<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PUPR Bangun 7.075 Unit Rusun Sepanjang 2021</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 196 tower rumah susun (rusun) yang terdiri dari 7.075 unit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/470/2527268/pupr-bangun-7-075-unit-rusun-sepanjang-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/470/2527268/pupr-bangun-7-075-unit-rusun-sepanjang-2021"/><item><title>PUPR Bangun 7.075 Unit Rusun Sepanjang 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/470/2527268/pupr-bangun-7-075-unit-rusun-sepanjang-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/04/470/2527268/pupr-bangun-7-075-unit-rusun-sepanjang-2021</guid><pubDate>Selasa 04 Januari 2022 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/04/470/2527268/pupr-bangun-7-075-unit-rusun-sepanjang-2021-N5UlJII0nl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan rusun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/04/470/2527268/pupr-bangun-7-075-unit-rusun-sepanjang-2021-N5UlJII0nl.jpg</image><title>Pembangunan rusun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 196 tower rumah susun (rusun) yang terdiri dari 7.075 unit sepanjang 2021. Pembangunan rusun ini terdiri dari pembangunan Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 4.575 unit dan pembangunan Single Year Contract (SYC) 2021 sebanyak 87 tower terdiri dari 2.500 unit rusun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan rusun di samping untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga untuk TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Uji Nyali! Rusunawa Dibangun di Bekas Makam China
 
&amp;ldquo;Ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,&quot; kata Basuki di Jakarta, Selasa(4/12/2021).
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun MYC 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 29 tower rusun untuk Peserta Didik Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB), 33 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 11 tower untuk MBR, 2 tower untuk pekerja, 27 tower untuk ASN dan 7 tower untuk TNI/Polri.
Baca Juga: Sri Mulyani Bangun Rusun PNS Kemenkeu Rp25 Miliar di Jayapura, Fasilitas Sekelas Wisma Atlet
Sementara pembangunan rusun SYC TA 2021 terdiri dari 87 tower rusun dengan peruntukan 55 tower untuk Peserta Didik LPKB, 19 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 6 tower untuk MBR, 4 tower untuk TNI dan 3 tower untuk ASN.
Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada tahun 2021 adalah RSBT Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 Lantai sebanyak 2 (dua) tower yang terdiri atas 150 unit hunian. RSBT Politeknik PU Semarang ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Politeknik PU Semarang. Diharapkan pembangunan rumah susun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai sarana hunian selama mendapat pembelajaran.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xOC8xLzE0Mjk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bantuan rumah susun untuk Peserta Didik LPKB mencapai 55 tower rusun  yang dibangun melalui skema SYC 2021. Salah satunya adalah Rusun Ponpes  Darul Fadhilah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Rusun ini  dibangun dengan tipe rusun mini setinggi 2 lantai, yang terdiri dari  empat barak dengan luas 33x8,2 meter. Anggaran pembangunan rusun  tersebut senilai Rp 4,5 miliar dengan kontraktor pelaksana adalah PT  Fairuz Syifa Mumtaza dan Konsultan PT Bahtra Jasa Konsultan Teknik.
Adapun rusun MYC 2020-2021 yang telah diselesaikan adalah Rusun  Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) di Kabupaten Bireuen,  Provinsi Aceh. Rusun tersebut dibangun setinggi 3 lantai bertipe 24,  yang terdiri atas 43 unit dengan kapasitas 240 orang mahasiswa. Anggaran  pembangunan rusun mecapai Rp14,5 miliar, dengan dilengkapi berbagai  furnitur seperti tempat tidur, lemari pakaian dan meja belajar.
Rektor UNIKI, Profesor Apridar, mengapresiasi upaya Kementerian PUPR  memfasilitasi hunian layak bagi mahasiswanya. Rusun ini direncanakan  akan digunakan untuk mahasiswi perempuan yang berasal dari luar kota  Bireuen. Ia berharap ke depannya Kementerian PUPR dapat kembali  menyediakan rusun yang akan diperuntukan bagi mahasiswa laki-laki.
Sementara untuk MBR, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR bekerja sama  dengan Kementerian Sosial dalam membangun Rusun Tunawisma Kementerian  Sosial di Bekasi melalui skema SYC 2021. Rusun ini berlokasi di Kompleks  Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur seluas 3.880 m2. Rusun  yang dibangun setinggi 5 lantai ini terdiri dari 108 unit bertipe 24  yang dapat menampung hingga 428 orang.
Selain menyelesaikan pembangunan MYC 2020-2021 dan SYC 2021,  Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan juga melaksanakan pembangunan  56 tower rumah susun secara MYC 2021-2022 yang terdiri atas 2.994 unit  hunian. Pembangunan tersebut masih dalam proses dan akan diselesaikan  pada tahun 2022. Beberapa program prioritas dilaksanakan melalui  mekanisme MYC ini, meliputi 1 tower RSBT Mahkamah Agung setinggi 12  lantai terdiri atas 69 unit hunian, serta 10 tower rumah susun di  Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang setinggi 5 lantai dengan tipe  Barak yang diperuntukkan bagi pekerja.
