<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akses Pasar UKM ke Malaysia dan Singapura Semakin Terbuka</title><description>Akses pasar bagi pelaku UKM berorientasi ekspor ke Singapura dan Malaysia semakin terbuka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/17/455/2518430/akses-pasar-ukm-ke-malaysia-dan-singapura-semakin-terbuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/17/455/2518430/akses-pasar-ukm-ke-malaysia-dan-singapura-semakin-terbuka"/><item><title>Akses Pasar UKM ke Malaysia dan Singapura Semakin Terbuka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/17/455/2518430/akses-pasar-ukm-ke-malaysia-dan-singapura-semakin-terbuka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/17/455/2518430/akses-pasar-ukm-ke-malaysia-dan-singapura-semakin-terbuka</guid><pubDate>Jum'at 17 Desember 2021 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/17/455/2518430/akses-pasar-ukm-ke-malaysia-dan-singapura-semakin-terbuka-iLC1uRnTvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akses pasar bagi UKM ke Malaysia dan Singapura makin terbuka (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/17/455/2518430/akses-pasar-ukm-ke-malaysia-dan-singapura-semakin-terbuka-iLC1uRnTvR.jpg</image><title>Akses pasar bagi UKM ke Malaysia dan Singapura makin terbuka (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor di sektor usaha makanan minuman buatan Indonesia ke Singapura dan Malaysia semakin terbuka. Hal ini seiring dengan kerjasama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan RI.
Penjajakan perluasan akses berupa business matching dilakukan melalui Business Indonesia Singapore Association (BISA) yang merupakan distributor produk makanan minuman Indonesia ke Singapura, serta para pembeli atau buyers dari Malaysia.
Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD3,51 Miliar pada November 2021
 
Pada kesempatan tersebut para buyers dari Singapura dan Malaysia didampingi oleh Atase Perdagangan Singapura dan Malaysia. Business matching yang diselenggarakan melalui daring melibatkan 21 pelaku usaha di sektor makanan dan minuman dari berbagai provinsi yang juga merupakan mitra binaan Coaching Program for New Exporters (program CPNE) dari tahun 2016 hingga 2021.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R. Gerald Setiawan Grisanto mengatakan, melalui business matching tersebut diharapkan para pelaku usaha mendapatkan peluang akses pasar baru.
Baca Juga: Impor Indonesia USD19,3 Miliar di November 2021, BPS: Trennya Naik
&quot;Selain itu, kegiatan ini menjembatani pemenuhan kebutuhan akan informasi yang harus diketahui oleh para pelaku usaha Indonesia secara langsung dari potential buyers, jenis produk, standar kualitas produk, persyaratan lainnya yang diinginkan pasar di Singapura dan Malaysia, serta pengalaman lainnya yang dialami,&quot; ujar Gerald.
LPEI memiliki serangkaian program yang terintegrasi untuk membantu mengatasi kendala dan hambatan yang dihadapi oleh para pelaku UKM berorientasi ekspor baik dari aspek finansial maupun non-finansial atau dikenal dengan Program Jasa Konsultasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xMC8xLzE0MDIyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan itu memberikan  pelatihan melalui Program CPNE bagi pelaku UKM berorientasi ekspor atau  yang belum melakukan ekspor secara mandiri, mencari peluang pasar di era  digital melalui Program Marketing Handholding, dan pendampingan kepada  kelompok atau klaster yang berpotensi untuk melakukan aktivitas produksi  komoditas unggulan secara berkelanjutan dengan tujuan peningkatan  kapasitas masyarakat daerah serta pengembangan komoditas unggulan desa  melalui Program Desa Devisa.
Lebih lanjut, Gerald menjelaskan bahwa para mitra binaan LPEI yang  dinilai telah siap atau bankable dapat diberikan pembiayaan dengan tetap  memperhatikan aspek-aspek pembiayaan yang cermat dan seksama.
Sebagai contoh ada mitra binaan CPNE asal Jawa Tengah bergerak di  sektor komoditas brikat arang batok mendapatkan fasilitas pembiayaan PKE  UKM di era pandemi ini. Adanya fasilitas tersebut membantu kegiatan  operasionalnya bahkan masih dapat melakukan ekspor ke kawasan Asia Timur  Tengah.
