<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Bawah Target APBN, Ini Alasan Sri Mulyani</title><description>Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan mencapai 3,7%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526829/pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526829/pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Bawah Target APBN, Ini Alasan Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526829/pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526829/pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani</guid><pubDate>Senin 03 Januari 2022 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526829/pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani-bhhEx8rRUb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526829/pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani-bhhEx8rRUb.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan mencapai 3,7%. Angka ini lebih rendah dari asumsi APBN 2021 sebesar 5%.
Menurutnya, hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan III tahun 2021 masih terkontraksi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% pada 2022
&quot;Pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan 3,7%. Kalau bicara range di 3,5-4%. Nah ni karena pada kuartal I kita masih -0,7%,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021, Senin (3/1/2022).
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I minus karena adanya lonjakan kasus Covid-19 dari momen natal dan tahun baru. Pemerintah terpaksa membatasi mobilitas dan menerapkan PSBB sehingga pertumbuhan dunia usaha terhambat. Lalu pada kuartal II angkanya naik jadi 7,07% namun kembali turun jadi 3,5% karena lonjakan kasus di bulan Juli dan Agustus.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Yakinkan Investor China soal Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2022
Adapun, untuk kuartal IV tahun 2021, ekonominya diproyeksi tumbuh 5%. &quot;Hal ini didukung menguatnya aktivitas konsumsi, investasi, serta ekspor di tengah pandemi yang terkendali,&quot; katanya.
Untuk inflasi, Sri Mulyani memperkirakan nilainya mencapai 1,87, lebih rendah dibanding asumsi makro sebesar 3%. Lalu, tingkat bunga SBN 10 tahun diproyeksi 6,35% dan nilai tukar mencapai Rp 14.312 per USD.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan mencapai 3,7%. Angka ini lebih rendah dari asumsi APBN 2021 sebesar 5%.
Menurutnya, hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan III tahun 2021 masih terkontraksi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% pada 2022
&quot;Pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan 3,7%. Kalau bicara range di 3,5-4%. Nah ni karena pada kuartal I kita masih -0,7%,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021, Senin (3/1/2022).
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I minus karena adanya lonjakan kasus Covid-19 dari momen natal dan tahun baru. Pemerintah terpaksa membatasi mobilitas dan menerapkan PSBB sehingga pertumbuhan dunia usaha terhambat. Lalu pada kuartal II angkanya naik jadi 7,07% namun kembali turun jadi 3,5% karena lonjakan kasus di bulan Juli dan Agustus.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Yakinkan Investor China soal Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2022
Adapun, untuk kuartal IV tahun 2021, ekonominya diproyeksi tumbuh 5%. &quot;Hal ini didukung menguatnya aktivitas konsumsi, investasi, serta ekspor di tengah pandemi yang terkendali,&quot; katanya.
Untuk inflasi, Sri Mulyani memperkirakan nilainya mencapai 1,87, lebih rendah dibanding asumsi makro sebesar 3%. Lalu, tingkat bunga SBN 10 tahun diproyeksi 6,35% dan nilai tukar mencapai Rp 14.312 per USD.</content:encoded></item></channel></rss>
