<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM Sebut Kualitas Alat Pemantauan Gunung Api di RI Ketinggalan</title><description>Arifin Tasrif menyebut alat pemantauan gunung api yang dimiliki Indonesia sudah ketinggalan zaman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/25/320/2522443/menteri-esdm-sebut-kualitas-alat-pemantauan-gunung-api-di-ri-ketinggalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/25/320/2522443/menteri-esdm-sebut-kualitas-alat-pemantauan-gunung-api-di-ri-ketinggalan"/><item><title>Menteri ESDM Sebut Kualitas Alat Pemantauan Gunung Api di RI Ketinggalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/25/320/2522443/menteri-esdm-sebut-kualitas-alat-pemantauan-gunung-api-di-ri-ketinggalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/25/320/2522443/menteri-esdm-sebut-kualitas-alat-pemantauan-gunung-api-di-ri-ketinggalan</guid><pubDate>Sabtu 25 Desember 2021 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/25/320/2522443/menteri-esdm-sebut-kualitas-alat-pemantauan-gunung-api-di-ri-ketinggalan-lR2CZqzT0t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasca erupsi Gunung Semeru (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/25/320/2522443/menteri-esdm-sebut-kualitas-alat-pemantauan-gunung-api-di-ri-ketinggalan-lR2CZqzT0t.jpg</image><title>Pasca erupsi Gunung Semeru (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut alat pemantauan gunung api yang dimiliki Indonesia sudah ketinggalan zaman. Dia meminta pemutakhiran peralatan pemantauan khususnya di pos pengamatan gunung api (PGA) di seluruh Indonesia.
Menteri Arifin meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terus memantau aktivitas gunung api di Indonesia.
&quot;Ikuti perkembangan terbaru teknologi yang ada. Jika ada yang terbaru, lakukan upgrading, yang masih ketinggalan kita tingkatkan kualitasnya,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Sabtu (25/11/2021).
Baca Juga: Kisah Getir Nenek Yayuk Puluhan Tahun Jadi Penambang Pasir di Lereng Merapi 
Turut mendampingi kunjungan kerja Menteri ESDM yang dilakukan usai memantau ketersediaan pasokan listrik dan BBM untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, antara lain Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono, dan Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani.
Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, PVMBG memantau 69 gunung api melalui 74 PGA selama 24 jam. &quot;Kita minta PVMBG memonitor semua gunung api, baik tipe A, B, C. Untuk sementara, kita digitalisasikan 69 gunung api, agar dapat terintegrasi pemantauannya di PVMBG,&quot; ujarnya.
Menteri Arifin mengatakan  PVMBG harus memenuhi tiga hal yaitu ketercukupan petugas pemantauan, ketersediaan alat pemantauan yang mutakhir, dan pembinaan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas hingga 2 Km
Untuk pembinaan kemampuan SDM, bisa dilakukan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM Kementerian ESDM.
Pada kesempatan itu Menteri ESDM melakukan video conference dengan pengamat gunung api yang sedang bertugas di seluruh Indonesia.
&quot;Assalamualaikum pengamat Gunung Seulawah Agam di Aceh, Gunung Lokon, Semeru, Merapi, Dieng, Sinabung, apa kabar semua,&quot; sapa Arifin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xMi8xLzE0MjczMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kepada para pengamat itu, Menteri Arifin menanyakan status gunung api  yang diawasinya dan berjanji memodernisasi perlengkapan pengamatannya.
&quot;Terus monitor aktivitas gunung api, jangan lengah dan tetap waspada.  Terus tingkatkan kemampuan, kita juga akan terus berupaya memodernisasi  perlengkapan pengamatan,&quot; ujarnya.
Pengamat gunung api umumnya telah dilengkapi peralatan monitoring  kebencanaan, yang meliputi seismik, GPS, tilt meter, electronic distance  measurement (EDM), dan CCTV.
Saat ini Gunung Merapi memiliki sistem pemantauan terbaik dengan 6  stasiun seismik, 6 stasiun GPS, 2 stasiun tilt meter, 1 EDM minimal 4  reflektor, 1 stasiun geokimia, 2 stasiun CCTV, dan 1 infra red camera.
PVMBG juga memiliki sistem pemantauan Sesar Opak di Yogyakarta dan  Sesar Lembang di Bandung. Sistem pemantauan gerakan tanah dilakukan  dengan memasang Landslide Early Warning System (LEWS) dan ruang  monitoring di Bandung untuk memantau aktivitas gunung api serta  pengumpulan informasi kejadian gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah di  seluruh Indonesia.
Aplikasi MAGMA Indonesia juga disajikan untuk memudahkan masyarakat mengakses data terkini kebencanaan geologi.
&quot;Alur monitoring gunung api diawali dari hasil perekaman di lapangan  yang dikirim ke pos pemantau melalui radio analog/digital, dilanjutkan  ke kantor Bandung melalui VSAT. Alur monitoring patahan aktif dan  gerakan tanah berawal dari perekaman data di lapangan dikirim ke Bandung  melalui aplikasi MAGMA Indonesia,&quot; jelas Kepala PVMBG Andiani.
