<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,5% di 2022, Ini Faktornya</title><description>B membeberkan sejumlah faktor pendorong pertumbuhan ekonomi domestik pada kisaran 4,7% sampai dengan 5,5% di 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/24/320/2522053/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-ini-faktornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/24/320/2522053/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-ini-faktornya"/><item><title>Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,5% di 2022, Ini Faktornya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/24/320/2522053/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-ini-faktornya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/24/320/2522053/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-ini-faktornya</guid><pubDate>Jum'at 24 Desember 2021 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/24/320/2522053/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-ini-faktornya-mgTPyERamp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/24/320/2522053/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-ini-faktornya-mgTPyERamp.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan sejumlah faktor pendorong pertumbuhan ekonomi domestik pada kisaran 4,7% sampai dengan 5,5% di 2022.
Pertumbuhan PDB Indonesia diproyeksikan lebih tinggi dari dari tahun 2021 yang berada di rentang 3,2% sampai dengan 4% sejalan dengan tren pemulihan ekonomi nasional dan global.
&quot;Tahun depan, BI memperkirakan PDB tumbuh 4,7% sampai 5,5% dari tahun 2021 3,2-4%,&quot; ujar Perry dalam webinar ISEI pada Jumat (24/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Yakinkan Investor China soal Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2022
Dia mengatakan, sejumlah sumber penggerak pertumbuhan itu meningkatnya ekspor yang ditopang oleh peningkatan harga komoditas dengan volume tinggi.
&quot;Lalu dari sisi investasi, ada pemulihan dari beberapa proyek strategis nasional (PSN) yang sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi, kini kembali dilanjutkan. Lalu, investasi penanaman modal asing (PMA) juga akan meningkat,&quot; ungkap Perry.
Selanjutnya, dari sisi konsumsi rumah tangga, BI memprediksi akan mengalami kenaikan dan trennya akan terus membaik di tahun depan seiring dengan gencarnya vaksinasi Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ramalan IMF hingga World Bank soal Ekonomi Indonesia 2022, seperti Apa?
&quot;Konsumsi swasta terus meningkat di Q4 dan tahun depan membaik dengan mengandalkan vaksinasi dan pembukaan sektor ritel dan terakhir stimulus fiskal dan bank sentral,&quot; papar Perry.Sementara itu, dari sisi inflasi, diperkirakan masih terkendali di level 3%&amp;plusmn;1%.
&quot;Kami memprediksi pertumbuhan kredit perbankan di tahun depan akan tumbuh 6% sampai dengan 8% sejalan dengan pemulihan ekonomi dengan kondisi likuiditas perbankan yang masih melimpah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan sejumlah faktor pendorong pertumbuhan ekonomi domestik pada kisaran 4,7% sampai dengan 5,5% di 2022.
Pertumbuhan PDB Indonesia diproyeksikan lebih tinggi dari dari tahun 2021 yang berada di rentang 3,2% sampai dengan 4% sejalan dengan tren pemulihan ekonomi nasional dan global.
&quot;Tahun depan, BI memperkirakan PDB tumbuh 4,7% sampai 5,5% dari tahun 2021 3,2-4%,&quot; ujar Perry dalam webinar ISEI pada Jumat (24/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Yakinkan Investor China soal Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2022
Dia mengatakan, sejumlah sumber penggerak pertumbuhan itu meningkatnya ekspor yang ditopang oleh peningkatan harga komoditas dengan volume tinggi.
&quot;Lalu dari sisi investasi, ada pemulihan dari beberapa proyek strategis nasional (PSN) yang sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi, kini kembali dilanjutkan. Lalu, investasi penanaman modal asing (PMA) juga akan meningkat,&quot; ungkap Perry.
Selanjutnya, dari sisi konsumsi rumah tangga, BI memprediksi akan mengalami kenaikan dan trennya akan terus membaik di tahun depan seiring dengan gencarnya vaksinasi Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ramalan IMF hingga World Bank soal Ekonomi Indonesia 2022, seperti Apa?
&quot;Konsumsi swasta terus meningkat di Q4 dan tahun depan membaik dengan mengandalkan vaksinasi dan pembukaan sektor ritel dan terakhir stimulus fiskal dan bank sentral,&quot; papar Perry.Sementara itu, dari sisi inflasi, diperkirakan masih terkendali di level 3%&amp;plusmn;1%.
&quot;Kami memprediksi pertumbuhan kredit perbankan di tahun depan akan tumbuh 6% sampai dengan 8% sejalan dengan pemulihan ekonomi dengan kondisi likuiditas perbankan yang masih melimpah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
