<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulihkan Sektor Parekraf Sepanjang 2021, Simak Deretan Gercep, Geber, Gaspol Kemenparekraf</title><description>Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupaya menghadirkan program  serta kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2523921/pulihkan-sektor-parekraf-sepanjang-2021-simak-deretan-gercep-geber-gaspol-kemenparekraf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2523921/pulihkan-sektor-parekraf-sepanjang-2021-simak-deretan-gercep-geber-gaspol-kemenparekraf"/><item><title>Pulihkan Sektor Parekraf Sepanjang 2021, Simak Deretan Gercep, Geber, Gaspol Kemenparekraf</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2523921/pulihkan-sektor-parekraf-sepanjang-2021-simak-deretan-gercep-geber-gaspol-kemenparekraf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2523921/pulihkan-sektor-parekraf-sepanjang-2021-simak-deretan-gercep-geber-gaspol-kemenparekraf</guid><pubDate>Selasa 28 Desember 2021 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/28/320/2523921/pulihkan-sektor-parekraf-sepanjang-2021-simak-deretan-gercep-geber-gaspol-kemenparekraf-clHBQsMMjj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sederet program Sandiaga Uno bangkitkan sektor pariwisata (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/28/320/2523921/pulihkan-sektor-parekraf-sepanjang-2021-simak-deretan-gercep-geber-gaspol-kemenparekraf-clHBQsMMjj.jpg</image><title>Sederet program Sandiaga Uno bangkitkan sektor pariwisata (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya menghadirkan program serta kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu, dalam upaya memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di tengah pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2021.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam &quot;Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) Kemenparekraf/Baparekraf Tahun 2021&quot;, Senin (27/12/2021), memaparkan berbagai program yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf sepanjang tahun 2021.
&quot;Beragam program tersebut dihadirkan dengan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam pilar gerak cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber), dan Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol),&quot; kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam JPAT 2021 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jakarta.
Baca Juga: Kaleidoskop 2021: Jatuh Bangun Pariwisata Imbas PPKM
Gerak Cepat (Gercep)
Dalam bingkai Gercep, Kemenparekraf menghadirkan bantuan insentif yang berpihak kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
1. Bantuan Insentif Pemerintah (BIP)
Kemenparekraf menghadirkan program yang pertama adalah Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) Jaring Pengaman Usaha (JPU) sebesar Rp8 miliar yang dialokasikan kepada 790 penerima dengan masing-masing mendapatkan insentif sebesar Rp10 juta.
Baca Juga: Keceriaan Sri Mulyani Liburan di Bali Zoo Gianyar, Yuk Bangkitkan Kembali Turisme dan Ekonomi Bali
2. Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata (BPUP)
Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata (BPUP) merupakan bantuan pemerintah dalam rangka reaktivasi usaha yang diberikan kepada usaha pariwisata yang terdaftar pada Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi/BKPM Tahun 2018 sampai dengan 2020. BPUP total diberikan kepada 518 usaha pariwisata yang terdiri dari 6 jenis usaha meliputi hotel melati, homestay/pondok wisata, penyediaan akomodasi jangka pendek, aktivitas agen perjalanan wisata, aktivitas biro perjalanan wisata, dan spa. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1,8 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xMi8yMC8xNDI3NDUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. PEN Film
Program PEN Film merupakan rangkaian kegiatan yang merupakan bagian  dari program pemulihan ekonomi nasional yang bertujuan mendukung  penguatan aspek demand dan supply ekosistem perfilman nasional khususnya  pada kondisi pandemi COVID-19. PEN subsektor film ditujukan untuk  mendorong produksi film nasional dan menghasilkan film yang berkualitas  sehingga menjadi magnet bagi masyarakat untuk kembali ke bioskop  sekaligus mendorong kecintaan masyarakat terhadap film nasional.
Skema PEN film tahun ini terbagi dalam beberapa skema. Yakni skema promosi, skema produksi, serta skema pra-produksi.
Untuk skema promosi, sebanyak 22 rumah produksi telah ditetapkan  sebagai penerima bantuan dengan total anggaran Rp33 miliar.  Masing-masing rumah produksi mendapat bantuan sebesar Rp1,5 miliar.  Untuk skema produksi, 53 penerima bantuan telah ditetapkan yang mewakili  rumah produksi dan komunitas perfilman. Terdiri dari film pendek dan  film dokumenter pendek dengan total nilai bantuan sebesar Rp12,93  miliar.