Pembangunan rumah susun ini merupakan bagian dari Program Sejuta  Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015. Program Sejuta  Rumah ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional di tengah  Pandemi Covid-19 yang belum usai. Sektor perumahan dipercaya mampu  menjadi leading sector karena mampu menjadi multiplier effect yang  menggerakkan lebih dari 140 industri terkait. Di samping itu, sektor  perumahan juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 196 tower rumah susun (rusun) yang terdiri dari 7.075 unit sepanjang 2021. Pembangunan rusun ini terdiri dari pembangunan Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 4.575 unit dan pembangunan Single Year Contract (SYC) 2021 sebanyak 87 tower terdiri dari 2.500 unit rusun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan rusun di samping untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga untuk TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Uji Nyali! Rusunawa Dibangun di Bekas Makam China
 
&amp;ldquo;Ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,&quot; kata Basuki di Jakarta, Selasa(4/12/2021).
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun MYC 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 29 tower rusun untuk Peserta Didik Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB), 33 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 11 tower untuk MBR, 2 tower untuk pekerja, 27 tower untuk ASN dan 7 tower untuk TNI/Polri.
Baca Juga: Sri Mulyani Bangun Rusun PNS Kemenkeu Rp25 Miliar di Jayapura, Fasilitas Sekelas Wisma Atlet
Sementara pembangunan rusun SYC TA 2021 terdiri dari 87 tower rusun dengan peruntukan 55 tower untuk Peserta Didik LPKB, 19 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 6 tower untuk MBR, 4 tower untuk TNI dan 3 tower untuk ASN.
Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada tahun 2021 adalah RSBT Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 Lantai sebanyak 2 (dua) tower yang terdiri atas 150 unit hunian. RSBT Politeknik PU Semarang ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Politeknik PU Semarang. Diharapkan pembangunan rumah susun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai sarana hunian selama mendapat pembelajaran.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xOC8xLzE0Mjk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bantuan rumah susun untuk Peserta Didik LPKB mencapai 55 tower rusun  yang dibangun melalui skema SYC 2021. Salah satunya adalah Rusun Ponpes  Darul Fadhilah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Rusun ini  dibangun dengan tipe rusun mini setinggi 2 lantai, yang terdiri dari  empat barak dengan luas 33x8,2 meter. Anggaran pembangunan rusun  tersebut senilai Rp 4,5 miliar dengan kontraktor pelaksana adalah PT  Fairuz Syifa Mumtaza dan Konsultan PT Bahtra Jasa Konsultan Teknik.
Adapun rusun MYC 2020-2021 yang telah diselesaikan adalah Rusun  Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) di Kabupaten Bireuen,  Provinsi Aceh. Rusun tersebut dibangun setinggi 3 lantai bertipe 24,  yang terdiri atas 43 unit dengan kapasitas 240 orang mahasiswa. Anggaran  pembangunan rusun mecapai Rp14,5 miliar, dengan dilengkapi berbagai  furnitur seperti tempat tidur, lemari pakaian dan meja belajar.
Rektor UNIKI, Profesor Apridar, mengapresiasi upaya Kementerian PUPR  memfasilitasi hunian layak bagi mahasiswanya. Rusun ini direncanakan  akan digunakan untuk mahasiswi perempuan yang berasal dari luar kota  Bireuen. Ia berharap ke depannya Kementerian PUPR dapat kembali  menyediakan rusun yang akan diperuntukan bagi mahasiswa laki-laki.
Sementara untuk MBR, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR bekerja sama  dengan Kementerian Sosial dalam membangun Rusun Tunawisma Kementerian  Sosial di Bekasi melalui skema SYC 2021. Rusun ini berlokasi di Kompleks  Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur seluas 3.880 m2. Rusun  yang dibangun setinggi 5 lantai ini terdiri dari 108 unit bertipe 24  yang dapat menampung hingga 428 orang.
Selain menyelesaikan pembangunan MYC 2020-2021 dan SYC 2021,  Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan juga melaksanakan pembangunan  56 tower rumah susun secara MYC 2021-2022 yang terdiri atas 2.994 unit  hunian. Pembangunan tersebut masih dalam proses dan akan diselesaikan  pada tahun 2022. Beberapa program prioritas dilaksanakan melalui  mekanisme MYC ini, meliputi 1 tower RSBT Mahkamah Agung setinggi 12  lantai terdiri atas 69 unit hunian, serta 10 tower rumah susun di  Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang setinggi 5 lantai dengan tipe  Barak yang diperuntukkan bagi pekerja.
Pembangunan rumah susun ini merupakan bagian dari Program Sejuta  Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015. Program Sejuta  Rumah ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional di tengah  Pandemi Covid-19 yang belum usai. Sektor perumahan dipercaya mampu  menjadi leading sector karena mampu menjadi multiplier effect yang  menggerakkan lebih dari 140 industri terkait. Di samping itu, sektor  perumahan juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