PVMBG pun telah menorehkan prestasi terkait penanganan kebencanaan,  baik dalam maupun luar negeri, yang menunjukkan kredibilitas dan  kompetensinya. MAGMA Indonesia meraih penghargaan Top 40 Inovasi  Pelayanan Publik Terbaik di Indonesia pada 2017. PVMBG juga memperoleh  predikat wilayah bebas korupsi pada 2021 dari Kementerian PAN RB.
Di internasional, PVMBG diakui sebagai institusi vulkanologi terbaik  di dunia dalam hal pemantauan dan manajemen krisis yang diberikan  International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth's  Interior (IAVCEI).</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut alat pemantauan gunung api yang dimiliki Indonesia sudah ketinggalan zaman. Dia meminta pemutakhiran peralatan pemantauan khususnya di pos pengamatan gunung api (PGA) di seluruh Indonesia.
Menteri Arifin meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terus memantau aktivitas gunung api di Indonesia.
&quot;Ikuti perkembangan terbaru teknologi yang ada. Jika ada yang terbaru, lakukan upgrading, yang masih ketinggalan kita tingkatkan kualitasnya,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Sabtu (25/11/2021).
Baca Juga: Kisah Getir Nenek Yayuk Puluhan Tahun Jadi Penambang Pasir di Lereng Merapi 
Turut mendampingi kunjungan kerja Menteri ESDM yang dilakukan usai memantau ketersediaan pasokan listrik dan BBM untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, antara lain Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono, dan Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani.
Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, PVMBG memantau 69 gunung api melalui 74 PGA selama 24 jam. &quot;Kita minta PVMBG memonitor semua gunung api, baik tipe A, B, C. Untuk sementara, kita digitalisasikan 69 gunung api, agar dapat terintegrasi pemantauannya di PVMBG,&quot; ujarnya.
Menteri Arifin mengatakan  PVMBG harus memenuhi tiga hal yaitu ketercukupan petugas pemantauan, ketersediaan alat pemantauan yang mutakhir, dan pembinaan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas hingga 2 Km
Untuk pembinaan kemampuan SDM, bisa dilakukan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM Kementerian ESDM.
Pada kesempatan itu Menteri ESDM melakukan video conference dengan pengamat gunung api yang sedang bertugas di seluruh Indonesia.
&quot;Assalamualaikum pengamat Gunung Seulawah Agam di Aceh, Gunung Lokon, Semeru, Merapi, Dieng, Sinabung, apa kabar semua,&quot; sapa Arifin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xMi8xLzE0MjczMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kepada para pengamat itu, Menteri Arifin menanyakan status gunung api  yang diawasinya dan berjanji memodernisasi perlengkapan pengamatannya.
&quot;Terus monitor aktivitas gunung api, jangan lengah dan tetap waspada.  Terus tingkatkan kemampuan, kita juga akan terus berupaya memodernisasi  perlengkapan pengamatan,&quot; ujarnya.
Pengamat gunung api umumnya telah dilengkapi peralatan monitoring  kebencanaan, yang meliputi seismik, GPS, tilt meter, electronic distance  measurement (EDM), dan CCTV.
Saat ini Gunung Merapi memiliki sistem pemantauan terbaik dengan 6  stasiun seismik, 6 stasiun GPS, 2 stasiun tilt meter, 1 EDM minimal 4  reflektor, 1 stasiun geokimia, 2 stasiun CCTV, dan 1 infra red camera.
PVMBG juga memiliki sistem pemantauan Sesar Opak di Yogyakarta dan  Sesar Lembang di Bandung. Sistem pemantauan gerakan tanah dilakukan  dengan memasang Landslide Early Warning System (LEWS) dan ruang  monitoring di Bandung untuk memantau aktivitas gunung api serta  pengumpulan informasi kejadian gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah di  seluruh Indonesia.
Aplikasi MAGMA Indonesia juga disajikan untuk memudahkan masyarakat mengakses data terkini kebencanaan geologi.
&quot;Alur monitoring gunung api diawali dari hasil perekaman di lapangan  yang dikirim ke pos pemantau melalui radio analog/digital, dilanjutkan  ke kantor Bandung melalui VSAT. Alur monitoring patahan aktif dan  gerakan tanah berawal dari perekaman data di lapangan dikirim ke Bandung  melalui aplikasi MAGMA Indonesia,&quot; jelas Kepala PVMBG Andiani.
PVMBG pun telah menorehkan prestasi terkait penanganan kebencanaan,  baik dalam maupun luar negeri, yang menunjukkan kredibilitas dan  kompetensinya. MAGMA Indonesia meraih penghargaan Top 40 Inovasi  Pelayanan Publik Terbaik di Indonesia pada 2017. PVMBG juga memperoleh  predikat wilayah bebas korupsi pada 2021 dari Kementerian PAN RB.
Di internasional, PVMBG diakui sebagai institusi vulkanologi terbaik  di dunia dalam hal pemantauan dan manajemen krisis yang diberikan  International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth's  Interior (IAVCEI).</content:encoded></item></channel></rss>