Sementara itu, untuk skema praproduksi, diberikan kepada 50 rumah  produksi dengan 88 projek film panjang/film dokumenter panjang.  Pelaksanaan praproduksi film meliputi tahap persiapan dan bagian dari  proses produksi seperti script development, storyboard development,  survei lokasi, dan workshop. Dengan total nilai bantuan sebesar Rp69  miliar.
4. Stimulus Bangga Buatan Indonesia (BBI)
Kemenparekraf juga menghadirkan bantuan PEN BBI yakni Stimulus Bangga  Buatan Indonesia. Program ini bertujuan untuk membantu bergeraknya  perekonomian melalui sektor ekonomi kreatif lokal dengan memberikan  stimulus berupa voucher pembelian produk fesyen, kriya, dan kuliner  melalui e-commerce. Juga sekaligus meningkatkan jumlah transaksi produk  ekraf lokal. Hingga saat ini tercatat nilai transaksi mencapai Rp35  miliar dengan nilai stimulus sejumlah Rp15 miliar.
5. Reaktivasi Industri Pariwisata dan Fasilitasi Nakes (PEN Nakes)
Program reaktivasi industri pariwisata melalui penyediaan akomodasi,  fasilitas pendukung lainnya, serta sarana transportasi bagi tenaga  kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan penanganan COVID-19  di Indonesia.
6. Sertifikasi CHSE
Hingga saat ini sudah sebanyak 11.986 usaha yang tersertifikasi di berbagai wilayah Indonesia.Gerak Bersama (Geber)
Kemenparekraf bergerak bersama memanfaatkan semua potensi untuk   membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata yang dijalankan   dalam beberapa program:
1. Program Vaksinasi COVID-19
Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan berbagai pihak turut   berupaya mempercepat pencapaian herd immunity dengan menghadirkan sentra   vaksinasi. Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar   masyarakat seluruh provinsi dapat tervaksin minimal 70 persen di akhir   tahun 2021.
Hingga saat ini Kemenparekraf/Baparekraf telah menghadirkan 113 sentra vaksin dengan total 712.413 orang peserta vaksinasi.
2. Beli Kreatif Danau Toba
Program Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) adalah program yang   diluncurkan Kemenparekraf sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga   Buatan Indonesia (BBI) pada 2021, dengan tujuan mendorong UMKM di salah   satu Destinasi Super Prioritas yaitu Danau Toba, Provinsi Sumatra  Utara,  agar dapat bangkit di masa pandemi ini.
Dari 200 peserta BKDT, masing-masing memperluas pasar dengan cara   onboarding ke marketplace (bagi yang belum), dan mendaftar di   marketplace lainnya, baik marketplace nasional maupun internasional   seperti e-Bay dan Poptron.
Program tersebut berjalan efektif, dimana selama pendampingan   rata-rata omzet dalam satu bulan sebesar Rp7.573.655.882 dari yang   sebelumnya Rp3.755.904.060 perbulan. Atau rata-rata kenaikan omzet   peserta perbulan sebesar 102 persen dibanding omzet sebelum ikut BKDT.
Total omzet pserta BKDT dari awal hingga akhir program (25 Maret-20 Juni 2021) adalah sebesar Rp22.720.967.647.
3. Spice Up The World
Gerakan Indonesia Spice Up The World adalah sebuah gerakan nasional   yang sedang diusung pemerintah untuk tujuan meningkatkan nilai ekonomi   di pariwisata, perdagangan, dan investasi melalui industri gastronomi.   Gerakan nasional yang saat ini dikoordinasikan oleh Kementerian   Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sudah digodok sejak Juni   2020 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari unsur   pentahelix (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Asosiasi, Pemerintah, dan   Media).
Target dari Indonesia Spice Up the World hingga 2024 adalah hadirnya   4.000 restoran Indonesia di luar negeri; dan peningkatan nilai ekspor   bumbu dan rempah menjadi 2 miliar USD.Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol)
Gaspol diimplementasikan oleh Kemenparekraf melalui berbagai program    kerja yang diharapkan dapat menggarap semua potensi sehingga mampu    membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.
1. Pengembangan Desa Wisata
Desa Wisata menjadi salah satu program utama Kemenparekraf/Baparekraf    dalam upaya pemulihan dan peningkatan ekonomi dengan terbukanya    lapangan kerja karena perekonomian desa wisata memiliki kecenderungan    tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan non desa wisata. Melalui kegiatan    wisata, desa wisata juga mampu memperbaiki kondisi sosial-ekonomi   desa.
