<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1,7 Miliar Masyarakat Dunia Belum Punya Akses ke Sektor Keuangan</title><description>Ada 1,7 miliar masyarakat dunia yang belum mempunyai akses pada sektor keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/23/320/2521401/1-7-miliar-masyarakat-dunia-belum-punya-akses-ke-sektor-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/23/320/2521401/1-7-miliar-masyarakat-dunia-belum-punya-akses-ke-sektor-keuangan"/><item><title>1,7 Miliar Masyarakat Dunia Belum Punya Akses ke Sektor Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/23/320/2521401/1-7-miliar-masyarakat-dunia-belum-punya-akses-ke-sektor-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/23/320/2521401/1-7-miliar-masyarakat-dunia-belum-punya-akses-ke-sektor-keuangan</guid><pubDate>Kamis 23 Desember 2021 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/23/320/2521401/1-7-miliar-masyarakat-dunia-belum-punya-akses-ke-sektor-keuangan-HENok2U90A.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inklusi keuangan dunia masih rendah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/23/320/2521401/1-7-miliar-masyarakat-dunia-belum-punya-akses-ke-sektor-keuangan-HENok2U90A.jpeg</image><title>Inklusi keuangan dunia masih rendah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ada 1,7 miliar masyarakat dunia yang belum mempunyai akses pada sektor keuangan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan hal tersebut jadi salah satu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia adalah mendorong inklusi ekonomi dan keuangan.
&quot;Di negara berkembang, sebanyak 67% penduduknya itu belum punya akses, bahkan di negara maju 94%, apalagi kelompok wanita dan kelompok muda. Inilah kenapa sesuai arahan Presiden, inklusi ekonomi dan keuangan adalah salah satu agenda prioritas,&quot; kata Perry, Kamis (23/12/2021).
Baca Juga: Luhut Soroti Orang RI Belum Melek Keuangan, Masih Kalah dari Malaysia hingga Singapura 
Dorongan inklusi ekonomi dan keuangan khususnya bagi kelompok penduduk yang selama ini belum terlayani secara baik di dalam keuangan, dengan tujuan mendorong produktivitas, kapasitas, dan akses keuangan.
Menurut Perry, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mencapai inklusi ekonomi dan keuangan, yakni digitalisasi pelayanan jasa keuangan, diversifikasi produk layanan jasa keuangan melalui digitalisasi yang tidak terbatas pada kredit, tetapi menyentuh berbagai layanan jasa produk keuangan, serta meningkatkan kapasitas UMKM, wanita, dan milenial.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Bansos Bikin Orang RI Melek Keuangan
&quot;Banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, melakukan upaya seperti Gernas Bangga Buatan Indonesia bisa mendorong UMKM. Contoh ini akan kami angkat menjadi suatu output bagaimana kami mendorong digitalisasi, mengimplementasikan kebijakan nasional, meningkatkan pelayanan produk keuangan, dan model bisnis untuk mendorong inklusi ekonomi dan keuangan,&quot; ucap dia.Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan Indonesia  sebagai negara berkembang, negara terbesar ASEAN, negara dengan ekonomi  yang dianggap relatif stabil dengan sistem politik budaya yang stabil,  dalam Presidensi G20 akan ikut mendukung atau membantu membentuk  berbagai kebijakan yang pengaruhnya ke seluruh dunia.
&quot;Bank Sentral dengan para Menteri Keuangan akan bertemu dan bicara  bagaimana supaya setiap negara mendesain kebijakan ekonominya untuk  pulih. Dengan demikian jika ekonomi global pulih akan memberikan efek  rambatan ke berbagai negara,&quot; tutur Sri Mulyani.
Dia menambahkan, dampak pemulihan global bagi masyarakat Indonesia  adalah melalui ekspor, sehingga jika ekonomi global tumbuh tinggi,  ekspor Indonesia juga akan tumbuh tinggi.
Implikasinya, berbagai pendapatan negara pun akan semakin tumbuh  signifikan seperti saat ini di mana penerimaan pajak tumbuh lebih dari  18%, penerimaan bea cukai tumbuh lebih dari 24%, dan penerimaan negara  bukan pajak (PNBP) tumbuh lebih dari 23%.
&quot;Jadi dampaknya ekonomi Indonesia akan meningkat atau tumbuh dari  sisi kegiatan ekspor, harga komoditas, dan itu pengaruhnya kepada para  pelaku ekonomi dan masyarakat,&quot; ujar Menkeu.</description><content:encoded>JAKARTA - Ada 1,7 miliar masyarakat dunia yang belum mempunyai akses pada sektor keuangan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan hal tersebut jadi salah satu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia adalah mendorong inklusi ekonomi dan keuangan.
&quot;Di negara berkembang, sebanyak 67% penduduknya itu belum punya akses, bahkan di negara maju 94%, apalagi kelompok wanita dan kelompok muda. Inilah kenapa sesuai arahan Presiden, inklusi ekonomi dan keuangan adalah salah satu agenda prioritas,&quot; kata Perry, Kamis (23/12/2021).
Baca Juga: Luhut Soroti Orang RI Belum Melek Keuangan, Masih Kalah dari Malaysia hingga Singapura 
Dorongan inklusi ekonomi dan keuangan khususnya bagi kelompok penduduk yang selama ini belum terlayani secara baik di dalam keuangan, dengan tujuan mendorong produktivitas, kapasitas, dan akses keuangan.
Menurut Perry, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mencapai inklusi ekonomi dan keuangan, yakni digitalisasi pelayanan jasa keuangan, diversifikasi produk layanan jasa keuangan melalui digitalisasi yang tidak terbatas pada kredit, tetapi menyentuh berbagai layanan jasa produk keuangan, serta meningkatkan kapasitas UMKM, wanita, dan milenial.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Bansos Bikin Orang RI Melek Keuangan
&quot;Banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, melakukan upaya seperti Gernas Bangga Buatan Indonesia bisa mendorong UMKM. Contoh ini akan kami angkat menjadi suatu output bagaimana kami mendorong digitalisasi, mengimplementasikan kebijakan nasional, meningkatkan pelayanan produk keuangan, dan model bisnis untuk mendorong inklusi ekonomi dan keuangan,&quot; ucap dia.Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan Indonesia  sebagai negara berkembang, negara terbesar ASEAN, negara dengan ekonomi  yang dianggap relatif stabil dengan sistem politik budaya yang stabil,  dalam Presidensi G20 akan ikut mendukung atau membantu membentuk  berbagai kebijakan yang pengaruhnya ke seluruh dunia.
&quot;Bank Sentral dengan para Menteri Keuangan akan bertemu dan bicara  bagaimana supaya setiap negara mendesain kebijakan ekonominya untuk  pulih. Dengan demikian jika ekonomi global pulih akan memberikan efek  rambatan ke berbagai negara,&quot; tutur Sri Mulyani.
Dia menambahkan, dampak pemulihan global bagi masyarakat Indonesia  adalah melalui ekspor, sehingga jika ekonomi global tumbuh tinggi,  ekspor Indonesia juga akan tumbuh tinggi.
Implikasinya, berbagai pendapatan negara pun akan semakin tumbuh  signifikan seperti saat ini di mana penerimaan pajak tumbuh lebih dari  18%, penerimaan bea cukai tumbuh lebih dari 24%, dan penerimaan negara  bukan pajak (PNBP) tumbuh lebih dari 23%.
&quot;Jadi dampaknya ekonomi Indonesia akan meningkat atau tumbuh dari  sisi kegiatan ekspor, harga komoditas, dan itu pengaruhnya kepada para  pelaku ekonomi dan masyarakat,&quot; ujar Menkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
