekening pastinya bablas sebelum tanggal gajian adalah sebuah keniscayaan.
Tipsnya: tiga pos pengeluaran itu harus dibagi menjadi tiga terpisah.2. Tidak Sadar Saat Membayar dengan Alasan #Selfreward
&amp;ldquo;Aku sering ga sadar tiba-tiba checkout 5 keranjang di platform  e-commerce? Sounds familiar? Hal ini wajar karena efek samping  pengelolaan keuangan digital adalah hilangnya kendali atas diri sendiri.
Tipsnya: harus menentukan limit transaksi yang diperkenankan dan  sesuai dengan spending plan. Misalnya, jatah belanja dan self-reward  adalah Rp1 juta per bulan, maka di rekening Playing harus ditentukan  limit maksimal untuk bertransaksi.
3. Tidak Menyiapkan Pengeluaran Tahunan
Coba perhatikan deh, bayar pajak mobil, servis motor, kado ulang  tahun pasangan, mungkin hanya kejadian 1x setahun kan? Jadi, sebenarnya  ada pengeluaran non-rutin setiap tahunnya yang dapat diantisipasi dari  awal.
Tipsnya: harus punya 1 rekening khusus untuk jenis pengeluaran ini  yang disisihkan setiap bulan dari penghasilan. Apalagi yang sudah  menikah, rekening ini pun bagusnya dibuat menjadi rekening bersama yang  berasal dari dua penghasilan.</content:encoded></item></channel></rss>
