<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Desember 2021 Diramal 0,53%</title><description>Laju inflasi Desember 2021 diperkirakan berkisar 0,53% (month to month /mtm) atau 1,83% yoy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526548/inflasi-desember-2021-diramal-0-53</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526548/inflasi-desember-2021-diramal-0-53"/><item><title>Inflasi Desember 2021 Diramal 0,53%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526548/inflasi-desember-2021-diramal-0-53</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526548/inflasi-desember-2021-diramal-0-53</guid><pubDate>Senin 03 Januari 2022 10:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526548/inflasi-desember-2021-diramal-0-53-jNC3UCW9nv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS umumkan inflasi Desember 2021 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526548/inflasi-desember-2021-diramal-0-53-jNC3UCW9nv.jpg</image><title>BPS umumkan inflasi Desember 2021 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Laju inflasi Desember 2021 diperkirakan berkisar 0,53% (month to month /mtm) atau 1,83% yoy. Inflasi Desember meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 1,75% yoy.
Peningkatan inflasi Desember didorong oleh inflasi harga bergejolak dan harga diatur pemerintah. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan Inflasi harga bergejolak diperkirakan meningkat sejalan dengan kenaikan harga komoditas pangan.
Baca Juga: Harga-Harga Naik Akhir Tahun, BI Ramal Inflasi 2021 Capai 1,9%
 
Adapun harga pangan yang menyumbang inflasi seperti telur ayam (6% mtm); cabai merah (19,5% mtm); cabai rawit (70,8% mtm); minyak goreng (7,0% mtm); bawang merah (0,6% mtm) dan bawang putih (0,5% mtm).
Baca Juga: Sri Mulyani Deg-degan, 2 Negara Ini Bisa Guncang Ekonomi Dunia 
&quot;Meskipun harga beberapa komoditas pangan lainnya tercatat turun seperti beras (-0,5%mtm); daging ayam (-0,3%mtm); dan daging sapi (-0,1%mtm),&quot; kata Josua saat dihubungi MNC di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Kenaikan harga komoditas pangan secara umum dipengaruhi oleh permintaan yang cenderung meningkat di akhir tahun di tengah pasokan yang berkurang akibat hasil panen yang tidak maksimal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, inflasi harga diatur pemerintah didorong oleh  peningkatan tarif transportasi udara sejalan dengan peningkatan  mobilitas masyarakat di akhir tahun.
Selain itu, inflasi harga diatur pemerintah juga mulai meningkat  mengingat pemerintah menaikkan harga LPG non subsidi pada akhir bulan  Desember ini.
&quot;Inflasi inti cenderung stabil dengan mempertimbangkan daya beli  masyarakat yang juga tetap terjaga di akhir tahun ini dimana inflasi  inti diperkirakan berkisar 1,53%yoy,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Laju inflasi Desember 2021 diperkirakan berkisar 0,53% (month to month /mtm) atau 1,83% yoy. Inflasi Desember meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 1,75% yoy.
Peningkatan inflasi Desember didorong oleh inflasi harga bergejolak dan harga diatur pemerintah. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan Inflasi harga bergejolak diperkirakan meningkat sejalan dengan kenaikan harga komoditas pangan.
Baca Juga: Harga-Harga Naik Akhir Tahun, BI Ramal Inflasi 2021 Capai 1,9%
 
Adapun harga pangan yang menyumbang inflasi seperti telur ayam (6% mtm); cabai merah (19,5% mtm); cabai rawit (70,8% mtm); minyak goreng (7,0% mtm); bawang merah (0,6% mtm) dan bawang putih (0,5% mtm).
Baca Juga: Sri Mulyani Deg-degan, 2 Negara Ini Bisa Guncang Ekonomi Dunia 
&quot;Meskipun harga beberapa komoditas pangan lainnya tercatat turun seperti beras (-0,5%mtm); daging ayam (-0,3%mtm); dan daging sapi (-0,1%mtm),&quot; kata Josua saat dihubungi MNC di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Kenaikan harga komoditas pangan secara umum dipengaruhi oleh permintaan yang cenderung meningkat di akhir tahun di tengah pasokan yang berkurang akibat hasil panen yang tidak maksimal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, inflasi harga diatur pemerintah didorong oleh  peningkatan tarif transportasi udara sejalan dengan peningkatan  mobilitas masyarakat di akhir tahun.
Selain itu, inflasi harga diatur pemerintah juga mulai meningkat  mengingat pemerintah menaikkan harga LPG non subsidi pada akhir bulan  Desember ini.
&quot;Inflasi inti cenderung stabil dengan mempertimbangkan daya beli  masyarakat yang juga tetap terjaga di akhir tahun ini dimana inflasi  inti diperkirakan berkisar 1,53%yoy,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
