<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Industri Otomotif 2022, Apa Itu? </title><description>Ketua Satu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkapkan tantangan industri otomotif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523130/tantangan-industri-otomotif-2022-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523130/tantangan-industri-otomotif-2022-apa-itu"/><item><title>Tantangan Industri Otomotif 2022, Apa Itu? </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523130/tantangan-industri-otomotif-2022-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523130/tantangan-industri-otomotif-2022-apa-itu</guid><pubDate>Senin 27 Desember 2021 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/27/320/2523130/tantangan-industri-otomotif-2022-apa-itu-WrACOTKpb1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Industri Automotif 2022. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/27/320/2523130/tantangan-industri-otomotif-2022-apa-itu-WrACOTKpb1.jpg</image><title>Tantangan Industri Automotif 2022. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkapkan tantangan industri otomotif di tahun depan. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi.
&quot;Tantangan yang besar bagi pelaku industri otomotif adalah pertumbuhan ekonomi. Kita harapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat dan bisa stabil di angka 5% sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah,&quot; kata Ketua Satu Gaikindo, Jongkie Sugiarto dalam program Market Review IDX Channel, Senin (27/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Tantang Jepang Alihkan Industri Otomotif dari Thailand ke Indonesia
Menurut Jongkie,  jika pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan dan bertahan hingga 6%, itu akan berdampak pada penjualan industri otomotif di 2022 mendatang.
&quot;Itu sangat bagus berarti ekonomi Indonesia bergulir, tentu diperlukan kita harap capaian tersebut dapat mengundang sejumlah investor melalui investasi dari luar dengan bebagai pembangunan infrastruktur,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lampaui Target, Penjualan Mobil Tahun Ini Laris 790 Ribu Unit
Hal tersebut membuat sejumlah pembangunan infrastruktur yang berjalan ditambah harga komoditas terus meningkat.
&quot;Akibatnya kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan dalam cukup sangat luas, sehingga kebutuhan alat angkut darat mulai meningkat,&quot; urainya.Untuk sebaran angka penjualan industri otomotif, tak hanya di Pulau Jawa pihak Gailindo menilai penjualan tersebut telah merata di kawasan pulau non jawa seperti Sumatra dan kalimantan.
&quot;Di sana juga ada pembangunan infrastruktur dari bandara,pelabuhan dan lainnya ini kan sama-sama bergerak dan kita kedepan berharap sebaran ini kendaran meningkat didorong penjualan hingga PPnBM dan kita juga berharap PPnBM ini terus dilanjutkan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkapkan tantangan industri otomotif di tahun depan. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi.
&quot;Tantangan yang besar bagi pelaku industri otomotif adalah pertumbuhan ekonomi. Kita harapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat dan bisa stabil di angka 5% sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah,&quot; kata Ketua Satu Gaikindo, Jongkie Sugiarto dalam program Market Review IDX Channel, Senin (27/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Tantang Jepang Alihkan Industri Otomotif dari Thailand ke Indonesia
Menurut Jongkie,  jika pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan dan bertahan hingga 6%, itu akan berdampak pada penjualan industri otomotif di 2022 mendatang.
&quot;Itu sangat bagus berarti ekonomi Indonesia bergulir, tentu diperlukan kita harap capaian tersebut dapat mengundang sejumlah investor melalui investasi dari luar dengan bebagai pembangunan infrastruktur,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lampaui Target, Penjualan Mobil Tahun Ini Laris 790 Ribu Unit
Hal tersebut membuat sejumlah pembangunan infrastruktur yang berjalan ditambah harga komoditas terus meningkat.
&quot;Akibatnya kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan dalam cukup sangat luas, sehingga kebutuhan alat angkut darat mulai meningkat,&quot; urainya.Untuk sebaran angka penjualan industri otomotif, tak hanya di Pulau Jawa pihak Gailindo menilai penjualan tersebut telah merata di kawasan pulau non jawa seperti Sumatra dan kalimantan.
&quot;Di sana juga ada pembangunan infrastruktur dari bandara,pelabuhan dan lainnya ini kan sama-sama bergerak dan kita kedepan berharap sebaran ini kendaran meningkat didorong penjualan hingga PPnBM dan kita juga berharap PPnBM ini terus dilanjutkan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