Kemenparekraf mendukung target RPJMN 2020-2024 yaitu target hingga    tahun 2024 menjadikan 244 desa wisata maju-mandiri dan tersertifikasi    desa wisata berkelanjutan.
2. Pengembangan Kabupaten/Kota (KATA) Kreatif
Sepanjang tahun 2021, Menparekraf Sandiaga Uno telah menetapkan 21    kabupaten/kota kreatif Indonesia yang merupakan fungsionalisasi 10 KaTa    Kreatif Indonesia tahun 2019 dan 11 KaTa Kreatif Indonesia 2021 yang    baru.
Kemenparekraf juga melakukan workshop peningkatan dan inovasi di 25    kabupaten/kota yang dihadiri langsung oleh Menparekraf untuk    meningkatkan inovasi dan kewirausahaan pelaku ekonomi kreatif melalui    narasumber yang kompeten di bidang ekonomi kreatif dan narasumber dari    PT PNM (Persero) sebagai salah satu fasilitasi akses pembiayaan.
Setiap workshop dihadiri oleh 35 pelaku ekonomi kreatif yang menjadi    database untuk dikembangkan. Pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku    ekonomi kreatif diharapkan meningkat dan akses pembiayaan lebih  mudah.
3. Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI)
AKI merupakan kegiatan peningkatan kapasitas dan pameran kepada para    pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik,    film, animasi, aplikasi, dan permainan.
Sepanjang tahun 2021, AKI telah dilaksanakan di 16 Kota Kreatif di    Indonesia yaitu Bandung, Bogor, Banyuwangi, Balikpapan, Medan, Makassar,    Surakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Pekalongan, Bali, Banyumas,    Palembang, Bandar Lampung, Lombok dan telah memfasilitasi kurang lebih    640 Jenama.
4. Santridigitalpreneur
Santri Digitalpreneur Indonesia merupakan sebuah platform edukasi    yang ditujukan kepada para santri agar dapat mengakses dengan mudah    pelatihan online untuk meningkatkan skill, baik secara teknis maupun non    teknis dalam bidang digital dan kreatif.
Pada akhir program ini, seluruh peserta berkesempatan magang dan    mengerjakan projek di salah satu studio kreatif untuk menciptakan konten    kreatif, seperti animasi 2d, animasi 3d, atau creative audio   production  yang sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sarana   untuk  berdakwah melalui platform digital.
Dalam program ini telah dilakukan pelatihan kepada santri sebanyak 24    kali pertemuan dengan total peserta sebanyak 565. Terdiri dari    pelatihan 2D animasi sebanyak 150 peserta, 3D animasi sebanyak 221    peserta, serta Creative Audio Production sebanyak 194 peserta.
Menparekraf Sandiaga menjelaskan, berbagai program tersebut menjadi    bekal bagi Kemenparekraf/Baparekraf untuk dapat menghadirkan program  dan   bantuan pada sektor-sektor yang paling membutuhkan secara adil,  tepat,   dan merata di tahun depan.
Nilai devisa pariwisata Indonesia ditargetkan dapat meningkat hingga    1,7 miliar dolar AS di tahun 2022 mendatang. Begitu juga kontribusi  PDB   pariwisata ditarget meningkat sebesar 4,3 persen.
&quot;Kontribusi pariwisata terhadap PDB sudah mulai stabil. Di tahun    depan diharapkan mencapai angka 4,3 persen dan nilai ekspor ekonomi    kreatif ada di perbaikan yang cukup signifikan di 21,28 miliar dolar    AS,&quot; kata Sandiaga.
Untuk jumlah wisatawan mancanegara, Sandiaga menjelaskan, di tahun    2020 jumlahnya mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di tahun 2021    sebanyak 1,5 juta orang. Di tahun depan Kemenparekraf akan memfokuskan    target di angka 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman sebagai pariwisata  yang   berkualitas dan kelanjutan.
Sementara itu, wisatawan nusantara yang menjadi andalan dengan target    260-280 juta pergerakan dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai    Rp1.236 triliun.
