<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayan Resources (BYAN), Emiten Raja Batu Bara Low Tuck Kwong Beli Tanah Rp20 Miliar</title><description>PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melakukan transaksi afiliasi dengan anak usaha, yakni PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527741/bayan-resources-byan-emiten-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-beli-tanah-rp20-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527741/bayan-resources-byan-emiten-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-beli-tanah-rp20-miliar"/><item><title>Bayan Resources (BYAN), Emiten Raja Batu Bara Low Tuck Kwong Beli Tanah Rp20 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527741/bayan-resources-byan-emiten-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-beli-tanah-rp20-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/278/2527741/bayan-resources-byan-emiten-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-beli-tanah-rp20-miliar</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/278/2527741/bayan-resources-byan-emiten-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-beli-tanah-rp20-miliar-XfwJ0D6Oqa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayan Resources beli tanah di Kutai Kartanegara (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/278/2527741/bayan-resources-byan-emiten-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-beli-tanah-rp20-miliar-XfwJ0D6Oqa.jpg</image><title>Bayan Resources beli tanah di Kutai Kartanegara (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melakukan transaksi afiliasi dengan anak usaha, yakni PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP). Emiten Raja Batu Bara Low Tuck Kwong membeli tanah GBP seluas 1,41 juta m2 di Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur beserta seluruh bangunan di atasnya senilai Rp20,03 miliar.
Selain itu, perseroan juga membeli peralatan untuk kegiatan pertambangan berupa bulldozer, excavator, wheel loader, genset, dan beberapa mesin lainnya senilai Rp50,61 miliar. Disebutkan, aset berupa tanah dan bangunan, serta peralatan tersebut dibeli secara tunai oleh perseroan sejumlah Rp77.649.000.000 yang dananya seluruhnya berasal dari kas perseroan.
Baca Juga: Raja Batu Bara Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham BYAN Rp3,87 Miliar, Hartanya Berapa Sih?
 
Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, mengingat BYAN memiliki saham GBP secara tidak langsung melalui PT Metalindo Prosestama sebesar 92,75%. GBP juga dikendalikan oleh sejumlah direksi yang sama dengan BYAN, yaitu Dato Low Tuck Kwong sebagai Direktur Utama Bayan Resources dan GBP, Lim Chai Hock sebagai Direktur kedua perusahaan, dan Jenny Quantero sebagai Direktur Perseroan dan GBP.
Baca Juga: Berkah Batu Bara, BYAN Laba Emiten Milik Taipan Low Tuck Kwong Meroket 501,8%
Perseroan menyebutkan, transaksi ini bermandaat mendukung kegiatan operasional perseroan, dan untuk mencapai target proyeksi keuangan perseroan dan anak usahanya. Di kuartal tiga 2021, BYAN berhasil membukukan laba bersih sebesar USD650,32 juta atau melonjak 501,85% dibanding periode sama tahun 2020 sebesar USD108,22 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy80LzE0MzQ2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hasil itu membuat laba per saham dasar melambung menjadi USD0,2.  Sedangkan di akhir September 2020 berada pada USD0,03. Sementara  pendapatan perseroan naik 74,3% menjadi USD1,749 miliar. Pendapatan itu  disumbang dari penjualan batu bara senilai USD1,745 miliar atau naik  74,84% secara tahunan.
Tapi pendapatan selain batu bara turun 17,55% menjadi USD3,833 juta.  Kemudian aset perseroan tumbuh 15,44% menjadi USD1,869 miliar. Hal itu  dipicu utang pajak penghasilan badan yang membengkak 677,7% menjadi  USD140,95 juta. Bahkan, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi  mencapai USD843,87 juta, atau melonjak 200% dibandingkan kuartal III  2020, yang tercatat sebesar USD281,08 juta. Untuk diketahui, Dato Low  Tuck Kwong menguasai sebanyak 55,16% porsi saham BYAN, PT Sumber Surya  Prima mengempit 10%, Engki Wibowo punya 5,96% dan sisanya dikuasai  masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melakukan transaksi afiliasi dengan anak usaha, yakni PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP). Emiten Raja Batu Bara Low Tuck Kwong membeli tanah GBP seluas 1,41 juta m2 di Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur beserta seluruh bangunan di atasnya senilai Rp20,03 miliar.
Selain itu, perseroan juga membeli peralatan untuk kegiatan pertambangan berupa bulldozer, excavator, wheel loader, genset, dan beberapa mesin lainnya senilai Rp50,61 miliar. Disebutkan, aset berupa tanah dan bangunan, serta peralatan tersebut dibeli secara tunai oleh perseroan sejumlah Rp77.649.000.000 yang dananya seluruhnya berasal dari kas perseroan.
Baca Juga: Raja Batu Bara Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham BYAN Rp3,87 Miliar, Hartanya Berapa Sih?
 
Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, mengingat BYAN memiliki saham GBP secara tidak langsung melalui PT Metalindo Prosestama sebesar 92,75%. GBP juga dikendalikan oleh sejumlah direksi yang sama dengan BYAN, yaitu Dato Low Tuck Kwong sebagai Direktur Utama Bayan Resources dan GBP, Lim Chai Hock sebagai Direktur kedua perusahaan, dan Jenny Quantero sebagai Direktur Perseroan dan GBP.
Baca Juga: Berkah Batu Bara, BYAN Laba Emiten Milik Taipan Low Tuck Kwong Meroket 501,8%
Perseroan menyebutkan, transaksi ini bermandaat mendukung kegiatan operasional perseroan, dan untuk mencapai target proyeksi keuangan perseroan dan anak usahanya. Di kuartal tiga 2021, BYAN berhasil membukukan laba bersih sebesar USD650,32 juta atau melonjak 501,85% dibanding periode sama tahun 2020 sebesar USD108,22 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy80LzE0MzQ2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hasil itu membuat laba per saham dasar melambung menjadi USD0,2.  Sedangkan di akhir September 2020 berada pada USD0,03. Sementara  pendapatan perseroan naik 74,3% menjadi USD1,749 miliar. Pendapatan itu  disumbang dari penjualan batu bara senilai USD1,745 miliar atau naik  74,84% secara tahunan.
Tapi pendapatan selain batu bara turun 17,55% menjadi USD3,833 juta.  Kemudian aset perseroan tumbuh 15,44% menjadi USD1,869 miliar. Hal itu  dipicu utang pajak penghasilan badan yang membengkak 677,7% menjadi  USD140,95 juta. Bahkan, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi  mencapai USD843,87 juta, atau melonjak 200% dibandingkan kuartal III  2020, yang tercatat sebesar USD281,08 juta. Untuk diketahui, Dato Low  Tuck Kwong menguasai sebanyak 55,16% porsi saham BYAN, PT Sumber Surya  Prima mengempit 10%, Engki Wibowo punya 5,96% dan sisanya dikuasai  masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
