<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Pengembangan Bandara Batam Tunjang Kawasan BBK</title><description>Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan Bandara Batam bakal menunjang pengembangan Kawasan BBK (Batam, Bintan dan Karimun).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/22/320/2520981/menko-airlangga-pengembangan-bandara-batam-tunjang-kawasan-bbk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/22/320/2520981/menko-airlangga-pengembangan-bandara-batam-tunjang-kawasan-bbk"/><item><title>Menko Airlangga: Pengembangan Bandara Batam Tunjang Kawasan BBK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/22/320/2520981/menko-airlangga-pengembangan-bandara-batam-tunjang-kawasan-bbk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/22/320/2520981/menko-airlangga-pengembangan-bandara-batam-tunjang-kawasan-bbk</guid><pubDate>Rabu 22 Desember 2021 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/22/320/2520981/menko-airlangga-pengembangan-bandara-batam-tunjang-kawasan-bbk-cQ9HMmSIx7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan bandara Batam tunjang kawasan BBK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/22/320/2520981/menko-airlangga-pengembangan-bandara-batam-tunjang-kawasan-bbk-cQ9HMmSIx7.jpg</image><title>Pengembangan bandara Batam tunjang kawasan BBK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan Bandara Batam bakal menunjang pengembangan Kawasan BBK (Batam, Bintan dan Karimun).
Dalam pengembangan Bandara Batam, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.
Baca Juga: Menko Airlangga: Proyek Strategis Nasional Bangkitkan Ekonomi Daerah
 
&quot;Penandatanganan PKS ini menandai era baru dari proses panjang dalam upaya percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam dalam menunjang pengembangan Kawasan BBK, serta kawasan regional Indonesia bagian barat, maupun pasar global seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok, bahkan menjangkau Amerika Serikat,&quot; kata Airlangga dilansir dari Antara, Selasa (22/12/2021).
Dengan pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut, terdapat beberapa peluang yang dapat ditangkap oleh Batam. Diantaranya, terbukanya lalu lintas penerbangan domestik maupun internasional, mendukung penerbangan haji dan umroh, pengembangan tujuan pariwisata kolaboratif, dan pengembangan Batam sebagai Logistic Aerocity (e-commerce dan cold chain product).
Baca Juga: Menko Airlangga: Investor dan Pasar Modal Jadi Bagian Penting dalam Pemulihan Ekonomi
Peluang tersebut diyakini akan dapat dicapai dengan memperhatikan kapasitas dan kapabilitas anggota konsorsium, yakni PT Angkasa Pura I yang telah mengelola 15 bandara di Indonesia dengan layanan 83,4 juta penumpang dan 556 ribu ton kargo pada 2019, Incheon International Airport Corporation yang mengelola Bandara Internasional Incheon dengan superprioritas jaringan rute antar benua mencakup 88 maskapai, 52 negara destinasi, dan 173 kota destinasi, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang memiliki portofolio overseas project di Asia dan Afrika.
&quot;KPBU Hang Nadim Batam merupakan proyek brownfield dengan nilai investasi sebesar Rp6,9 triliun dengan masa kerja sama selama 25 tahun. Diharapkan KPBU ini dapat memberikan manfaat langsung kepada BP Batam senilai Rp34,58 triliun,&quot; ujarnya.Adapun dampak tidak langsung dari KPBU tersebut adalah terjadinya  peningkatan pelayanan kebandarudaraan dengan target awal untuk lima  tahun ke depan, yakni pelayanan penumpang sebesar 2 kali lipat dan  pelayanan kargo sebesar 1,5 kali lipat yang dihitung dengan capaian  tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa kekuatan badan usaha  konsorsium tersebut diyakini akan dapat menyusun dan menerapkan strategi  pengembangan rute yang berorientasi ke global transhipment, yaitu  menjadikan Batam sebagai hub logistik nasional degan gateway in/out  Amerika Serikat-Korea Selatan-Batam dan Tiongkok-Batam, Singapore market  shifting dengan peningkatan fasilitas dan layanan warehousing,  e-commerce fulfillment center dengan target produk ke Tiongkok dan Korea  Selatan. Selain juga meningkatkan ekspor produk pertanian dan perikanan  dari Indonesia ke mancanegara.
