<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir ke PLN soal Listrik KTT G20: Alasan Apa Pun Tak Boleh Mati Lampu</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir meninjau persiapan PT PLN (Persero) untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama KTT G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523447/erick-thohir-ke-pln-soal-listrik-ktt-g20-alasan-apa-pun-tak-boleh-mati-lampu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523447/erick-thohir-ke-pln-soal-listrik-ktt-g20-alasan-apa-pun-tak-boleh-mati-lampu"/><item><title>Erick Thohir ke PLN soal Listrik KTT G20: Alasan Apa Pun Tak Boleh Mati Lampu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523447/erick-thohir-ke-pln-soal-listrik-ktt-g20-alasan-apa-pun-tak-boleh-mati-lampu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/27/320/2523447/erick-thohir-ke-pln-soal-listrik-ktt-g20-alasan-apa-pun-tak-boleh-mati-lampu</guid><pubDate>Senin 27 Desember 2021 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/27/320/2523447/erick-thohir-ke-pln-soal-listrik-ktt-g20-alasan-apa-pun-tak-boleh-mati-lampu-bXkhp7uCpA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir pastikan pasokan listrik selama KTT G20 aman (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/27/320/2523447/erick-thohir-ke-pln-soal-listrik-ktt-g20-alasan-apa-pun-tak-boleh-mati-lampu-bXkhp7uCpA.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir pastikan pasokan listrik selama KTT G20 aman (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meninjau persiapan PT PLN (Persero) untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Oktober 2022.
&quot;Tinggal dari sekarang mulai bikin latihan-latihan kecil. Selama 9 bulan ini saya percaya mesti latihan,&quot; katanya, Senin (27/12/2021)
Erick mengingatkan para petugas nanti untuk tidak kecolongan pada saat hari penyelenggaraan KTT G20. Terutama di titik-titik penting, seperti hotel tempat kepala negara berkumpul maupun saat konferensi berlangsung.
Baca Juga: 1,7 Miliar Masyarakat Dunia Belum Punya Akses ke Sektor Keuangan
&quot;Itu yang paling penting. Dengan alasan apa pun tidak boleh mati lampu,&quot; imbuh Erick.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan, kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi kunci dan bukti komitmen PLN dalam mendukung pemerintah dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan.
&quot;Untuk itu atas arahan Pak Menteri, PLN harus melakukan persiapan yang matang. Dari pasokan energi primer, pembangkit, transmisi, sampai ke venue-nya,&quot; tuturnya.
Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Inovasi Insinyur dalam Mendukung Presidensi G20 Indonesia
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama KTT G20, PLN akan menerjunkan 550 petugas siaga untuk mengamankan pembangkit sampai dengan lokasi venue acara setiap hari.
Mayoritas dari personel ini bertugas mengamankan jalur distribusi sebanyak 436 orang. Sementara 28 petugas di antaranya akan siaga di pembangkit Bali dan Jawa, 52 personel akan mengamankan transmisi, 18 petugas piket patroli jaringan, dan 16 orang piket pengatur beban.
&quot;Untuk memastikan keandalan pasokan listrik 24 jam selama kegiatan KTT G20 berlangsung, PLN pun membagi para petugas ini menjadi tiga shift,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wMi8xLzE0MjM5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak hanya itu saja, PLN juga akan menyiagakan 12 unit mobil  Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 26 Unit Gardu Bergerak (UGB)  dengan total kapasitas 7.660 kilo Volt Ampere (kVA), 55 unit  Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 5.370 kVA, 31 unit  Genset Mobile berdaya 4.490 kVA. Selain itu, ada juga 59 unit mobil, 23  unit reaksi cepat, serta 104 unit sepeda motor untuk pelayanan teknik  (Yantek).
Dari sisi suplai daya, Darmawan menegaskan sistem kelistrikan Bali  sudah siap untuk menyelenggarakan pergelaran KTT G20. Dengan daya mampu  sistem sebesar 1.322,1 Mega Watt (MW), beban puncak tertinggi pada 2021  tercatat sebesar 754,6 MW. Sehingga masih ada cadangan daya atau reserve  margin sebesar 567,8 MW atau 42,9 persen.