&quot;Jumlah tenaga kerja pariwisata yang membuat saya optimistis tahun    depan bahwa kita mampu menargetkan penciptaan 400.000 lapangan kerja    baru yang berkualitas di sektor pariwisata. Dan di ekonomi kreatif akan    tumbuh lebih dari 600 sampai 700 ribu lapangan kerja yang ditopang  oleh   sektor-sektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fesyen. Tapi  juga   kita melihat subsektor lainnya seperti aplikasi, permainan, juga    televisi,&quot; kata Sandiaga.
Dalam mewujudkan hal tersebut, terdapat program-program strategis yang akan dijalankan tiap-tiap kedeputian.
&quot;Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kita semua di 2021. Kita    yakin bahwa bahwa 2022 akan menjadi tahun yang sangat spesial di mana    kita bisa menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk bangkit,    siap untuk tumbuh, dan siap untuk menjadi menjadi pemain kelas dunia,&quot;    kata Sandiaga Uno.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya menghadirkan program serta kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu, dalam upaya memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di tengah pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2021.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam &quot;Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) Kemenparekraf/Baparekraf Tahun 2021&quot;, Senin (27/12/2021), memaparkan berbagai program yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf sepanjang tahun 2021.
&quot;Beragam program tersebut dihadirkan dengan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam pilar gerak cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber), dan Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol),&quot; kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam JPAT 2021 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jakarta.
Baca Juga: Kaleidoskop 2021: Jatuh Bangun Pariwisata Imbas PPKM
Gerak Cepat (Gercep)
Dalam bingkai Gercep, Kemenparekraf menghadirkan bantuan insentif yang berpihak kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
1. Bantuan Insentif Pemerintah (BIP)
Kemenparekraf menghadirkan program yang pertama adalah Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) Jaring Pengaman Usaha (JPU) sebesar Rp8 miliar yang dialokasikan kepada 790 penerima dengan masing-masing mendapatkan insentif sebesar Rp10 juta.
Baca Juga: Keceriaan Sri Mulyani Liburan di Bali Zoo Gianyar, Yuk Bangkitkan Kembali Turisme dan Ekonomi Bali
2. Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata (BPUP)
Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata (BPUP) merupakan bantuan pemerintah dalam rangka reaktivasi usaha yang diberikan kepada usaha pariwisata yang terdaftar pada Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi/BKPM Tahun 2018 sampai dengan 2020. BPUP total diberikan kepada 518 usaha pariwisata yang terdiri dari 6 jenis usaha meliputi hotel melati, homestay/pondok wisata, penyediaan akomodasi jangka pendek, aktivitas agen perjalanan wisata, aktivitas biro perjalanan wisata, dan spa. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1,8 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xMi8yMC8xNDI3NDUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. PEN Film
Program PEN Film merupakan rangkaian kegiatan yang merupakan bagian  dari program pemulihan ekonomi nasional yang bertujuan mendukung  penguatan aspek demand dan supply ekosistem perfilman nasional khususnya  pada kondisi pandemi COVID-19. PEN subsektor film ditujukan untuk  mendorong produksi film nasional dan menghasilkan film yang berkualitas  sehingga menjadi magnet bagi masyarakat untuk kembali ke bioskop  sekaligus mendorong kecintaan masyarakat terhadap film nasional.
Skema PEN film tahun ini terbagi dalam beberapa skema. Yakni skema promosi, skema produksi, serta skema pra-produksi.
Untuk skema promosi, sebanyak 22 rumah produksi telah ditetapkan  sebagai penerima bantuan dengan total anggaran Rp33 miliar.  Masing-masing rumah produksi mendapat bantuan sebesar Rp1,5 miliar.  Untuk skema produksi, 53 penerima bantuan telah ditetapkan yang mewakili  rumah produksi dan komunitas perfilman. Terdiri dari film pendek dan  film dokumenter pendek dengan total nilai bantuan sebesar Rp12,93  miliar.
Sementara itu, untuk skema praproduksi, diberikan kepada 50 rumah  produksi dengan 88 projek film panjang/film dokumenter panjang.  Pelaksanaan praproduksi film meliputi tahap persiapan dan bagian dari  proses produksi seperti script development, storyboard development,  survei lokasi, dan workshop. Dengan total nilai bantuan sebesar Rp69  miliar.
4. Stimulus Bangga Buatan Indonesia (BBI)
Kemenparekraf juga menghadirkan bantuan PEN BBI yakni Stimulus Bangga  Buatan Indonesia. Program ini bertujuan untuk membantu bergeraknya  perekonomian melalui sektor ekonomi kreatif lokal dengan memberikan  stimulus berupa voucher pembelian produk fesyen, kriya, dan kuliner  melalui e-commerce. Juga sekaligus meningkatkan jumlah transaksi produk  ekraf lokal. Hingga saat ini tercatat nilai transaksi mencapai Rp35  miliar dengan nilai stimulus sejumlah Rp15 miliar.