LPEI juga menjalin kerja sama dan bersinergi dengan kementerian  maupun lembaga terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelaku  UKM berorientasi ekspor secara finansial maupun non-finansial guna  membantu meningkatkan daya saing produk maupun jasa di pasar global.
Hingga November 2021, terdapat 2.706 pelaku UKM yang berasal di 15  kota telah mengikuti pelatihan baik secara hybrid maupun daring dan 75  pelaku usaha yang telah berhasil melakukan ekspor perdana melalui  Program CPNE.</description><content:encoded>JAKARTA - Akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor di sektor usaha makanan minuman buatan Indonesia ke Singapura dan Malaysia semakin terbuka. Hal ini seiring dengan kerjasama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan RI.
Penjajakan perluasan akses berupa business matching dilakukan melalui Business Indonesia Singapore Association (BISA) yang merupakan distributor produk makanan minuman Indonesia ke Singapura, serta para pembeli atau buyers dari Malaysia.
Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD3,51 Miliar pada November 2021
 
Pada kesempatan tersebut para buyers dari Singapura dan Malaysia didampingi oleh Atase Perdagangan Singapura dan Malaysia. Business matching yang diselenggarakan melalui daring melibatkan 21 pelaku usaha di sektor makanan dan minuman dari berbagai provinsi yang juga merupakan mitra binaan Coaching Program for New Exporters (program CPNE) dari tahun 2016 hingga 2021.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R. Gerald Setiawan Grisanto mengatakan, melalui business matching tersebut diharapkan para pelaku usaha mendapatkan peluang akses pasar baru.
Baca Juga: Impor Indonesia USD19,3 Miliar di November 2021, BPS: Trennya Naik
&quot;Selain itu, kegiatan ini menjembatani pemenuhan kebutuhan akan informasi yang harus diketahui oleh para pelaku usaha Indonesia secara langsung dari potential buyers, jenis produk, standar kualitas produk, persyaratan lainnya yang diinginkan pasar di Singapura dan Malaysia, serta pengalaman lainnya yang dialami,&quot; ujar Gerald.
LPEI memiliki serangkaian program yang terintegrasi untuk membantu mengatasi kendala dan hambatan yang dihadapi oleh para pelaku UKM berorientasi ekspor baik dari aspek finansial maupun non-finansial atau dikenal dengan Program Jasa Konsultasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xMC8xLzE0MDIyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan itu memberikan  pelatihan melalui Program CPNE bagi pelaku UKM berorientasi ekspor atau  yang belum melakukan ekspor secara mandiri, mencari peluang pasar di era  digital melalui Program Marketing Handholding, dan pendampingan kepada  kelompok atau klaster yang berpotensi untuk melakukan aktivitas produksi  komoditas unggulan secara berkelanjutan dengan tujuan peningkatan  kapasitas masyarakat daerah serta pengembangan komoditas unggulan desa  melalui Program Desa Devisa.
Lebih lanjut, Gerald menjelaskan bahwa para mitra binaan LPEI yang  dinilai telah siap atau bankable dapat diberikan pembiayaan dengan tetap  memperhatikan aspek-aspek pembiayaan yang cermat dan seksama.
Sebagai contoh ada mitra binaan CPNE asal Jawa Tengah bergerak di  sektor komoditas brikat arang batok mendapatkan fasilitas pembiayaan PKE  UKM di era pandemi ini. Adanya fasilitas tersebut membantu kegiatan  operasionalnya bahkan masih dapat melakukan ekspor ke kawasan Asia Timur  Tengah.
LPEI juga menjalin kerja sama dan bersinergi dengan kementerian  maupun lembaga terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelaku  UKM berorientasi ekspor secara finansial maupun non-finansial guna  membantu meningkatkan daya saing produk maupun jasa di pasar global.
Hingga November 2021, terdapat 2.706 pelaku UKM yang berasal di 15  kota telah mengikuti pelatihan baik secara hybrid maupun daring dan 75  pelaku usaha yang telah berhasil melakukan ekspor perdana melalui  Program CPNE.</content:encoded></item></channel></rss>