&quot;Khusus KTT G20, kita akan tingkatkan 40 persen, sambil kita tingkatkan utilisasi aset,&quot; tegas Darmawan.
Darmawan menyebutkan, saat ini PLN sudah melalukan proses relokasi  pembangkit dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati ke  Pembangkit Listrik tenaga gas (PLTG) Pesanggaran sebesar 100 MW. Proses  ini ditargetkan selesai pada Oktober 2022, sehingga pada waktu KTT  berlangsung total daya mampu sistem di Bali akan memiliki kapasitas  sebesar 1.422,1 MW.
PLN pun memprediksikan beban puncak saat penyelenggaraan KTT G20  sebesar 980 MW. Darmawan pun berharap setelah acara KTT G20 selesai,  demand terhadap listrik PLN dapat bertahan di angka tersebut. &quot;Kalau  perlu (beban puncak) meningkat. Sehingga KTT G20 menjadi berkah bagi  PLN,&quot; ucapnya.Selain memastikan keandalan pasokan listrik, PLN juga berkomitmen   untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pengisian energi kendaraan   listrik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rencana para kepala   negara yang akan menggunakan mobil listrik.
&quot;Sebagaimana informasi yang kami terima, akan ada 500 mobil listrik   yang akan digunakan oleh para delegasi KTT G20. Tentu jumlah SPKLU yang   ada saat ini masih kurang,&quot; kata Darmawan.
Maka dari itu, PLN akan menambah pengoperasian Stasiun Pengisian   Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) _Fast Charging_ sebanyak 21 unit di 15   _shelter_ di lokasi-lokasi strategis milik PLN. Seluruh SPKLU yang akan   dibangun ini merupakan tipe _Fast Charging,_ dengan rincian 12 unit  tipe  25 kilo Watt (kW) dan 9 unit tipe 50 kW.
Saat ini total SPKLU yang dimiliki oleh PLN di seluruh Indonesia   total berjumlah 68 unit. Dia pun menargetkan pada tahun depan PLN akan   semakin masif menambah SPKLU. Sehingga para pemilik kendaraan listrik   tak lagi ragu untuk menggunakan kendaraan listriknya.
Berdasarkan data yang ada saat ini, dari 14.400 unit kendaraan   listrik yang telah beroperasi, sekitar 12 ribu lebih di antaranya adalah   motor listrik dan 1.656 unit merupakan mobil listrik. PLN pun terus   aktif menyediakan SPKLU untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.
Darmawan pun menegaskan pergelaran KTT G20 ini akan menjadi bukti   komitmen PLN dalam mendukung pemerintah mencapai transisi energi.   Berbagai upaya pun telah dilakukan PLN untuk mendukung transisi ke   energi bersih. Mulai dari meningkatkan bauran energi bersih hingga   mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meninjau persiapan PT PLN (Persero) untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Oktober 2022.
&quot;Tinggal dari sekarang mulai bikin latihan-latihan kecil. Selama 9 bulan ini saya percaya mesti latihan,&quot; katanya, Senin (27/12/2021)
Erick mengingatkan para petugas nanti untuk tidak kecolongan pada saat hari penyelenggaraan KTT G20. Terutama di titik-titik penting, seperti hotel tempat kepala negara berkumpul maupun saat konferensi berlangsung.
Baca Juga: 1,7 Miliar Masyarakat Dunia Belum Punya Akses ke Sektor Keuangan
&quot;Itu yang paling penting. Dengan alasan apa pun tidak boleh mati lampu,&quot; imbuh Erick.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan, kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi kunci dan bukti komitmen PLN dalam mendukung pemerintah dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan.
&quot;Untuk itu atas arahan Pak Menteri, PLN harus melakukan persiapan yang matang. Dari pasokan energi primer, pembangkit, transmisi, sampai ke venue-nya,&quot; tuturnya.
Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Inovasi Insinyur dalam Mendukung Presidensi G20 Indonesia
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama KTT G20, PLN akan menerjunkan 550 petugas siaga untuk mengamankan pembangkit sampai dengan lokasi venue acara setiap hari.
