<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Siap Jadi Produsen Ikan Tuna Terbesar Dunia</title><description>Ekonomi biru pada subsektor perikanan tangkap melalui kegiatan penangkapan ikan terukur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/16/320/2517805/indonesia-siap-jadi-produsen-ikan-tuna-terbesar-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/16/320/2517805/indonesia-siap-jadi-produsen-ikan-tuna-terbesar-dunia"/><item><title>Indonesia Siap Jadi Produsen Ikan Tuna Terbesar Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/16/320/2517805/indonesia-siap-jadi-produsen-ikan-tuna-terbesar-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/16/320/2517805/indonesia-siap-jadi-produsen-ikan-tuna-terbesar-dunia</guid><pubDate>Kamis 16 Desember 2021 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/16/320/2517805/indonesia-siap-jadi-produsen-ikan-tuna-terbesar-dunia-xwMnt5UTqe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Okezone.com/KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/16/320/2517805/indonesia-siap-jadi-produsen-ikan-tuna-terbesar-dunia-xwMnt5UTqe.jpg</image><title>Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Okezone.com/KKP)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menerapkan ekonomi biru pada subsektor perikanan tangkap melalui kegiatan penangkapan ikan terukur. Hal ini guna menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen ikan tuna di Dunia.
Besarnya peluang tersebut, membawa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap untuk terus berkomitmen mengelola sumber daya ikan secara berkelanjutan.
&amp;ldquo;Indonesia menjadi salah satu negara produsen ikan tuna di dunia. Menurut data FAO tahun 2020, kontribusi Indonesia mencapai 20% dari produksi tuna cakalang dan tongkol dunia,&amp;rdquo; kata Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan resmi yang diterima MPI, Kamis (16/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Heboh China Minta Indonesia Stop Pengeboran Minyak di Natuna
Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerapan ekonomi biru di subsektor perikanan tangkap dilakukan melalui kegiatan penangkapan ikan terukur. Selain itu, dilaksanakan juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pasca produksi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan ekonomi.
&amp;ldquo;Saya meminta agar komite pengelola perikanan tuna ini dapat bekerja bersama mengawal penangkapan ikan terukur. Kita harus bisa rebound dan bersinergi untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan dunia dan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menteri KKP Tawarkan 3 Potensi Investasi ke Pengusaha IndonesiaSementara itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Trian Yunanda mengatakan 70% tangkapan tuna di Indonesia berasal dari nelayan kecil yang umumnya menggunakan alat penangkapan ikan yang sederhana namun ramah lingkungan seperti pancing ulur (handline).&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Para nelayan kecil ini kita terus dorong dan dampingi. Salah satunya bekerja sama dengan MDPI yang berfokus kepada nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara. Selain itu juga bekerja sama dengan AP2HI di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Papua Barat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menerapkan ekonomi biru pada subsektor perikanan tangkap melalui kegiatan penangkapan ikan terukur. Hal ini guna menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen ikan tuna di Dunia.
Besarnya peluang tersebut, membawa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap untuk terus berkomitmen mengelola sumber daya ikan secara berkelanjutan.
&amp;ldquo;Indonesia menjadi salah satu negara produsen ikan tuna di dunia. Menurut data FAO tahun 2020, kontribusi Indonesia mencapai 20% dari produksi tuna cakalang dan tongkol dunia,&amp;rdquo; kata Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan resmi yang diterima MPI, Kamis (16/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Heboh China Minta Indonesia Stop Pengeboran Minyak di Natuna
Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerapan ekonomi biru di subsektor perikanan tangkap dilakukan melalui kegiatan penangkapan ikan terukur. Selain itu, dilaksanakan juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pasca produksi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan ekonomi.
&amp;ldquo;Saya meminta agar komite pengelola perikanan tuna ini dapat bekerja bersama mengawal penangkapan ikan terukur. Kita harus bisa rebound dan bersinergi untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan dunia dan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menteri KKP Tawarkan 3 Potensi Investasi ke Pengusaha IndonesiaSementara itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Trian Yunanda mengatakan 70% tangkapan tuna di Indonesia berasal dari nelayan kecil yang umumnya menggunakan alat penangkapan ikan yang sederhana namun ramah lingkungan seperti pancing ulur (handline).&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Para nelayan kecil ini kita terus dorong dan dampingi. Salah satunya bekerja sama dengan MDPI yang berfokus kepada nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara. Selain itu juga bekerja sama dengan AP2HI di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Papua Barat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
