<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Mantan Miliarder Muda Jadi Penipu, Elizabeth Holmes Terancam Dipenjara 20 Tahun</title><description>Mantan miliarder muda Elizabeth Holmes, dinyatakan bersalah menipu para  investor dalam sidang di Negara Bagian California, Amerika Serikat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/455/2527549/kisah-mantan-miliarder-muda-jadi-penipu-elizabeth-holmes-terancam-dipenjara-20-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/455/2527549/kisah-mantan-miliarder-muda-jadi-penipu-elizabeth-holmes-terancam-dipenjara-20-tahun"/><item><title>Kisah Mantan Miliarder Muda Jadi Penipu, Elizabeth Holmes Terancam Dipenjara 20 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/455/2527549/kisah-mantan-miliarder-muda-jadi-penipu-elizabeth-holmes-terancam-dipenjara-20-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/05/455/2527549/kisah-mantan-miliarder-muda-jadi-penipu-elizabeth-holmes-terancam-dipenjara-20-tahun</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 06:51 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/455/2527549/kisah-mantan-miliarder-muda-jadi-penipu-elizabeth-holmes-terancam-dipenjara-20-tahun-fhWnn5Thp2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan miliarder muda Elizabeth Holmes (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/455/2527549/kisah-mantan-miliarder-muda-jadi-penipu-elizabeth-holmes-terancam-dipenjara-20-tahun-fhWnn5Thp2.jpg</image><title>Mantan miliarder muda Elizabeth Holmes (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Mantan miliarder muda Elizabeth Holmes, dinyatakan bersalah menipu para investor dalam sidang di Negara Bagian California, Amerika Serikat. Jaksa penuntut umum mengatakan Pendiri Theranos ini secara sadar berbohong mengenai teknologi yang dia klaim bisa mendeteksi sejumlah penyakit dengan beberapa tetes darah.
Para juri berkesimpulan Holmes bersalah melakukan konspirasi penipuan terhadap para investor dan tiga dakwaan lainnya soal penipuan yang melibatkan transaksi elektronik. Holmes membantah semua 11 dakwaan, yang masing-masing punya ancaman hukuman penjara maksimum 20 tahun.
Holmes sempat dijuluki &quot;perempuan miliarder termuda di dunia&quot; oleh majalah Forbes. Predikat &quot;The next Steve Jobs&quot; disematkan pula oleh Inc, majalah bisnis yang memajang wajahnya di sampul.
Baca Juga: Mengenal Madam Pang, Manajer Tajir Timnas Thailand Janjikan Bonus Rp8 Miliar
 
Pada 2014, Elizabeth Holmes, waktu itu usianya 30 tahun, dipuja-puja. Ia mendirikan perusahaan bernilai USD9 miliar (Rp128 triliun) yang disebut-sebut akan membawa revolusi dalam diagnosis penyakit.
Hanya dengan beberapa tetes darah, Theranos berjanji bahwa tes ini dapat mendeteksi kondisi kesehatan seperti kanker dan diabetes dengan cepat, tanpa perlu jarum suntik. Para konglomerat, dari Henry Kissinger sampai Rupert Murdoch, ikut berinvestasi di perusahaan tersebut.
Namun pada 2015, kebohongan mulai terkuak, dan setahun kemudian, Holmes diekspos sebagai penipu. Teknologi yang ia gembar-gemborkan tidak berfungsi sama sekali, dan pada 2018 perusahaan yang ia dirikan pun kolaps.
Baca Juga: Sumber Kekayaan Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Berharta Rp37,1 Triliun
Holmes dibesarkan di sebuah keluarga kaya di Washington DC, dan merupakan anak yang sopan namun pemalu, menurut orang-orang yang mengenalnya. Inventor dan pengusaha Richard Fuisz, 81 tahun, berspekulasi bahwa Holmes menghadapi banyak tekanan untuk sukses.
Keluarganya bertahun-tahun hidup bertetangga dengan Holmes namun mereka menjadi tidak akur ketika Theranos menggugatnya dalam perkara paten pada 2011 (yang sekarang sudah diselesaikan).
