<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blue Bird (BIRD) Emiten Miliarder Purnomo Prawiro Siapkan Capex Rp1,2 Triliun Tahun Ini</title><description>PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyiapkan belanja modal atau capex tahun 2022 sebesar Rp1,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527716/blue-bird-bird-emiten-miliarder-purnomo-prawiro-siapkan-capex-rp1-2-triliun-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527716/blue-bird-bird-emiten-miliarder-purnomo-prawiro-siapkan-capex-rp1-2-triliun-tahun-ini"/><item><title>Blue Bird (BIRD) Emiten Miliarder Purnomo Prawiro Siapkan Capex Rp1,2 Triliun Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527716/blue-bird-bird-emiten-miliarder-purnomo-prawiro-siapkan-capex-rp1-2-triliun-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527716/blue-bird-bird-emiten-miliarder-purnomo-prawiro-siapkan-capex-rp1-2-triliun-tahun-ini</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/278/2527716/blue-bird-bird-emiten-miliarder-purnomo-prawiro-siapkan-capex-rp1-2-triliun-tahun-ini-o1jI2xxykP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Blue Bird siapkan capex Rp1,2 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/278/2527716/blue-bird-bird-emiten-miliarder-purnomo-prawiro-siapkan-capex-rp1-2-triliun-tahun-ini-o1jI2xxykP.jpg</image><title>Blue Bird siapkan capex Rp1,2 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyiapkan belanja modal atau capex tahun 2022 sebesar Rp1,2 triliun. Belanja modal tersebut digunakan seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi dan meredanya pandemi Covid-19.
&quot;Prospek bisnis tentunya sangat tergantung kondisi pandemi dan kebijakan pemerintah terkait mobilitas. Kami tentunya berharap pandemi bisa mereda di tahun ini dan tentunya hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan,&quot; kata Head of Investor Relations Blue Bird, Michael Tane.
Baca Juga: Miliarder Purnomo Prawiro Borong Saham Blue Bird (BIRD) Rp6,07 Miliar
 
Meredanya pandemi mendorong keyakinan perseroan adanya peluang cukup baik untuk mencatat laba di akhir tahun 2021. Dana belanja modal yang cukup besar tersebut sebagian besar untuk peremajaan kendaraan. Sementara Direktur Blue Bird, Eko Yuliantoro menegaskan jumlah belanja modal yang cukup besar tersebut untuk pembelian kendaraan baru demi keperluan peremajaan armada taksi dan kendaraan nontaksi.
&quot;Kurang lebih sektiar 5.000 unit dalam hal ini, sehingga dengan mobil-mobil baru, kendaraan-kendaraan baru, kami harapkan efisiensi operasional juga akan lebih tercapai dan akan meningkatkan kinerja Bluebird, khususunya pada 2022,&quot; paparnya.
Baca Juga: Bisnis Transportasi Kian Ketat, KAI Gandeng Blue Bird
Di sisi lain, Direktur Utama Blue Bird, Sigit Priawan Djokosoetono menilai pertumbuhan cukup baik akan terjadi pada 2022 dan optimistis menyongsong tahun yang baru. Pasalnya, dia telah melihat peningkatan kinerja yang cukup signifikan sepanjang semester II/2021.
&quot;Kondisi sudah dilonggarkannya PPKM akhir kuartal III/2021, peningkatan kinerja kami sangat pesat, sehingga kami melihat tahun 2022 dengan sangat optimistis bergantung pada beberapa kondisi,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy80LzE0MzQ2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejumlah kondisi yang dimaksud Sigit yakni tidak banyak lagi  pembatasan-pembatasan atau terjadinya PPKM. Kemudian, seluruh pihak  berhati-hati terhadap gelombang dari Covid-19 yang berikutnya. Jika  muncul gelombang Covid-19 baru, BIRD akan mengantisipasi lebih cepat  karena sudah berpengalaman sebelumnya.
Sebagai informasi, hingga kuartal tiga 2021, perseroan membukukan  rugi bersih sebesar -Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58%  dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar.  Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau  terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird  berhasil membukukan Rp1,55 triliun.
Kata Sigit Djokosoetono, performa perseroan tahun ini masih sangat  dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja  keuangan perseroan YoY terlihat dari  rugi bersih perseroan di 9M21  membaik sekitar 58% dibandingkan 9M20.
&amp;rdquo;Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan  mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk  mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus  memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan  protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi  customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan  semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin  diminati oleh masyarakat,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyiapkan belanja modal atau capex tahun 2022 sebesar Rp1,2 triliun. Belanja modal tersebut digunakan seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi dan meredanya pandemi Covid-19.
&quot;Prospek bisnis tentunya sangat tergantung kondisi pandemi dan kebijakan pemerintah terkait mobilitas. Kami tentunya berharap pandemi bisa mereda di tahun ini dan tentunya hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan,&quot; kata Head of Investor Relations Blue Bird, Michael Tane.
Baca Juga: Miliarder Purnomo Prawiro Borong Saham Blue Bird (BIRD) Rp6,07 Miliar
 
Meredanya pandemi mendorong keyakinan perseroan adanya peluang cukup baik untuk mencatat laba di akhir tahun 2021. Dana belanja modal yang cukup besar tersebut sebagian besar untuk peremajaan kendaraan. Sementara Direktur Blue Bird, Eko Yuliantoro menegaskan jumlah belanja modal yang cukup besar tersebut untuk pembelian kendaraan baru demi keperluan peremajaan armada taksi dan kendaraan nontaksi.
&quot;Kurang lebih sektiar 5.000 unit dalam hal ini, sehingga dengan mobil-mobil baru, kendaraan-kendaraan baru, kami harapkan efisiensi operasional juga akan lebih tercapai dan akan meningkatkan kinerja Bluebird, khususunya pada 2022,&quot; paparnya.
Baca Juga: Bisnis Transportasi Kian Ketat, KAI Gandeng Blue Bird
Di sisi lain, Direktur Utama Blue Bird, Sigit Priawan Djokosoetono menilai pertumbuhan cukup baik akan terjadi pada 2022 dan optimistis menyongsong tahun yang baru. Pasalnya, dia telah melihat peningkatan kinerja yang cukup signifikan sepanjang semester II/2021.
&quot;Kondisi sudah dilonggarkannya PPKM akhir kuartal III/2021, peningkatan kinerja kami sangat pesat, sehingga kami melihat tahun 2022 dengan sangat optimistis bergantung pada beberapa kondisi,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy80LzE0MzQ2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejumlah kondisi yang dimaksud Sigit yakni tidak banyak lagi  pembatasan-pembatasan atau terjadinya PPKM. Kemudian, seluruh pihak  berhati-hati terhadap gelombang dari Covid-19 yang berikutnya. Jika  muncul gelombang Covid-19 baru, BIRD akan mengantisipasi lebih cepat  karena sudah berpengalaman sebelumnya.
Sebagai informasi, hingga kuartal tiga 2021, perseroan membukukan  rugi bersih sebesar -Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58%  dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar.  Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau  terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird  berhasil membukukan Rp1,55 triliun.
Kata Sigit Djokosoetono, performa perseroan tahun ini masih sangat  dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja  keuangan perseroan YoY terlihat dari  rugi bersih perseroan di 9M21  membaik sekitar 58% dibandingkan 9M20.
&amp;rdquo;Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan  mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk  mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus  memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan  protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi  customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan  semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin  diminati oleh masyarakat,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
