<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Dibayangi Sentimen Negatif Kasus Omicron</title><description>Bursa saham AS, Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/278/2524088/wall-street-dibayangi-sentimen-negatif-kasus-omicron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/278/2524088/wall-street-dibayangi-sentimen-negatif-kasus-omicron"/><item><title>Wall Street Dibayangi Sentimen Negatif Kasus Omicron</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/278/2524088/wall-street-dibayangi-sentimen-negatif-kasus-omicron</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/278/2524088/wall-street-dibayangi-sentimen-negatif-kasus-omicron</guid><pubDate>Rabu 29 Desember 2021 06:37 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/29/278/2524088/wall-street-dibayangi-sentimen-negatif-kasus-omicron-luQrSV65W2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Beragam. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/29/278/2524088/wall-street-dibayangi-sentimen-negatif-kasus-omicron-luQrSV65W2.jpg</image><title>Wall Street Beragam. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). indeks S&amp;amp;P 500 pun ditutup sedikit lebih rendah setelah mencapai rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 95,83 poin atau 0,26% menjadi 36.398,21 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 4,84 poin atau 0,10% menjadi 4.786,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 89,54 poin atau 0,56% menjadi 15.781,72 poin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Menguat, S&amp;amp;P 500 Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing terdongkrak 0,93% dan 0,62%. Sementara itu, sektor teknologi dan komunikasi kehilangan 0,59% atau menjadi sektor berkinerja terburuk.
Menurut data terbaru Universitas Johns Hopkins, reaksi pasar muncul ketika infeksi Covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat, didorong oleh melonjaknya kasus varian Omicron. Negara ini mencatat rekor tertinggi lebih dari 510.000 kasus Covid-19 setiap hari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Menguat Ditopang Data Ekonomi yang Positif
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pun mempersingkat waktu isolasi yang direkomendasikan untuk orang Amerika dengan kasus Covid-19 tanpa gejala menjadi lima hari dari panduan sebelumnya 10 hari.Pembaruan mengikuti persetujuan untuk pil baru dan lebih banyak vaksin untuk melawan COVID-19. Ini membantu investor mengabaikan kekhawatiran atas ribuan pembatalan penerbangan dan Apple Inc menutup tokonya di New York karena kasus yang melonjak, dan menempatkan saham AS pada kecepatan untuk kenaikan bulanan.
&quot;Ini adalah minggu yang dipersingkat liburan. Jadi pergerakan harian kemungkinan akan dibesar-besarkan karena volume relatif rendah,&quot; Kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall, dikutip dari Antara, Senin (29/12/2021).
Sementara itu, Boeing Co terangkat 1,46% karena Indonesia mencabut larangan 737 MAX, tiga tahun setelah kecelakaan salah satu pesawat dan kehilangan 189 orang di dalamnya.
Pasar berada dalam reli musiman Sinterklas, dengan data CFRA Research menunjukkan S&amp;amp;P 500 telah berada di rata-rata naik 1,3 persen dalam lima hari perdagangan terakhir tahun ini, dan dua hari pertama tahun baru sejak 1969.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). indeks S&amp;amp;P 500 pun ditutup sedikit lebih rendah setelah mencapai rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 95,83 poin atau 0,26% menjadi 36.398,21 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 4,84 poin atau 0,10% menjadi 4.786,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 89,54 poin atau 0,56% menjadi 15.781,72 poin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Menguat, S&amp;amp;P 500 Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing terdongkrak 0,93% dan 0,62%. Sementara itu, sektor teknologi dan komunikasi kehilangan 0,59% atau menjadi sektor berkinerja terburuk.
Menurut data terbaru Universitas Johns Hopkins, reaksi pasar muncul ketika infeksi Covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat, didorong oleh melonjaknya kasus varian Omicron. Negara ini mencatat rekor tertinggi lebih dari 510.000 kasus Covid-19 setiap hari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Menguat Ditopang Data Ekonomi yang Positif
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pun mempersingkat waktu isolasi yang direkomendasikan untuk orang Amerika dengan kasus Covid-19 tanpa gejala menjadi lima hari dari panduan sebelumnya 10 hari.Pembaruan mengikuti persetujuan untuk pil baru dan lebih banyak vaksin untuk melawan COVID-19. Ini membantu investor mengabaikan kekhawatiran atas ribuan pembatalan penerbangan dan Apple Inc menutup tokonya di New York karena kasus yang melonjak, dan menempatkan saham AS pada kecepatan untuk kenaikan bulanan.
&quot;Ini adalah minggu yang dipersingkat liburan. Jadi pergerakan harian kemungkinan akan dibesar-besarkan karena volume relatif rendah,&quot; Kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall, dikutip dari Antara, Senin (29/12/2021).
Sementara itu, Boeing Co terangkat 1,46% karena Indonesia mencabut larangan 737 MAX, tiga tahun setelah kecelakaan salah satu pesawat dan kehilangan 189 orang di dalamnya.
Pasar berada dalam reli musiman Sinterklas, dengan data CFRA Research menunjukkan S&amp;amp;P 500 telah berada di rata-rata naik 1,3 persen dalam lima hari perdagangan terakhir tahun ini, dan dua hari pertama tahun baru sejak 1969.</content:encoded></item></channel></rss>
