<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Pasar Modal di Tengah Pandemi, Tetap Tumbuh Positif di 2021</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan aktivitas pasar modal domestik  tumbuh positif meski dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/278/2525529/kinerja-pasar-modal-di-tengah-pandemi-tetap-tumbuh-positif-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/278/2525529/kinerja-pasar-modal-di-tengah-pandemi-tetap-tumbuh-positif-di-2021"/><item><title>Kinerja Pasar Modal di Tengah Pandemi, Tetap Tumbuh Positif di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/278/2525529/kinerja-pasar-modal-di-tengah-pandemi-tetap-tumbuh-positif-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/278/2525529/kinerja-pasar-modal-di-tengah-pandemi-tetap-tumbuh-positif-di-2021</guid><pubDate>Jum'at 31 Desember 2021 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/31/278/2525529/kinerja-pasar-modal-di-tengah-pandemi-tetap-tumbuh-positif-di-2021-QWjgegxCl7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan 2021 (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/31/278/2525529/kinerja-pasar-modal-di-tengah-pandemi-tetap-tumbuh-positif-di-2021-QWjgegxCl7.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan 2021 (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan aktivitas pasar modal domestik tumbuh positif meski dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Performa positif tersebut salah satunya tercermin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG).
&amp;ldquo;IHSG mencapai level 6.600,68 pada 29 Desember 2021 atau meningkat 10,4% dari posisi Desember 2020,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi di Jakarta, kemarin.
Disampaikannya,  pertumbuhan IHSG tersebut bahkan sempat menembus rekor baru yakni di level 6.723,39 pada 22 November 2021, melampaui IHSG sebelum terjadinya pandemi. Sementara itu, kapitalisasi pasar pada 29 Desember 2021 mencapai Rp8.277 triliun atau naik hampir 18% dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yakni Rp6.970 triliun.
Baca Juga: IHSG 2021 Naik 10,07%, Sri Mulyani: Ini Modal Memasuki 2022 yang Optimis
Sementara itu aktivitas perdagangan membukukan kenaikan signifikan dengan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH)  Rp13,39 triliun atau naik lebih dari 45% dibandingkan posisi akhir 2020 sebesar Rp9,2 triliun.
Selanjutnya, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai 1,29 juta kali transaksi atau naik 91% dibandingkan akhir tahun 2020 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan bursa di Kawasan ASEAN sepanjang tiga tahun terakhir.
Baca Juga: BEI: IHSG Melesat 10,4% hingga 54 Emiten IPO Raih Rp62,6 Triliun di 2021
Pertumbuhan signifikan juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian yang telah mencapai 20,6 miliar saham atau naik lebih dari 80% dibandingkan akhir tahun lalu. Tahun 2021 juga turut diramaikan oleh minat perusahaan untuk memobilisasi dana jangka panjang melalui pasar modal.
Hingga 30 Desember 2021, telah terdapat 54 perusahaan tercatat yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga sebanyak 766 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI.


Total penggalangan dana dari IPO saham mencapai Rp62,61 triliun, naik  sebesar 1.022,35% dibandingkan dengan tahun 2020 dan merupakan nilai  penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.  Indonesia pun masih menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Kawasan  ASEAN selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2019.
&amp;rdquo;Pencapaian positif turut tercermin dari meningkatnya minat  masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Total jumlah  investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 telah meningkat  92,7% menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per  akhir Desember 2020. Jumlah ini meningkat hampir tujuh kali lipat  dibandingkan tahun 2017,&quot; kata Inarno.
Secara khusus, pertumbuhan investor ritel pada 2021 ditopang oleh  kalangan milenial (kelahiran 1981-1996) dan Gen-Z (kelahiran 1997 &amp;ndash;  2012) atau rentang usia di bawah 40 tahun sebesar 88% dari total  investor ritel baru (per November 2021). Lonjakan pertumbuhan jumlah  investor ritel turut berdampak terhadap dominasi investor ritel terhadap  aktivitas perdagangan harian di BEI yang mencapai 56,2% dari tahun  sebelumnya sebesar 48,4%.