Orang tua Holmes menjalani sebagian besar karier mereka sebagai birokrat di pemerintahan AS namun &quot;mereka sangat tertarik pada status&quot; dan &quot;hidup untuk jalin koneksi&quot;, ungkapnya kepada BBC.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada usia sembilan tahun, Elizabeth muda menulis surat kepada ayahnya  yang menyatakan bahwa hal yang &quot;ia inginkan dalam hidup ialah menemukan  hal baru, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh umat manusia&quot;.
Ketika ia masuk ke jurusan teknik kimia Universitas Stanford pada  2002, ia mengembangkan ide tentang plester yang dapat mendeteksi infeksi  pada penggunanya dan melepaskan antibiotik sesuai kebutuhan.
Orang tua Holmes menjalani sebagian besar karier mereka sebagai  birokrat di pemerintahan AS namun &quot;mereka sangat tertarik pada status&quot;  dan &quot;hidup untuk jalin koneksi&quot;, ungkapnya kepada BBC.
Pada usia sembilan tahun, Elizabeth muda menulis surat kepada ayahnya  yang menyatakan bahwa hal yang &quot;ia inginkan dalam hidup ialah menemukan  hal baru, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh umat manusia&quot;.
Ketika ia masuk ke jurusan teknik kimia Universitas Stanford pada  2002, ia mengembangkan ide tentang plester yang dapat mendeteksi infeksi  pada penggunanya dan melepaskan antibiotik sesuai kebutuhan.
Pada usia 18 tahun, ia telah memperlihatkan kekerasan pendirian yang  tampaknya terus ia miliki dan mendorong perusahaan yang ia dirikan pada  tahun berikutnya.
Phyllis Gardner, pakar farmakologi klinis di Stanford, pernah  berdiskusi dengan Holmes tentang ide plesternya dan mengatakan kepadanya  bahwa itu &quot;tidak akan berhasil&quot;.
&quot;Ia hanya menatap saya,&quot; kata Dr. Gardner kepada BBC.
&quot;Dan ia tampaknya yakin seratus persen akan kejeniusannya. Ia tidak tertarik dengan kepakaran saya dan itu membuat saya kesal.&quot;
Ide yang memikat 
Beberapa bulan kemudian Holmes keluar dari Stanford, usianya 19  tahun, dan meluncurkan Theranos, kali ini dengan ide melakukan tes darah  lengkap hanya dari setetes sampel - gagasan yang revolusioner, jika  terbukti berhasil.
Ide tersebut memikat orang-orang berpengaruh, yang kemudian  berinvestasi di Theranos tanpa melihat catatan finansial yang telah  diaudit.
Menteri Keuangan AS George Schultz, Jenderal Angkatan Darat terhormat  James Mattis (yang belakangan menjadi bagian dalam pemerintahan  Presiden Trump), dan keluarga terkaya Amerika, Waltons, termasuk para  pendukungnya.
Dukungan itu memberi Holmes kredibilitas, begitu juga tingkah lakunya.
&quot;Saya tahu dia punya ide brilian ini dan dia berhasil meyakinkan  semua investor dan ilmuwan ini,&quot; kata Dr. Jeffrey Flier, mantan dekan  Sekolah Kedokteran Harvard, yang makan siang bersama Holmes pada 2015.
&quot;Dia begitu percaya diri, namun ketika saya menanyakan beberapa  pertanyaan tentang teknologinya tampaknya dia tidak mengerti,&quot; imbuh Dr.  Flier, yang tidak pernah menilai teknologinya secara formal.
&quot;Kelihatannya sedikit aneh, tapi waktu itu saya tidak berpikir itu penipuan.&quot;
Skandal Theranos mulai terkuak pada 2015, ketika seorang pembocor  rahasia mengungkapkan kekhawatiran tentang alat tes yang dikembangkan  perusahaan tersebut, Edison.
Surat kabar Wall Street Journal menulis seri berita ekspose yang  mengklaim bahwa hasil tesnya tidak dapat diandalkan dan perusahaan  tersebut telah menggunakan mesin-mesin yang dibuat oleh perusahaan lain  dan tersedia secara komersial untuk melakukan sebagian besar tesnya.
