<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Lanjutkan Stop Ekspor Bauksit, Tembaga hingga Timah   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana melanjutkan larangan ekspor bahan mentah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/320/2526845/jokowi-lanjutkan-stop-ekspor-bauksit-tembaga-hingga-timah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/320/2526845/jokowi-lanjutkan-stop-ekspor-bauksit-tembaga-hingga-timah"/><item><title>Jokowi Lanjutkan Stop Ekspor Bauksit, Tembaga hingga Timah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/320/2526845/jokowi-lanjutkan-stop-ekspor-bauksit-tembaga-hingga-timah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/320/2526845/jokowi-lanjutkan-stop-ekspor-bauksit-tembaga-hingga-timah</guid><pubDate>Selasa 04 Januari 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526845/jokowi-lanjutkan-stop-ekspor-bauksit-tembaga-hingga-timah-1eSzCtAzHU.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Lanjutkan Stop Ekspor Bahan Mentah (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/03/320/2526845/jokowi-lanjutkan-stop-ekspor-bauksit-tembaga-hingga-timah-1eSzCtAzHU.png</image><title>Jokowi Lanjutkan Stop Ekspor Bahan Mentah (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana melanjutkan larangan ekspor bahan mentah. Semula hanya nikel, kini ditambah seperti bauksit hingga timah.

&amp;ldquo;Keberanian kita men-setop itu (ekspor bahan mentah bijih nikel) hasilnya kelihatan. Oleh karena itu kita lanjutkan setop bauksit, tembaga, timah, dan lain-lain,&amp;rdquo; kata Presiden saat membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Senin (3/1/2022).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNC8yNi80Lzk0NjgxLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, pemberlakukan larangan ekspor bijih nikel sudah dimulai sejak 1 Januari 2020, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dengan stop ekspor komponen tersebut, ternyata menghasilkan dampak baik terhadap neraca perdagangan. Oleh sebab itu, kebijakan sebelumnya tak akan diberhentikan justru dilanjutkan.

Disebutkan bahwa merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia sejak Januari 2021-November 2021, mengalami surplus 34 miliar dolar AS atau 19 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Baca Selengkapnya: Berani Stop Ekspor Bahan Mentah Membuahkan Hasil, Jokowi: Kita Lanjutkan!

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana melanjutkan larangan ekspor bahan mentah. Semula hanya nikel, kini ditambah seperti bauksit hingga timah.

&amp;ldquo;Keberanian kita men-setop itu (ekspor bahan mentah bijih nikel) hasilnya kelihatan. Oleh karena itu kita lanjutkan setop bauksit, tembaga, timah, dan lain-lain,&amp;rdquo; kata Presiden saat membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Senin (3/1/2022).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNC8yNi80Lzk0NjgxLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, pemberlakukan larangan ekspor bijih nikel sudah dimulai sejak 1 Januari 2020, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dengan stop ekspor komponen tersebut, ternyata menghasilkan dampak baik terhadap neraca perdagangan. Oleh sebab itu, kebijakan sebelumnya tak akan diberhentikan justru dilanjutkan.

Disebutkan bahwa merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia sejak Januari 2021-November 2021, mengalami surplus 34 miliar dolar AS atau 19 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Baca Selengkapnya: Berani Stop Ekspor Bahan Mentah Membuahkan Hasil, Jokowi: Kita Lanjutkan!

</content:encoded></item></channel></rss>
