<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN 2021 Capai Rp783,7 Triliun, Sri Mulyani: Jauh Lebih Lebih Baik</title><description>Sri Mulyani mencatat defisit APBN 2021 mencapai 4,65%. Defisit APBN hingga Desember 2021 sebesar Rp783,7 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526854/defisit-apbn-2021-capai-rp783-7-triliun-sri-mulyani-jauh-lebih-lebih-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526854/defisit-apbn-2021-capai-rp783-7-triliun-sri-mulyani-jauh-lebih-lebih-baik"/><item><title>Defisit APBN 2021 Capai Rp783,7 Triliun, Sri Mulyani: Jauh Lebih Lebih Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526854/defisit-apbn-2021-capai-rp783-7-triliun-sri-mulyani-jauh-lebih-lebih-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/03/320/2526854/defisit-apbn-2021-capai-rp783-7-triliun-sri-mulyani-jauh-lebih-lebih-baik</guid><pubDate>Senin 03 Januari 2022 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526854/defisit-apbn-2021-capai-rp783-7-triliun-sri-mulyani-jauh-lebih-lebih-baik-8JQA1hncNt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526854/defisit-apbn-2021-capai-rp783-7-triliun-sri-mulyani-jauh-lebih-lebih-baik-8JQA1hncNt.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat defisit APBN 2021 mencapai 4,65%. Defisit APBN hingga Desember 2021 sebesar Rp783,7 triliun.
Defisit APBN tahun ini berada di bawah 5%. Sri Mulyani mengatakan, hal ini didorong oleh penerimaan negara yang melampaui target dengan nilai Rp2.003,1 triliun dan belanja negara yang mencapai Rp2.786,8 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerimaan Pajak 2021 Lebihi Target, Sri Mulyani: Ada Pandemi, Kita Tetap Kuat
&quot;Ini defisit yang jauh lebih baik dari estimasi November, yang saya bilang 5,1%,&quot; ujar Menkeu di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Secara rinci, penerimaan negara terdiri atas penerimaan pajak Rp 1.277,5 triliun atau 103,9% dari target, kepabeanan dan cukai Rp 269 triliun atau 125,1% dari target dan PNBP Rp 452 triliun atau 153,8% dari target.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Capaian Penerimaan Negara 2021 hingga Pegawai Pajak Dikasih Bonus Rp117 Juta
Sementara untuk belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 2.001,1 triliun atau 102,4% dari asumsi dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 785,7 triliun atau 98,8% dari asumsi.
&quot;Defisit ini bukan hanya di bawah 5% tetapi dekat ke 4,5% dibandingkan dengan 6,14% pada tahun lalu,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat defisit APBN 2021 mencapai 4,65%. Defisit APBN hingga Desember 2021 sebesar Rp783,7 triliun.
Defisit APBN tahun ini berada di bawah 5%. Sri Mulyani mengatakan, hal ini didorong oleh penerimaan negara yang melampaui target dengan nilai Rp2.003,1 triliun dan belanja negara yang mencapai Rp2.786,8 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerimaan Pajak 2021 Lebihi Target, Sri Mulyani: Ada Pandemi, Kita Tetap Kuat
&quot;Ini defisit yang jauh lebih baik dari estimasi November, yang saya bilang 5,1%,&quot; ujar Menkeu di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Secara rinci, penerimaan negara terdiri atas penerimaan pajak Rp 1.277,5 triliun atau 103,9% dari target, kepabeanan dan cukai Rp 269 triliun atau 125,1% dari target dan PNBP Rp 452 triliun atau 153,8% dari target.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Capaian Penerimaan Negara 2021 hingga Pegawai Pajak Dikasih Bonus Rp117 Juta
Sementara untuk belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 2.001,1 triliun atau 102,4% dari asumsi dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 785,7 triliun atau 98,8% dari asumsi.
&quot;Defisit ini bukan hanya di bawah 5% tetapi dekat ke 4,5% dibandingkan dengan 6,14% pada tahun lalu,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