Gugatan hukum pun menumpuk, para mitra memutus hubungan, dan pada  2016 regulator di AS melarang Holmes mengoperasikan jasa tes darah  selama dua tahun.
Pada 2018, Theranos bubar.Klaim pelecehan
Pada Maret 2018, Holmes menyelesaikan gugatan sipil dari regulator   finansial bahwa ia melakukan penipuan untuk menggalang dana sebesar   US$700 juta dari investor.
Namun tiga bulan kemudian ia ditangkap, bersama mantan pacar sekaligus mitra bisnisnya, Ramesh &quot;Sunny&quot; Balwani.
Balwani, atas dakwaan pidana penipuan transaksi elektronik (wire   fraud) dan persekongkolan untuk melakukan penipuan transaksi elektronik.
Jaksa penuntut mengklaim bahwa ia dengan sadar dan sengaja mengecoh   pasien tentang tes darah Theranos dan melebih-lebihkan kinerja   perusahaan tersebut di hadapan investor.
Holmes dibebaskan dengan jaminan pada 2019 dan menikahi William   &quot;Billy&quot; Evans, 27 tahun, pewaris waralaba hotel Evans Hotel Group.   Mereka punya seorang putra pada Juli tahun ini.
&quot;Saya pikir fakta bahwa ia baru menjadi ibu tidak akan berpengaruh   pada persidangan namun hakim kemungkinan besar akan mempertimbangkan itu   jika ia dinyatakan bersalah,&quot; kata Emily D. Baker, mantan deputi jaksa   wilayah untuk Los Angeles dan pengamat hukum yang tidak terkait dengan   kasus ini.
Seiring skandal Theranos mencapai pengadilan, para pengamat   mengatakan betapa luar biasanya Holmes berpegang teguh pada ceritanya   dan orang-orang yang mengenalnya mengatakan mereka ragu ia telah   berubah.
Menurut dokumen pengadilan, para pengacara Holmes siap berargumen   bahwa &quot;ia percaya semua dugaan misrepresentasi&quot; tentang Theranos adalah   benar dan bahwa perusahaan itu adalah &quot;bisnis sah yang menghasilkan   nilai bagi investor&quot;.
Mereka juga kemungkinan besar akan mengklaim bahwa Balwani telah   mengendalikan klien mereka dan perilaku itu &quot;menghapus kapasitasnya   untuk membuat keputusan&quot;, termasuk kemampuannya untuk &quot;menghasut para   korbannya&quot;.
Mereka berkata mantan chief operating officer Theranos - yang akan   diadili secara terpisah tahun depan - mengontrol cara Holmes berpakaian,   makanan yang ia makan, dan orang yang ia ajak bicara selama lebih dari   satu dekade. Mereka juga akan memanggil seorang psikolog yang   berspesialisasi di bidang pelecehan seksual sebagai saksi ahli.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan miliarder muda Elizabeth Holmes, dinyatakan bersalah menipu para investor dalam sidang di Negara Bagian California, Amerika Serikat. Jaksa penuntut umum mengatakan Pendiri Theranos ini secara sadar berbohong mengenai teknologi yang dia klaim bisa mendeteksi sejumlah penyakit dengan beberapa tetes darah.
Para juri berkesimpulan Holmes bersalah melakukan konspirasi penipuan terhadap para investor dan tiga dakwaan lainnya soal penipuan yang melibatkan transaksi elektronik. Holmes membantah semua 11 dakwaan, yang masing-masing punya ancaman hukuman penjara maksimum 20 tahun.
Holmes sempat dijuluki &quot;perempuan miliarder termuda di dunia&quot; oleh majalah Forbes. Predikat &quot;The next Steve Jobs&quot; disematkan pula oleh Inc, majalah bisnis yang memajang wajahnya di sampul.
Baca Juga: Mengenal Madam Pang, Manajer Tajir Timnas Thailand Janjikan Bonus Rp8 Miliar
 
Pada 2014, Elizabeth Holmes, waktu itu usianya 30 tahun, dipuja-puja. Ia mendirikan perusahaan bernilai USD9 miliar (Rp128 triliun) yang disebut-sebut akan membawa revolusi dalam diagnosis penyakit.
