<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut soal Masalah Kawasan Industri Hijau di Kaltara, Bagai Telur dan Ayam</title><description>Pembangunan industri hijau di Kawasan Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) adalah bukan hal yang mudah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/21/320/2520408/menko-luhut-soal-masalah-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-bagai-telur-dan-ayam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/21/320/2520408/menko-luhut-soal-masalah-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-bagai-telur-dan-ayam"/><item><title>Menko Luhut soal Masalah Kawasan Industri Hijau di Kaltara, Bagai Telur dan Ayam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/21/320/2520408/menko-luhut-soal-masalah-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-bagai-telur-dan-ayam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/21/320/2520408/menko-luhut-soal-masalah-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-bagai-telur-dan-ayam</guid><pubDate>Selasa 21 Desember 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/21/320/2520408/menko-luhut-soal-masalah-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-bagai-telur-dan-ayam-knls0reoPv.png" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/21/320/2520408/menko-luhut-soal-masalah-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-bagai-telur-dan-ayam-knls0reoPv.png</image><title>Menko Luhut (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pembangunan industri hijau di Kawasan Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) adalah bukan hal yang mudah.

Luhut menilai permasalahan dihadapi adalah ibaratkan permasalahan antara telur dan ayam.

&amp;ldquo;Pengembangan (investasi) di Kalimantan ini bukanlah hal yang mudah. Setelah kami mempelajari permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan antara telur dan ayam dan pihak investor industri yang mau masuk wilayah ini bersedia bersedia kalau PLTA sudah dibangun &amp;rdquo; kata Luhut dalam Groundbreaking Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Punya Kawasan Industri Hijau Terbesar Dunia, Luhut: Indonesia Akan Jadi Superpower Energi Terbarukan



Diakui Luhut, sejak tahun 2015 sampai 2018 tidak ada pengembangan yang signifikan hanya perpanjangan izin dari tahun ke tahun.

&amp;ldquo;Sementara investor di PLTA terus berputar putar sehingga pembangungannya tidak maju-maju dan ini dibutuhkan suatu keberanian dan kemampuan eksekusi yang baik untuk merealisasi pembangunan wilayah ini,&amp;rdquo; ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkomitmen dukungannya untuk pembangunan proyek ini. &amp;ldquo;Karena hanya untuk PLTA kami memperkirakan USD10 miliar sampai USD12 miliar, belum lagi untuk pembangunan pelabuhan dan lainnya yang tidak membutuhkan biaya yang sedikit,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pembangunan industri hijau di Kawasan Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) adalah bukan hal yang mudah.

Luhut menilai permasalahan dihadapi adalah ibaratkan permasalahan antara telur dan ayam.

&amp;ldquo;Pengembangan (investasi) di Kalimantan ini bukanlah hal yang mudah. Setelah kami mempelajari permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan antara telur dan ayam dan pihak investor industri yang mau masuk wilayah ini bersedia bersedia kalau PLTA sudah dibangun &amp;rdquo; kata Luhut dalam Groundbreaking Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Punya Kawasan Industri Hijau Terbesar Dunia, Luhut: Indonesia Akan Jadi Superpower Energi Terbarukan



Diakui Luhut, sejak tahun 2015 sampai 2018 tidak ada pengembangan yang signifikan hanya perpanjangan izin dari tahun ke tahun.

&amp;ldquo;Sementara investor di PLTA terus berputar putar sehingga pembangungannya tidak maju-maju dan ini dibutuhkan suatu keberanian dan kemampuan eksekusi yang baik untuk merealisasi pembangunan wilayah ini,&amp;rdquo; ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkomitmen dukungannya untuk pembangunan proyek ini. &amp;ldquo;Karena hanya untuk PLTA kami memperkirakan USD10 miliar sampai USD12 miliar, belum lagi untuk pembangunan pelabuhan dan lainnya yang tidak membutuhkan biaya yang sedikit,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
