<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Mau Tumbuh 5% di 2022? Jangan Ganggu Investasi</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi akan lebih baik di tahun 2022 dalam rentang 4% hingga 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/30/320/2525021/ekonomi-ri-mau-tumbuh-5-di-2022-jangan-ganggu-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/30/320/2525021/ekonomi-ri-mau-tumbuh-5-di-2022-jangan-ganggu-investasi"/><item><title>Ekonomi RI Mau Tumbuh 5% di 2022? Jangan Ganggu Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/30/320/2525021/ekonomi-ri-mau-tumbuh-5-di-2022-jangan-ganggu-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/30/320/2525021/ekonomi-ri-mau-tumbuh-5-di-2022-jangan-ganggu-investasi</guid><pubDate>Kamis 30 Desember 2021 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/30/320/2525021/ekonomi-ri-mau-tumbuh-5-di-2022-jangan-ganggu-investasi-eM12v6rs9c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/30/320/2525021/ekonomi-ri-mau-tumbuh-5-di-2022-jangan-ganggu-investasi-eM12v6rs9c.jpg</image><title>Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi akan lebih baik di tahun 2022 dalam rentang 4% hingga 5%. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan dibayangi oleh ketidakpastian terutama oleh penyebaran varian Omicron.
Baca Juga: Ini Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% pada 2022
Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan, agar proyeksi tersebut bisa dicapai maka upaya yang paling penting adalah meyakinkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 sudah terkendali dan aman.
&quot;Kita bangun optimisme dalam artian bahwa memang kita betul-betul berhasil mengatasi Covid-19. Optimisme tadi akan meningkatkan konsumsi masyarakat,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga: Kaleidoskop 2021: Perjalanan Ekonomi Indonesia Berhasil Keluar dari Resesi
Akhmad melanjutkan, investasi di tahun 2022 diperkirakan juga akan lebih baik dibandingkan tahun 2021. Hal ini karena konsumsi yang meningkat membuat produksi juga naik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yNy80LzE0MzIyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita berharap investasi yang sudah direncanakan itu bener-bener bisa  direalisasikan. Jangan diganggu dengan yang aneh-aneh ditambah dengan  ketidakpastian yang mungkin membuat mereka bisa tidak jadi investasi,&quot;  tuturnya.
Di sisi lain, ada beberapa faktor yang berpotensi menahan laju  pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi di tahun depan. Salah satunya arah  kebijakan fiskal yang diprediksi semakin ketat karena pemerintah akan  menurunkan defisit anggaran dan mengurangi belanja yang tidak perlu.
&quot;Kemungkinan peran pemerintah untuk mendorong laju pertumbuhan  ekonomi akan berkurang dibandingkan tahun 2020 dan 2021. Pemerintah  mulai mengurangi defisit anggaran sehingga kemungkinan peran pemerintah  akan berkurang,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi akan lebih baik di tahun 2022 dalam rentang 4% hingga 5%. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan dibayangi oleh ketidakpastian terutama oleh penyebaran varian Omicron.
Baca Juga: Ini Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% pada 2022
Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan, agar proyeksi tersebut bisa dicapai maka upaya yang paling penting adalah meyakinkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 sudah terkendali dan aman.
&quot;Kita bangun optimisme dalam artian bahwa memang kita betul-betul berhasil mengatasi Covid-19. Optimisme tadi akan meningkatkan konsumsi masyarakat,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga: Kaleidoskop 2021: Perjalanan Ekonomi Indonesia Berhasil Keluar dari Resesi
Akhmad melanjutkan, investasi di tahun 2022 diperkirakan juga akan lebih baik dibandingkan tahun 2021. Hal ini karena konsumsi yang meningkat membuat produksi juga naik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8yNy80LzE0MzIyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita berharap investasi yang sudah direncanakan itu bener-bener bisa  direalisasikan. Jangan diganggu dengan yang aneh-aneh ditambah dengan  ketidakpastian yang mungkin membuat mereka bisa tidak jadi investasi,&quot;  tuturnya.
Di sisi lain, ada beberapa faktor yang berpotensi menahan laju  pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi di tahun depan. Salah satunya arah  kebijakan fiskal yang diprediksi semakin ketat karena pemerintah akan  menurunkan defisit anggaran dan mengurangi belanja yang tidak perlu.
&quot;Kemungkinan peran pemerintah untuk mendorong laju pertumbuhan  ekonomi akan berkurang dibandingkan tahun 2020 dan 2021. Pemerintah  mulai mengurangi defisit anggaran sehingga kemungkinan peran pemerintah  akan berkurang,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