Hanya dengan beberapa tetes darah, Theranos berjanji bahwa tes ini dapat mendeteksi kondisi kesehatan seperti kanker dan diabetes dengan cepat, tanpa perlu jarum suntik. Para konglomerat, dari Henry Kissinger sampai Rupert Murdoch, ikut berinvestasi di perusahaan tersebut.
Namun pada 2015, kebohongan mulai terkuak, dan setahun kemudian, Holmes diekspos sebagai penipu. Teknologi yang ia gembar-gemborkan tidak berfungsi sama sekali, dan pada 2018 perusahaan yang ia dirikan pun kolaps.
Baca Juga: Sumber Kekayaan Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Berharta Rp37,1 Triliun
Holmes dibesarkan di sebuah keluarga kaya di Washington DC, dan merupakan anak yang sopan namun pemalu, menurut orang-orang yang mengenalnya. Inventor dan pengusaha Richard Fuisz, 81 tahun, berspekulasi bahwa Holmes menghadapi banyak tekanan untuk sukses.
Keluarganya bertahun-tahun hidup bertetangga dengan Holmes namun mereka menjadi tidak akur ketika Theranos menggugatnya dalam perkara paten pada 2011 (yang sekarang sudah diselesaikan).
Orang tua Holmes menjalani sebagian besar karier mereka sebagai birokrat di pemerintahan AS namun &quot;mereka sangat tertarik pada status&quot; dan &quot;hidup untuk jalin koneksi&quot;, ungkapnya kepada BBC.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada usia sembilan tahun, Elizabeth muda menulis surat kepada ayahnya  yang menyatakan bahwa hal yang &quot;ia inginkan dalam hidup ialah menemukan  hal baru, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh umat manusia&quot;.
Ketika ia masuk ke jurusan teknik kimia Universitas Stanford pada  2002, ia mengembangkan ide tentang plester yang dapat mendeteksi infeksi  pada penggunanya dan melepaskan antibiotik sesuai kebutuhan.
Orang tua Holmes menjalani sebagian besar karier mereka sebagai  birokrat di pemerintahan AS namun &quot;mereka sangat tertarik pada status&quot;  dan &quot;hidup untuk jalin koneksi&quot;, ungkapnya kepada BBC.
Pada usia sembilan tahun, Elizabeth muda menulis surat kepada ayahnya  yang menyatakan bahwa hal yang &quot;ia inginkan dalam hidup ialah menemukan  hal baru, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh umat manusia&quot;.
Ketika ia masuk ke jurusan teknik kimia Universitas Stanford pada  2002, ia mengembangkan ide tentang plester yang dapat mendeteksi infeksi  pada penggunanya dan melepaskan antibiotik sesuai kebutuhan.
Pada usia 18 tahun, ia telah memperlihatkan kekerasan pendirian yang  tampaknya terus ia miliki dan mendorong perusahaan yang ia dirikan pada  tahun berikutnya.
Phyllis Gardner, pakar farmakologi klinis di Stanford, pernah  berdiskusi dengan Holmes tentang ide plesternya dan mengatakan kepadanya  bahwa itu &quot;tidak akan berhasil&quot;.
&quot;Ia hanya menatap saya,&quot; kata Dr. Gardner kepada BBC.
&quot;Dan ia tampaknya yakin seratus persen akan kejeniusannya. Ia tidak tertarik dengan kepakaran saya dan itu membuat saya kesal.&quot;
Ide yang memikat 
Beberapa bulan kemudian Holmes keluar dari Stanford, usianya 19  tahun, dan meluncurkan Theranos, kali ini dengan ide melakukan tes darah  lengkap hanya dari setetes sampel - gagasan yang revolusioner, jika  terbukti berhasil.
Ide tersebut memikat orang-orang berpengaruh, yang kemudian  berinvestasi di Theranos tanpa melihat catatan finansial yang telah  diaudit.
Menteri Keuangan AS George Schultz, Jenderal Angkatan Darat terhormat  James Mattis (yang belakangan menjadi bagian dalam pemerintahan  Presiden Trump), dan keluarga terkaya Amerika, Waltons, termasuk para  pendukungnya.
