<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta WNI Terlantar Tunggu Karantina di Bandara, Nomor 3 Luhut Sebut Orang Kaya Minta Gratis</title><description>Viral video yang memperlihatkan rombongan warga baru pulang dari luar negeri terlantar di dalam area Bandara Soekarno-Hatta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/26/320/2522442/5-fakta-wni-terlantar-tunggu-karantina-di-bandara-nomor-3-luhut-sebut-orang-kaya-minta-gratis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/26/320/2522442/5-fakta-wni-terlantar-tunggu-karantina-di-bandara-nomor-3-luhut-sebut-orang-kaya-minta-gratis"/><item><title>5 Fakta WNI Terlantar Tunggu Karantina di Bandara, Nomor 3 Luhut Sebut Orang Kaya Minta Gratis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/26/320/2522442/5-fakta-wni-terlantar-tunggu-karantina-di-bandara-nomor-3-luhut-sebut-orang-kaya-minta-gratis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/26/320/2522442/5-fakta-wni-terlantar-tunggu-karantina-di-bandara-nomor-3-luhut-sebut-orang-kaya-minta-gratis</guid><pubDate>Minggu 26 Desember 2021 05:14 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/25/320/2522442/5-fakta-wni-terlantar-tunggu-karantina-di-bandara-nomor-3-luhut-sebut-orang-kaya-minta-gratis-TsA6E0Q4S4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WNI terlantar di Bandara tunggu fasilitas karantina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/25/320/2522442/5-fakta-wni-terlantar-tunggu-karantina-di-bandara-nomor-3-luhut-sebut-orang-kaya-minta-gratis-TsA6E0Q4S4.jpg</image><title>WNI terlantar di Bandara tunggu fasilitas karantina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Viral video yang memperlihatkan rombongan warga baru pulang dari luar negeri terlantar di dalam area Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam video yang beredar, warga mengaku telah mengantre sejak petang hingga menjelang azan subuh untuk bisa melakukan proses karantina di Wisma Atlet.
Berikut fakta Menko Luhut soal WNI terlantar tunggu karantina di bandara yang dirangkum di Jakarta, Minggu (26/12/2021).
Baca Juga: Hati-hati Penumpang Nakal Akan Dihapus dari Layanan TSA PreCheck
1. Luhut Buka Suara
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait viralnya video yang memperlihatkan rombongan warga yang baru pulang dari luar negeri terlantar di dalam area Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam video itu, warga yang merekam mengklaim telah mengantre sejak petang hingga menjelang adzan Subuh untuk bisa melakukan proses karantina di Wisma Atlet.
Luhut meminta warga yang baru pulang dari luar negeri tidak mengarang-ngarang berita yang tidak benar terkait dengan fasilitas karantina yang disiapkan pemerintah.
 
Baca Juga: 4 Momen Penumpang Telanjar di Bandara, Antre Karantina hingga Sistem Eror
2. Luhut Minta Warga Tidak Buat Gosip
Luhut meminta warga tidak membuat gosip-gosip yang tidak benar terkait fasilitas karantina itu. Warga yang tidak masuk kualifikasi karantina di Wisma Atlet seharusnya melakukan karantina di hotel repatriasi. Atas viralnya video itu Luhut mengaku akan mengambil tindakan.
&quot;Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang lakukan hal semacam ini, jangan membuat gosip-gosip yang tak perlu, semua harus kita lakukan secara terukur, keadaan ini memerlukan kerjasama kita semua,&quot; tegas Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yMC8xLzE0MzAwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Luhut Kecam Orang Kaya yang Enggan Karantina di Hotel
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan menyatakan pihaknya mengecam adanya pelaku perjalanan luar  negeri (PPLN) dari kalangan orang kaya yang enggan melakukan karantina  mandiri di hotel sebagaimana aturan yang ada.
Hal itu disampaikan Luhut berdasarkan laporan yang diterimanya dari  Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
&quot;Kami tadi sudah minta kepada Polda Metro untuk melakukan razia di  lapangan terbang Soekarno-Hatta, yang ternyata banyak yang memberikan  sebaran video itu. Banyak yang belanja ke luar negeri, shopping, tidak  mau karantina di hotel padahal dia bisa. Tapi dia minta supaya dia  dikarantina di Wisma Atlet karena gratis,&quot; katanya dikutip.
4. Pemerintah Akan Ambil Tindakan Tegas
Menurut Luhut, pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap  pelaku perjalanan luar negeri tersebut. Ia tidak ingin ulah nakal PPLN  itu menyebabkan penularan varian baru Covid-19, Omicron.
Koordinator PPKM Jawa Bali itu pun meminta kerja sama semua lapisan  masyarakat Indonesia untuk bisa mencegah penularan Covid-19, khususnya  varian baru tersebut.
&quot;Saya minta semua kita harus kerja sama. Semua rakyat Indonesia. Kita  harus tunjukkan bahwa bangsa ini bisa kerja sebagai tim. Keadaan ini  betul-betul memerlukan kerja sama kita semua,&quot; katanya.5. Calo Tawari Hotel Rp19 Juta
Menurut informasi, sejak minggu malam sejumlah turis dan Tenaga Kerja   Wanita (TKW) itu terlantar menunggu antrean karantina Wisma Atlet di   Bandara Soekarno-Hatta.
