<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Vaksin BUMN Ditargetkan Capai 100 Juta Dosis di 2022</title><description>Produksi vaksin BUMN ditargetkan mencapai 100 juta dosis di 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2524009/produksi-vaksin-bumn-ditargetkan-capai-100-juta-dosis-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2524009/produksi-vaksin-bumn-ditargetkan-capai-100-juta-dosis-di-2022"/><item><title>Produksi Vaksin BUMN Ditargetkan Capai 100 Juta Dosis di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2524009/produksi-vaksin-bumn-ditargetkan-capai-100-juta-dosis-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/28/320/2524009/produksi-vaksin-bumn-ditargetkan-capai-100-juta-dosis-di-2022</guid><pubDate>Selasa 28 Desember 2021 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/28/320/2524009/produksi-vaksin-bumn-ditargetkan-capai-100-juta-dosis-di-2022-74z2Me2s2C.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bio Farma targetkan produksi vaksin BUMN 100 juta dosis (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/28/320/2524009/produksi-vaksin-bumn-ditargetkan-capai-100-juta-dosis-di-2022-74z2Me2s2C.jpeg</image><title>Bio Farma targetkan produksi vaksin BUMN 100 juta dosis (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Produksi vaksin BUMN ditargetkan mencapai 100 juta dosis di 2022. PT Bio Farma (Persero) mencatat jumlah itu lebih banyak dari perkiraan Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya, yakni 77 juta dosis.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, untuk keperluan produksi vaksin BUMN, perseroan sudah mempersiapkan tiga fasilitas produksi yang berada di Bandung.
Baca Juga: Bio Farma Kebut Izin Darurat Vaksin BUMN untuk Booster, Ditarget Juli 2022
&quot;Pada tahun 2022, kami akan mempersiapkan sebanyak 100 juta dosis,&quot; ujar Honesti, Selasa (28/12/2021).
Menurutnya, jumlah tersebut akan meningkat pada 2023 sebanyak 120 juta dosis dan pada tahun 2024 menjadi 200 juta dosis. Meski begitu, jumlah tersebut belum termasuk vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 - 11 tahun yang baru saja dicanangkan pemerintah.
Baca Juga: Sri Mulyani Lobi Mantan Istri Miliarder Bill Gates demi Dapat Vaksin Covid-19
Honesti menjelaskan, saat kondisi normal, satu jenis vaksin bisa dikembangkan dalam waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 10 tahun. Namun, dalam kondisi darurat akselerasi penelitian vaksin Covid-19 dengan tetap memperhatikan standar keamanan, khasiat, atau efikasi, dan mutu yang dikeluarkan oleh BPOM.
Honesti menambahkan, baik vaksin BUMN untuk primer maupun untuk dosis booster, apabila data hasil uji klinik mendukung diharapkan akan mendapatkan Izin penggunaan darurat (EUA) pada Juli 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yOC8xLzE0MzI2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penelitian vaksin Covid-19 yang merupakan hasil kolaborasi global Bio  Farma bersama Baylor College of Medicine, USA yang sudah terdaftar di  tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021 yang  lalu.
Vaksin BUMN ini merupakan buatan Indonesia dan akan menggunakan  metode Subunit Protein Rekombinan (protein Receptor Binding Domain  /RDB). Pembuatan vaksin BUMN bertujuan untuk mendukung kemandirian  Indonesia dalam memproduksi vaksin Covid-19, mengingat Indonesia  membutuhkan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang cukup besar, setidaknya  untuk 208 juta penduduk yang bisa divaksin.
Jumlah ini belum termasuk vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 - 11  tahun. Vaksin BUMN, akan diskenariokan menjadi vaksin dengan adjuvan  alum untuk indikasi booster (dosis ketiga), atau sebagai vaksin primer  (untuk pemberian dosis pertama dan kedua) pada formula dengan novel  adjuvan (alum + CpG).
Namun sebelum diberikan kepada masyarakat, keduanya tetap harus  menjalankan serangkaian uji, yaitu uji praklinik dan uji klinis fase 1, 2  dan 3 sebagai vaksin primer.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Produksi vaksin BUMN ditargetkan mencapai 100 juta dosis di 2022. PT Bio Farma (Persero) mencatat jumlah itu lebih banyak dari perkiraan Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya, yakni 77 juta dosis.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, untuk keperluan produksi vaksin BUMN, perseroan sudah mempersiapkan tiga fasilitas produksi yang berada di Bandung.
Baca Juga: Bio Farma Kebut Izin Darurat Vaksin BUMN untuk Booster, Ditarget Juli 2022
&quot;Pada tahun 2022, kami akan mempersiapkan sebanyak 100 juta dosis,&quot; ujar Honesti, Selasa (28/12/2021).
Menurutnya, jumlah tersebut akan meningkat pada 2023 sebanyak 120 juta dosis dan pada tahun 2024 menjadi 200 juta dosis. Meski begitu, jumlah tersebut belum termasuk vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 - 11 tahun yang baru saja dicanangkan pemerintah.
Baca Juga: Sri Mulyani Lobi Mantan Istri Miliarder Bill Gates demi Dapat Vaksin Covid-19
Honesti menjelaskan, saat kondisi normal, satu jenis vaksin bisa dikembangkan dalam waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 10 tahun. Namun, dalam kondisi darurat akselerasi penelitian vaksin Covid-19 dengan tetap memperhatikan standar keamanan, khasiat, atau efikasi, dan mutu yang dikeluarkan oleh BPOM.
Honesti menambahkan, baik vaksin BUMN untuk primer maupun untuk dosis booster, apabila data hasil uji klinik mendukung diharapkan akan mendapatkan Izin penggunaan darurat (EUA) pada Juli 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yOC8xLzE0MzI2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penelitian vaksin Covid-19 yang merupakan hasil kolaborasi global Bio  Farma bersama Baylor College of Medicine, USA yang sudah terdaftar di  tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021 yang  lalu.
Vaksin BUMN ini merupakan buatan Indonesia dan akan menggunakan  metode Subunit Protein Rekombinan (protein Receptor Binding Domain  /RDB). Pembuatan vaksin BUMN bertujuan untuk mendukung kemandirian  Indonesia dalam memproduksi vaksin Covid-19, mengingat Indonesia  membutuhkan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang cukup besar, setidaknya  untuk 208 juta penduduk yang bisa divaksin.
Jumlah ini belum termasuk vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 - 11  tahun. Vaksin BUMN, akan diskenariokan menjadi vaksin dengan adjuvan  alum untuk indikasi booster (dosis ketiga), atau sebagai vaksin primer  (untuk pemberian dosis pertama dan kedua) pada formula dengan novel  adjuvan (alum + CpG).
Namun sebelum diberikan kepada masyarakat, keduanya tetap harus  menjalankan serangkaian uji, yaitu uji praklinik dan uji klinis fase 1, 2  dan 3 sebagai vaksin primer.</content:encoded></item></channel></rss>