5. Reaktivasi Industri Pariwisata dan Fasilitasi Nakes (PEN Nakes)
Program reaktivasi industri pariwisata melalui penyediaan akomodasi,  fasilitas pendukung lainnya, serta sarana transportasi bagi tenaga  kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan penanganan COVID-19  di Indonesia.
6. Sertifikasi CHSE
Hingga saat ini sudah sebanyak 11.986 usaha yang tersertifikasi di berbagai wilayah Indonesia.Gerak Bersama (Geber)
Kemenparekraf bergerak bersama memanfaatkan semua potensi untuk   membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata yang dijalankan   dalam beberapa program:
1. Program Vaksinasi COVID-19
Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan berbagai pihak turut   berupaya mempercepat pencapaian herd immunity dengan menghadirkan sentra   vaksinasi. Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar   masyarakat seluruh provinsi dapat tervaksin minimal 70 persen di akhir   tahun 2021.
Hingga saat ini Kemenparekraf/Baparekraf telah menghadirkan 113 sentra vaksin dengan total 712.413 orang peserta vaksinasi.
2. Beli Kreatif Danau Toba
Program Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) adalah program yang   diluncurkan Kemenparekraf sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga   Buatan Indonesia (BBI) pada 2021, dengan tujuan mendorong UMKM di salah   satu Destinasi Super Prioritas yaitu Danau Toba, Provinsi Sumatra  Utara,  agar dapat bangkit di masa pandemi ini.
Dari 200 peserta BKDT, masing-masing memperluas pasar dengan cara   onboarding ke marketplace (bagi yang belum), dan mendaftar di   marketplace lainnya, baik marketplace nasional maupun internasional   seperti e-Bay dan Poptron.
Program tersebut berjalan efektif, dimana selama pendampingan   rata-rata omzet dalam satu bulan sebesar Rp7.573.655.882 dari yang   sebelumnya Rp3.755.904.060 perbulan. Atau rata-rata kenaikan omzet   peserta perbulan sebesar 102 persen dibanding omzet sebelum ikut BKDT.
Total omzet pserta BKDT dari awal hingga akhir program (25 Maret-20 Juni 2021) adalah sebesar Rp22.720.967.647.
3. Spice Up The World
Gerakan Indonesia Spice Up The World adalah sebuah gerakan nasional   yang sedang diusung pemerintah untuk tujuan meningkatkan nilai ekonomi   di pariwisata, perdagangan, dan investasi melalui industri gastronomi.   Gerakan nasional yang saat ini dikoordinasikan oleh Kementerian   Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sudah digodok sejak Juni   2020 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari unsur   pentahelix (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Asosiasi, Pemerintah, dan   Media).
Target dari Indonesia Spice Up the World hingga 2024 adalah hadirnya   4.000 restoran Indonesia di luar negeri; dan peningkatan nilai ekspor   bumbu dan rempah menjadi 2 miliar USD.Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol)
Gaspol diimplementasikan oleh Kemenparekraf melalui berbagai program    kerja yang diharapkan dapat menggarap semua potensi sehingga mampu    membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.
1. Pengembangan Desa Wisata
Desa Wisata menjadi salah satu program utama Kemenparekraf/Baparekraf    dalam upaya pemulihan dan peningkatan ekonomi dengan terbukanya    lapangan kerja karena perekonomian desa wisata memiliki kecenderungan    tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan non desa wisata. Melalui kegiatan    wisata, desa wisata juga mampu memperbaiki kondisi sosial-ekonomi   desa.
Kemenparekraf mendukung target RPJMN 2020-2024 yaitu target hingga    tahun 2024 menjadikan 244 desa wisata maju-mandiri dan tersertifikasi    desa wisata berkelanjutan.
2. Pengembangan Kabupaten/Kota (KATA) Kreatif
Sepanjang tahun 2021, Menparekraf Sandiaga Uno telah menetapkan 21    kabupaten/kota kreatif Indonesia yang merupakan fungsionalisasi 10 KaTa    Kreatif Indonesia tahun 2019 dan 11 KaTa Kreatif Indonesia 2021 yang    baru.