Mayoritas dari personel ini bertugas mengamankan jalur distribusi sebanyak 436 orang. Sementara 28 petugas di antaranya akan siaga di pembangkit Bali dan Jawa, 52 personel akan mengamankan transmisi, 18 petugas piket patroli jaringan, dan 16 orang piket pengatur beban.
&quot;Untuk memastikan keandalan pasokan listrik 24 jam selama kegiatan KTT G20 berlangsung, PLN pun membagi para petugas ini menjadi tiga shift,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wMi8xLzE0MjM5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak hanya itu saja, PLN juga akan menyiagakan 12 unit mobil  Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 26 Unit Gardu Bergerak (UGB)  dengan total kapasitas 7.660 kilo Volt Ampere (kVA), 55 unit  Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 5.370 kVA, 31 unit  Genset Mobile berdaya 4.490 kVA. Selain itu, ada juga 59 unit mobil, 23  unit reaksi cepat, serta 104 unit sepeda motor untuk pelayanan teknik  (Yantek).
Dari sisi suplai daya, Darmawan menegaskan sistem kelistrikan Bali  sudah siap untuk menyelenggarakan pergelaran KTT G20. Dengan daya mampu  sistem sebesar 1.322,1 Mega Watt (MW), beban puncak tertinggi pada 2021  tercatat sebesar 754,6 MW. Sehingga masih ada cadangan daya atau reserve  margin sebesar 567,8 MW atau 42,9 persen.
&quot;Khusus KTT G20, kita akan tingkatkan 40 persen, sambil kita tingkatkan utilisasi aset,&quot; tegas Darmawan.
Darmawan menyebutkan, saat ini PLN sudah melalukan proses relokasi  pembangkit dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati ke  Pembangkit Listrik tenaga gas (PLTG) Pesanggaran sebesar 100 MW. Proses  ini ditargetkan selesai pada Oktober 2022, sehingga pada waktu KTT  berlangsung total daya mampu sistem di Bali akan memiliki kapasitas  sebesar 1.422,1 MW.
PLN pun memprediksikan beban puncak saat penyelenggaraan KTT G20  sebesar 980 MW. Darmawan pun berharap setelah acara KTT G20 selesai,  demand terhadap listrik PLN dapat bertahan di angka tersebut. &quot;Kalau  perlu (beban puncak) meningkat. Sehingga KTT G20 menjadi berkah bagi  PLN,&quot; ucapnya.Selain memastikan keandalan pasokan listrik, PLN juga berkomitmen   untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pengisian energi kendaraan   listrik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rencana para kepala   negara yang akan menggunakan mobil listrik.
&quot;Sebagaimana informasi yang kami terima, akan ada 500 mobil listrik   yang akan digunakan oleh para delegasi KTT G20. Tentu jumlah SPKLU yang   ada saat ini masih kurang,&quot; kata Darmawan.
Maka dari itu, PLN akan menambah pengoperasian Stasiun Pengisian   Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) _Fast Charging_ sebanyak 21 unit di 15   _shelter_ di lokasi-lokasi strategis milik PLN. Seluruh SPKLU yang akan   dibangun ini merupakan tipe _Fast Charging,_ dengan rincian 12 unit  tipe  25 kilo Watt (kW) dan 9 unit tipe 50 kW.
Saat ini total SPKLU yang dimiliki oleh PLN di seluruh Indonesia   total berjumlah 68 unit. Dia pun menargetkan pada tahun depan PLN akan   semakin masif menambah SPKLU. Sehingga para pemilik kendaraan listrik   tak lagi ragu untuk menggunakan kendaraan listriknya.
Berdasarkan data yang ada saat ini, dari 14.400 unit kendaraan   listrik yang telah beroperasi, sekitar 12 ribu lebih di antaranya adalah   motor listrik dan 1.656 unit merupakan mobil listrik. PLN pun terus   aktif menyediakan SPKLU untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.
Darmawan pun menegaskan pergelaran KTT G20 ini akan menjadi bukti   komitmen PLN dalam mendukung pemerintah mencapai transisi energi.   Berbagai upaya pun telah dilakukan PLN untuk mendukung transisi ke   energi bersih. Mulai dari meningkatkan bauran energi bersih hingga   mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
