<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Manufaktur Ditargetkan Bisa Tumbuh 5% di 2022</title><description>Kemenperin optimis sektor industri manufaktur tumbuh 4,5% hingga 5% pada 2022,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/320/2524492/industri-manufaktur-ditargetkan-bisa-tumbuh-5-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/320/2524492/industri-manufaktur-ditargetkan-bisa-tumbuh-5-di-2022"/><item><title>Industri Manufaktur Ditargetkan Bisa Tumbuh 5% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/320/2524492/industri-manufaktur-ditargetkan-bisa-tumbuh-5-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/29/320/2524492/industri-manufaktur-ditargetkan-bisa-tumbuh-5-di-2022</guid><pubDate>Rabu 29 Desember 2021 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/29/320/2524492/industri-manufaktur-ditargetkan-bisa-tumbuh-5-di-2022-YUZhV9YVMW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/29/320/2524492/industri-manufaktur-ditargetkan-bisa-tumbuh-5-di-2022-YUZhV9YVMW.jpg</image><title>Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis sektor industri manufaktur tumbuh 4,5% hingga 5% pada 2022, meski pandemi Covid-19 kemungkinan besar masih akan menyertai dalam mengakselerasi pembangunan industri manufaktur pada tahun depan.
&quot;Berbekal pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama menghadapi pandemi COVID-19, optimisme menghadapi tahun 2022 dan masa depan tak akan pernah surut. Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional, kami menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,5%-5% pada 2022,&quot; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip Antara di Jakarta, Rabu (29/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pabrik 'Ngebul', Industri Manufaktur Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja Baru di 2021
Sejalan dengan hal tersebut, nilai ekspor industri manufaktur ditargetkan pada kisaran 170-175 miliar dolar AS pada 2021 dan 175-180 miliar dolar AS pada 2022.
Sementara pada nilai investasi, Kemenperin menargetkan Rp280-290 triliun pada 2021 dan Rp300-310 triliun pada 2022. Kemenperin juga mematok penyerapan tenaga kerja sebesar 20,84 juta di 2022.
Dalam upaya mencapai target-target di atas, Kemenperin mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang akan dihadapi tahun depan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Industri Manufaktur RI Cetak Rekor dan Terbaik di Asean
&quot;Kendala sekaligus tantangan tersebut antara lain disrupsi dari rantai pasok, kelangkaan kontainer yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan perdagangan lewat laut. Berbagai acara internasional khususnya eksibisi/pameran internasional yang diselenggarakan dalam bentuk virtual/digital kurang mampu menarik bagi pengunjung,&quot; ujar Menperin.Selain itu, ketergantungan impor bahan baku serta bahan baku penolong, yang mana perlu adanya upaya mitigasi terhadap gelombang varian Omicron pada sektor industri.
&quot;Kemudian, kami mengkaji untuk adanya usulan pemberian insentif baru bagi sektor industri tertentu agar daya saing industri meningkat,&quot; tukas Menperin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis sektor industri manufaktur tumbuh 4,5% hingga 5% pada 2022, meski pandemi Covid-19 kemungkinan besar masih akan menyertai dalam mengakselerasi pembangunan industri manufaktur pada tahun depan.
&quot;Berbekal pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama menghadapi pandemi COVID-19, optimisme menghadapi tahun 2022 dan masa depan tak akan pernah surut. Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional, kami menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,5%-5% pada 2022,&quot; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip Antara di Jakarta, Rabu (29/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pabrik 'Ngebul', Industri Manufaktur Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja Baru di 2021
Sejalan dengan hal tersebut, nilai ekspor industri manufaktur ditargetkan pada kisaran 170-175 miliar dolar AS pada 2021 dan 175-180 miliar dolar AS pada 2022.
Sementara pada nilai investasi, Kemenperin menargetkan Rp280-290 triliun pada 2021 dan Rp300-310 triliun pada 2022. Kemenperin juga mematok penyerapan tenaga kerja sebesar 20,84 juta di 2022.
Dalam upaya mencapai target-target di atas, Kemenperin mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang akan dihadapi tahun depan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Industri Manufaktur RI Cetak Rekor dan Terbaik di Asean
&quot;Kendala sekaligus tantangan tersebut antara lain disrupsi dari rantai pasok, kelangkaan kontainer yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan perdagangan lewat laut. Berbagai acara internasional khususnya eksibisi/pameran internasional yang diselenggarakan dalam bentuk virtual/digital kurang mampu menarik bagi pengunjung,&quot; ujar Menperin.Selain itu, ketergantungan impor bahan baku serta bahan baku penolong, yang mana perlu adanya upaya mitigasi terhadap gelombang varian Omicron pada sektor industri.
&quot;Kemudian, kami mengkaji untuk adanya usulan pemberian insentif baru bagi sektor industri tertentu agar daya saing industri meningkat,&quot; tukas Menperin.</content:encoded></item></channel></rss>