Peristiwa ini membuat orang yang tertidur berdekatan atau tidak   menjaga jarak. Sang pengunggah video juga ditawari calo dengan tarif   karantina hotel seharga Rp19 juta per orang.
Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia   (PHRI) Vivi Herlambang mengatakan, tarif karantina hotel bervariasi per   orangnya berdasarkan klasifikasi bintang hotelnya.
&quot;Tarif karantina hotel bintang dua Rp6,75 juta untuk 1 orang, dan   hotel bintang lima Rp12,5 juta untuk 10 hari. Kalau untuk dua orang   harganya beda ya, karena meals untuk dua orang,&quot; ujar Vivi saat   dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Viral video yang memperlihatkan rombongan warga baru pulang dari luar negeri terlantar di dalam area Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam video yang beredar, warga mengaku telah mengantre sejak petang hingga menjelang azan subuh untuk bisa melakukan proses karantina di Wisma Atlet.
Berikut fakta Menko Luhut soal WNI terlantar tunggu karantina di bandara yang dirangkum di Jakarta, Minggu (26/12/2021).
Baca Juga: Hati-hati Penumpang Nakal Akan Dihapus dari Layanan TSA PreCheck
1. Luhut Buka Suara
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait viralnya video yang memperlihatkan rombongan warga yang baru pulang dari luar negeri terlantar di dalam area Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam video itu, warga yang merekam mengklaim telah mengantre sejak petang hingga menjelang adzan Subuh untuk bisa melakukan proses karantina di Wisma Atlet.
Luhut meminta warga yang baru pulang dari luar negeri tidak mengarang-ngarang berita yang tidak benar terkait dengan fasilitas karantina yang disiapkan pemerintah.
 
Baca Juga: 4 Momen Penumpang Telanjar di Bandara, Antre Karantina hingga Sistem Eror
2. Luhut Minta Warga Tidak Buat Gosip
Luhut meminta warga tidak membuat gosip-gosip yang tidak benar terkait fasilitas karantina itu. Warga yang tidak masuk kualifikasi karantina di Wisma Atlet seharusnya melakukan karantina di hotel repatriasi. Atas viralnya video itu Luhut mengaku akan mengambil tindakan.
&quot;Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang lakukan hal semacam ini, jangan membuat gosip-gosip yang tak perlu, semua harus kita lakukan secara terukur, keadaan ini memerlukan kerjasama kita semua,&quot; tegas Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yMC8xLzE0MzAwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Luhut Kecam Orang Kaya yang Enggan Karantina di Hotel
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan menyatakan pihaknya mengecam adanya pelaku perjalanan luar  negeri (PPLN) dari kalangan orang kaya yang enggan melakukan karantina  mandiri di hotel sebagaimana aturan yang ada.
Hal itu disampaikan Luhut berdasarkan laporan yang diterimanya dari  Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
&quot;Kami tadi sudah minta kepada Polda Metro untuk melakukan razia di  lapangan terbang Soekarno-Hatta, yang ternyata banyak yang memberikan  sebaran video itu. Banyak yang belanja ke luar negeri, shopping, tidak  mau karantina di hotel padahal dia bisa. Tapi dia minta supaya dia  dikarantina di Wisma Atlet karena gratis,&quot; katanya dikutip.
4. Pemerintah Akan Ambil Tindakan Tegas
Menurut Luhut, pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap  pelaku perjalanan luar negeri tersebut. Ia tidak ingin ulah nakal PPLN  itu menyebabkan penularan varian baru Covid-19, Omicron.
Koordinator PPKM Jawa Bali itu pun meminta kerja sama semua lapisan  masyarakat Indonesia untuk bisa mencegah penularan Covid-19, khususnya  varian baru tersebut.
&quot;Saya minta semua kita harus kerja sama. Semua rakyat Indonesia. Kita  harus tunjukkan bahwa bangsa ini bisa kerja sebagai tim. Keadaan ini  betul-betul memerlukan kerja sama kita semua,&quot; katanya.5. Calo Tawari Hotel Rp19 Juta
Menurut informasi, sejak minggu malam sejumlah turis dan Tenaga Kerja   Wanita (TKW) itu terlantar menunggu antrean karantina Wisma Atlet di   Bandara Soekarno-Hatta.
Peristiwa ini membuat orang yang tertidur berdekatan atau tidak   menjaga jarak. Sang pengunggah video juga ditawari calo dengan tarif   karantina hotel seharga Rp19 juta per orang.
Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia   (PHRI) Vivi Herlambang mengatakan, tarif karantina hotel bervariasi per   orangnya berdasarkan klasifikasi bintang hotelnya.
&quot;Tarif karantina hotel bintang dua Rp6,75 juta untuk 1 orang, dan   hotel bintang lima Rp12,5 juta untuk 10 hari. Kalau untuk dua orang   harganya beda ya, karena meals untuk dua orang,&quot; ujar Vivi saat   dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