&amp;ldquo;Memperhatikan tujuan dan dampak besar dari pelaksanaan KPBU  tersebut, maka saya mengharapkan bahwa operasionalisasi PKS hari ini  dapat segera dijalankan dalam satu sampai dua bulan ke depan,&amp;rdquo; katanya.
Dia juga mengharapkan proyek Bandara Hang Nadim ini akan dapat  menjadi jembatan untuk kerja bersama, maju bersama, dan sejahtera  bersama antara Indonesia dan Korea Selatan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan Bandara Batam bakal menunjang pengembangan Kawasan BBK (Batam, Bintan dan Karimun).
Dalam pengembangan Bandara Batam, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.
Baca Juga: Menko Airlangga: Proyek Strategis Nasional Bangkitkan Ekonomi Daerah
 
&quot;Penandatanganan PKS ini menandai era baru dari proses panjang dalam upaya percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam dalam menunjang pengembangan Kawasan BBK, serta kawasan regional Indonesia bagian barat, maupun pasar global seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok, bahkan menjangkau Amerika Serikat,&quot; kata Airlangga dilansir dari Antara, Selasa (22/12/2021).
Dengan pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut, terdapat beberapa peluang yang dapat ditangkap oleh Batam. Diantaranya, terbukanya lalu lintas penerbangan domestik maupun internasional, mendukung penerbangan haji dan umroh, pengembangan tujuan pariwisata kolaboratif, dan pengembangan Batam sebagai Logistic Aerocity (e-commerce dan cold chain product).
Baca Juga: Menko Airlangga: Investor dan Pasar Modal Jadi Bagian Penting dalam Pemulihan Ekonomi
Peluang tersebut diyakini akan dapat dicapai dengan memperhatikan kapasitas dan kapabilitas anggota konsorsium, yakni PT Angkasa Pura I yang telah mengelola 15 bandara di Indonesia dengan layanan 83,4 juta penumpang dan 556 ribu ton kargo pada 2019, Incheon International Airport Corporation yang mengelola Bandara Internasional Incheon dengan superprioritas jaringan rute antar benua mencakup 88 maskapai, 52 negara destinasi, dan 173 kota destinasi, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang memiliki portofolio overseas project di Asia dan Afrika.
&quot;KPBU Hang Nadim Batam merupakan proyek brownfield dengan nilai investasi sebesar Rp6,9 triliun dengan masa kerja sama selama 25 tahun. Diharapkan KPBU ini dapat memberikan manfaat langsung kepada BP Batam senilai Rp34,58 triliun,&quot; ujarnya.Adapun dampak tidak langsung dari KPBU tersebut adalah terjadinya  peningkatan pelayanan kebandarudaraan dengan target awal untuk lima  tahun ke depan, yakni pelayanan penumpang sebesar 2 kali lipat dan  pelayanan kargo sebesar 1,5 kali lipat yang dihitung dengan capaian  tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa kekuatan badan usaha  konsorsium tersebut diyakini akan dapat menyusun dan menerapkan strategi  pengembangan rute yang berorientasi ke global transhipment, yaitu  menjadikan Batam sebagai hub logistik nasional degan gateway in/out  Amerika Serikat-Korea Selatan-Batam dan Tiongkok-Batam, Singapore market  shifting dengan peningkatan fasilitas dan layanan warehousing,  e-commerce fulfillment center dengan target produk ke Tiongkok dan Korea  Selatan. Selain juga meningkatkan ekspor produk pertanian dan perikanan  dari Indonesia ke mancanegara.
&amp;ldquo;Memperhatikan tujuan dan dampak besar dari pelaksanaan KPBU  tersebut, maka saya mengharapkan bahwa operasionalisasi PKS hari ini  dapat segera dijalankan dalam satu sampai dua bulan ke depan,&amp;rdquo; katanya.
Dia juga mengharapkan proyek Bandara Hang Nadim ini akan dapat  menjadi jembatan untuk kerja bersama, maju bersama, dan sejahtera  bersama antara Indonesia dan Korea Selatan.</content:encoded></item></channel></rss>