Inarno menambahkan, peningkatan jumlah investor juga merupakan hasil  dari upaya BEI dan pemangku kepentingan dalam melakukan sosialisasi,  edukasi, serta literasi kepada masyarakat. Hingga 29 Desember 2021 di  seluruh Indonesia telah berlangsung 10.117 kegiatan edukasi, dengan  jumlah peserta mencapai lebih dari 1,2 juta orang. Dari seluruh kegiatan  tersebut, lebih dari 97% kegiatan dilakukan secara daring, begitu juga  aktivitas sosialisasi kepada para pemangku kepentingan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan aktivitas pasar modal domestik tumbuh positif meski dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Performa positif tersebut salah satunya tercermin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG).
&amp;ldquo;IHSG mencapai level 6.600,68 pada 29 Desember 2021 atau meningkat 10,4% dari posisi Desember 2020,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi di Jakarta, kemarin.
Disampaikannya,  pertumbuhan IHSG tersebut bahkan sempat menembus rekor baru yakni di level 6.723,39 pada 22 November 2021, melampaui IHSG sebelum terjadinya pandemi. Sementara itu, kapitalisasi pasar pada 29 Desember 2021 mencapai Rp8.277 triliun atau naik hampir 18% dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yakni Rp6.970 triliun.
Baca Juga: IHSG 2021 Naik 10,07%, Sri Mulyani: Ini Modal Memasuki 2022 yang Optimis
Sementara itu aktivitas perdagangan membukukan kenaikan signifikan dengan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH)  Rp13,39 triliun atau naik lebih dari 45% dibandingkan posisi akhir 2020 sebesar Rp9,2 triliun.
Selanjutnya, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai 1,29 juta kali transaksi atau naik 91% dibandingkan akhir tahun 2020 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan bursa di Kawasan ASEAN sepanjang tiga tahun terakhir.
Baca Juga: BEI: IHSG Melesat 10,4% hingga 54 Emiten IPO Raih Rp62,6 Triliun di 2021
Pertumbuhan signifikan juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian yang telah mencapai 20,6 miliar saham atau naik lebih dari 80% dibandingkan akhir tahun lalu. Tahun 2021 juga turut diramaikan oleh minat perusahaan untuk memobilisasi dana jangka panjang melalui pasar modal.
Hingga 30 Desember 2021, telah terdapat 54 perusahaan tercatat yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga sebanyak 766 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI.


Total penggalangan dana dari IPO saham mencapai Rp62,61 triliun, naik  sebesar 1.022,35% dibandingkan dengan tahun 2020 dan merupakan nilai  penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.  Indonesia pun masih menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Kawasan  ASEAN selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2019.
&amp;rdquo;Pencapaian positif turut tercermin dari meningkatnya minat  masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Total jumlah  investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 telah meningkat  92,7% menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per  akhir Desember 2020. Jumlah ini meningkat hampir tujuh kali lipat  dibandingkan tahun 2017,&quot; kata Inarno.
Secara khusus, pertumbuhan investor ritel pada 2021 ditopang oleh  kalangan milenial (kelahiran 1981-1996) dan Gen-Z (kelahiran 1997 &amp;ndash;  2012) atau rentang usia di bawah 40 tahun sebesar 88% dari total  investor ritel baru (per November 2021). Lonjakan pertumbuhan jumlah  investor ritel turut berdampak terhadap dominasi investor ritel terhadap  aktivitas perdagangan harian di BEI yang mencapai 56,2% dari tahun  sebelumnya sebesar 48,4%.
Inarno menambahkan, peningkatan jumlah investor juga merupakan hasil  dari upaya BEI dan pemangku kepentingan dalam melakukan sosialisasi,  edukasi, serta literasi kepada masyarakat. Hingga 29 Desember 2021 di  seluruh Indonesia telah berlangsung 10.117 kegiatan edukasi, dengan  jumlah peserta mencapai lebih dari 1,2 juta orang. Dari seluruh kegiatan  tersebut, lebih dari 97% kegiatan dilakukan secara daring, begitu juga  aktivitas sosialisasi kepada para pemangku kepentingan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
