<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Suntik PMN Rp1,28 Triliun ke PAL Indonesia, Mau Bikin Kapal Selam Tanpa Awak</title><description>PT PAL Indonesia (Persero) mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,28 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/320/2525372/sri-mulyani-suntik-pmn-rp1-28-triliun-ke-pal-indonesia-mau-bikin-kapal-selam-tanpa-awak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/320/2525372/sri-mulyani-suntik-pmn-rp1-28-triliun-ke-pal-indonesia-mau-bikin-kapal-selam-tanpa-awak"/><item><title>Sri Mulyani Suntik PMN Rp1,28 Triliun ke PAL Indonesia, Mau Bikin Kapal Selam Tanpa Awak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/320/2525372/sri-mulyani-suntik-pmn-rp1-28-triliun-ke-pal-indonesia-mau-bikin-kapal-selam-tanpa-awak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/31/320/2525372/sri-mulyani-suntik-pmn-rp1-28-triliun-ke-pal-indonesia-mau-bikin-kapal-selam-tanpa-awak</guid><pubDate>Jum'at 31 Desember 2021 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/31/320/2525372/sri-mulyani-suntik-pmn-rp1-28-triliun-ke-pal-indonesia-mau-bikin-kapal-selam-tanpa-awak-0ZV5KwaKGI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani suntik PMN ke Pal Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/31/320/2525372/sri-mulyani-suntik-pmn-rp1-28-triliun-ke-pal-indonesia-mau-bikin-kapal-selam-tanpa-awak-0ZV5KwaKGI.jpg</image><title>Sri Mulyani suntik PMN ke Pal Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT PAL Indonesia (Persero) mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,28 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan PMN yang akan dialokasikan untuk pembuatan kapal selam.
Direktur Utama PAL Indonesia Kaharuddin Djenod tengah menyiapkan diri untuk menjawab kebutuhan alutsista nasional, khususnya kapal selam dengan melakukan strategi penguasaan teknologi kapal selam dan pengembangan teknologi kapal selam ke depan, termasuk kapal selam tanpa awak.
Baca Juga: Sri Mulyani Bagi Kado Akhir Tahun untuk 5 BUMN, Apa Isinya?
&quot;PAL Indonesia akan bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan dana PMN dengan mewujudkan cita-cita pembangunan kapal selam dari sebelumnya berfokus ke Joint Section untuk nantinya mampu melaksanakan Whole Local Production,&quot; ujar Kaharuddin, Jumat (31/12/2021).
Alokasi PMN senilai Rp1,28 triliun, lanjut  Kaharuddin, digunakan untuk melengkapi kemampuan sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan agar mampu melaksanakan whole local production.
Baca Juga: Alasan Sri Mulyani Kucurkan PMN ke PLN dan Pertamina
Adapun peningkatan kemampuan produksi baik hardware and software melalui fasilitas-fasilitas yang akan dilengkapi diantaranya yaitu pembangunan Ship Lift, Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) Shop, Painting Shop, Blasting Shop,
Dari aspek peningkatan kapabilitas SDM diukur dari keikutsertaan pelatihan dan sertifikasi, dari aspek peningkatan kapasitas produksi diukur melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi, pengadaan peralatan produksi sehingga mampu melakukan produksi kapal selam secara mandiri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xMi80LzE0MDI4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya Presiden Jokowi dalam pidatonya di Hari Jadi TNI pada 5  Oktober 2021 menyampaikan bahwa kebijakan belanja pertahanan, harus  berubah menjadi investasi pertahanan. Berdasar pernyataan tersebut,  pemerintah memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada industri  pertahanan dalam negeri untuk berkontribusi dalam upaya modernisasi  alutsista.
Pembangunan fasilitas produksi kapal selam memiliki nilai strategis  yakni meminimalisir ketergantungan terhadap industri alutsista luar  negeri. Harapannya pembangunan serta perawatan kapal selam dapat  dilakukan di dalam negeri, sehingga Indonesia mampu secara mandiri dalam  menjaga ketahanan matra lautnya.
PMN yang diberikan pemerintah kepada PAL dan sejumlah BUMN berasal  dari APBN Tahun Anggaran 2021. Suntikan dana segar itu untuk menguatkan  struktur keuangan BUMN, karena harus melakukan beberapa program  pembangunan fundamental.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT PAL Indonesia (Persero) mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,28 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan PMN yang akan dialokasikan untuk pembuatan kapal selam.
Direktur Utama PAL Indonesia Kaharuddin Djenod tengah menyiapkan diri untuk menjawab kebutuhan alutsista nasional, khususnya kapal selam dengan melakukan strategi penguasaan teknologi kapal selam dan pengembangan teknologi kapal selam ke depan, termasuk kapal selam tanpa awak.
Baca Juga: Sri Mulyani Bagi Kado Akhir Tahun untuk 5 BUMN, Apa Isinya?
&quot;PAL Indonesia akan bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan dana PMN dengan mewujudkan cita-cita pembangunan kapal selam dari sebelumnya berfokus ke Joint Section untuk nantinya mampu melaksanakan Whole Local Production,&quot; ujar Kaharuddin, Jumat (31/12/2021).
Alokasi PMN senilai Rp1,28 triliun, lanjut  Kaharuddin, digunakan untuk melengkapi kemampuan sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan agar mampu melaksanakan whole local production.
Baca Juga: Alasan Sri Mulyani Kucurkan PMN ke PLN dan Pertamina
Adapun peningkatan kemampuan produksi baik hardware and software melalui fasilitas-fasilitas yang akan dilengkapi diantaranya yaitu pembangunan Ship Lift, Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) Shop, Painting Shop, Blasting Shop,
Dari aspek peningkatan kapabilitas SDM diukur dari keikutsertaan pelatihan dan sertifikasi, dari aspek peningkatan kapasitas produksi diukur melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi, pengadaan peralatan produksi sehingga mampu melakukan produksi kapal selam secara mandiri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xMi80LzE0MDI4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya Presiden Jokowi dalam pidatonya di Hari Jadi TNI pada 5  Oktober 2021 menyampaikan bahwa kebijakan belanja pertahanan, harus  berubah menjadi investasi pertahanan. Berdasar pernyataan tersebut,  pemerintah memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada industri  pertahanan dalam negeri untuk berkontribusi dalam upaya modernisasi  alutsista.
Pembangunan fasilitas produksi kapal selam memiliki nilai strategis  yakni meminimalisir ketergantungan terhadap industri alutsista luar  negeri. Harapannya pembangunan serta perawatan kapal selam dapat  dilakukan di dalam negeri, sehingga Indonesia mampu secara mandiri dalam  menjaga ketahanan matra lautnya.
PMN yang diberikan pemerintah kepada PAL dan sejumlah BUMN berasal  dari APBN Tahun Anggaran 2021. Suntikan dana segar itu untuk menguatkan  struktur keuangan BUMN, karena harus melakukan beberapa program  pembangunan fundamental.</content:encoded></item></channel></rss>