Kemenparekraf juga melakukan workshop peningkatan dan inovasi di 25    kabupaten/kota yang dihadiri langsung oleh Menparekraf untuk    meningkatkan inovasi dan kewirausahaan pelaku ekonomi kreatif melalui    narasumber yang kompeten di bidang ekonomi kreatif dan narasumber dari    PT PNM (Persero) sebagai salah satu fasilitasi akses pembiayaan.
Setiap workshop dihadiri oleh 35 pelaku ekonomi kreatif yang menjadi    database untuk dikembangkan. Pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku    ekonomi kreatif diharapkan meningkat dan akses pembiayaan lebih  mudah.
3. Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI)
AKI merupakan kegiatan peningkatan kapasitas dan pameran kepada para    pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik,    film, animasi, aplikasi, dan permainan.
Sepanjang tahun 2021, AKI telah dilaksanakan di 16 Kota Kreatif di    Indonesia yaitu Bandung, Bogor, Banyuwangi, Balikpapan, Medan, Makassar,    Surakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Pekalongan, Bali, Banyumas,    Palembang, Bandar Lampung, Lombok dan telah memfasilitasi kurang lebih    640 Jenama.
4. Santridigitalpreneur
Santri Digitalpreneur Indonesia merupakan sebuah platform edukasi    yang ditujukan kepada para santri agar dapat mengakses dengan mudah    pelatihan online untuk meningkatkan skill, baik secara teknis maupun non    teknis dalam bidang digital dan kreatif.
Pada akhir program ini, seluruh peserta berkesempatan magang dan    mengerjakan projek di salah satu studio kreatif untuk menciptakan konten    kreatif, seperti animasi 2d, animasi 3d, atau creative audio   production  yang sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sarana   untuk  berdakwah melalui platform digital.
Dalam program ini telah dilakukan pelatihan kepada santri sebanyak 24    kali pertemuan dengan total peserta sebanyak 565. Terdiri dari    pelatihan 2D animasi sebanyak 150 peserta, 3D animasi sebanyak 221    peserta, serta Creative Audio Production sebanyak 194 peserta.
Menparekraf Sandiaga menjelaskan, berbagai program tersebut menjadi    bekal bagi Kemenparekraf/Baparekraf untuk dapat menghadirkan program  dan   bantuan pada sektor-sektor yang paling membutuhkan secara adil,  tepat,   dan merata di tahun depan.
Nilai devisa pariwisata Indonesia ditargetkan dapat meningkat hingga    1,7 miliar dolar AS di tahun 2022 mendatang. Begitu juga kontribusi  PDB   pariwisata ditarget meningkat sebesar 4,3 persen.
&quot;Kontribusi pariwisata terhadap PDB sudah mulai stabil. Di tahun    depan diharapkan mencapai angka 4,3 persen dan nilai ekspor ekonomi    kreatif ada di perbaikan yang cukup signifikan di 21,28 miliar dolar    AS,&quot; kata Sandiaga.
Untuk jumlah wisatawan mancanegara, Sandiaga menjelaskan, di tahun    2020 jumlahnya mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di tahun 2021    sebanyak 1,5 juta orang. Di tahun depan Kemenparekraf akan memfokuskan    target di angka 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman sebagai pariwisata  yang   berkualitas dan kelanjutan.
Sementara itu, wisatawan nusantara yang menjadi andalan dengan target    260-280 juta pergerakan dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai    Rp1.236 triliun.
&quot;Jumlah tenaga kerja pariwisata yang membuat saya optimistis tahun    depan bahwa kita mampu menargetkan penciptaan 400.000 lapangan kerja    baru yang berkualitas di sektor pariwisata. Dan di ekonomi kreatif akan    tumbuh lebih dari 600 sampai 700 ribu lapangan kerja yang ditopang  oleh   sektor-sektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fesyen. Tapi  juga   kita melihat subsektor lainnya seperti aplikasi, permainan, juga    televisi,&quot; kata Sandiaga.
Dalam mewujudkan hal tersebut, terdapat program-program strategis yang akan dijalankan tiap-tiap kedeputian.
&quot;Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kita semua di 2021. Kita    yakin bahwa bahwa 2022 akan menjadi tahun yang sangat spesial di mana    kita bisa menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk bangkit,    siap untuk tumbuh, dan siap untuk menjadi menjadi pemain kelas dunia,&quot;    kata Sandiaga Uno.</content:encoded></item></channel></rss>