Dukungan itu memberi Holmes kredibilitas, begitu juga tingkah lakunya.
&quot;Saya tahu dia punya ide brilian ini dan dia berhasil meyakinkan  semua investor dan ilmuwan ini,&quot; kata Dr. Jeffrey Flier, mantan dekan  Sekolah Kedokteran Harvard, yang makan siang bersama Holmes pada 2015.
&quot;Dia begitu percaya diri, namun ketika saya menanyakan beberapa  pertanyaan tentang teknologinya tampaknya dia tidak mengerti,&quot; imbuh Dr.  Flier, yang tidak pernah menilai teknologinya secara formal.
&quot;Kelihatannya sedikit aneh, tapi waktu itu saya tidak berpikir itu penipuan.&quot;
Skandal Theranos mulai terkuak pada 2015, ketika seorang pembocor  rahasia mengungkapkan kekhawatiran tentang alat tes yang dikembangkan  perusahaan tersebut, Edison.
Surat kabar Wall Street Journal menulis seri berita ekspose yang  mengklaim bahwa hasil tesnya tidak dapat diandalkan dan perusahaan  tersebut telah menggunakan mesin-mesin yang dibuat oleh perusahaan lain  dan tersedia secara komersial untuk melakukan sebagian besar tesnya.
Gugatan hukum pun menumpuk, para mitra memutus hubungan, dan pada  2016 regulator di AS melarang Holmes mengoperasikan jasa tes darah  selama dua tahun.
Pada 2018, Theranos bubar.Klaim pelecehan
Pada Maret 2018, Holmes menyelesaikan gugatan sipil dari regulator   finansial bahwa ia melakukan penipuan untuk menggalang dana sebesar   US$700 juta dari investor.
Namun tiga bulan kemudian ia ditangkap, bersama mantan pacar sekaligus mitra bisnisnya, Ramesh &quot;Sunny&quot; Balwani.
Balwani, atas dakwaan pidana penipuan transaksi elektronik (wire   fraud) dan persekongkolan untuk melakukan penipuan transaksi elektronik.
Jaksa penuntut mengklaim bahwa ia dengan sadar dan sengaja mengecoh   pasien tentang tes darah Theranos dan melebih-lebihkan kinerja   perusahaan tersebut di hadapan investor.
Holmes dibebaskan dengan jaminan pada 2019 dan menikahi William   &quot;Billy&quot; Evans, 27 tahun, pewaris waralaba hotel Evans Hotel Group.   Mereka punya seorang putra pada Juli tahun ini.
&quot;Saya pikir fakta bahwa ia baru menjadi ibu tidak akan berpengaruh   pada persidangan namun hakim kemungkinan besar akan mempertimbangkan itu   jika ia dinyatakan bersalah,&quot; kata Emily D. Baker, mantan deputi jaksa   wilayah untuk Los Angeles dan pengamat hukum yang tidak terkait dengan   kasus ini.
Seiring skandal Theranos mencapai pengadilan, para pengamat   mengatakan betapa luar biasanya Holmes berpegang teguh pada ceritanya   dan orang-orang yang mengenalnya mengatakan mereka ragu ia telah   berubah.
Menurut dokumen pengadilan, para pengacara Holmes siap berargumen   bahwa &quot;ia percaya semua dugaan misrepresentasi&quot; tentang Theranos adalah   benar dan bahwa perusahaan itu adalah &quot;bisnis sah yang menghasilkan   nilai bagi investor&quot;.
Mereka juga kemungkinan besar akan mengklaim bahwa Balwani telah   mengendalikan klien mereka dan perilaku itu &quot;menghapus kapasitasnya   untuk membuat keputusan&quot;, termasuk kemampuannya untuk &quot;menghasut para   korbannya&quot;.
Mereka berkata mantan chief operating officer Theranos - yang akan   diadili secara terpisah tahun depan - mengontrol cara Holmes berpakaian,   makanan yang ia makan, dan orang yang ia ajak bicara selama lebih dari   satu dekade. Mereka juga akan memanggil seorang psikolog yang   berspesialisasi di bidang pelecehan seksual sebagai saksi ahli.</content:encoded></item></channel></rss>
