<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Beberkan Kerugian Imbas Larangan Ekspor Batu Bara</title><description>Pengusaha membeberkan kerugian imbas larangan ekspor batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528230/pengusaha-beberkan-kerugian-imbas-larangan-ekspor-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528230/pengusaha-beberkan-kerugian-imbas-larangan-ekspor-batu-bara"/><item><title>Pengusaha Beberkan Kerugian Imbas Larangan Ekspor Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528230/pengusaha-beberkan-kerugian-imbas-larangan-ekspor-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528230/pengusaha-beberkan-kerugian-imbas-larangan-ekspor-batu-bara</guid><pubDate>Kamis 06 Januari 2022 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/06/320/2528230/pengusaha-beberkan-kerugian-imbas-larangan-ekspor-batu-bara-ghRxBzUGS1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara (Foto: Dokumen PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/06/320/2528230/pengusaha-beberkan-kerugian-imbas-larangan-ekspor-batu-bara-ghRxBzUGS1.jpg</image><title>Batu Bara (Foto: Dokumen PLN)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha membeberkan kerugian imbas larangan ekspor batu bara yang diberlakukan 1 Januari hingga 31 Januari 2022.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, kerugian ini langsung terasa ketika kebijakan tersebut diberlakukan 1 Januari 2022.

Hendra menjelaskan, kerugian tersebut berupa penurunan penjualan, penambahan biaya logistik hingga dipertaruhkannya kredibilitas Indonesia sebagai eksportir batu bara.

&quot;Kerugian di depan mata bahkan sudah berlangsung sejak 1 Januari, sejak ekspor dihentikan. Mungkin puluhan kapal-kapal yang siap mengangkut batu bara dengan terhambatnya ini ada biaya yang dibebankan kepada produsen. Sehari kapal bisa USD 20.000 sampai USD 40.000. Makin lama delay, cost makin besar,&quot; ujar Hendra dalam Market Review IDX Channel, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Pengusaha Blakblakan Tantangan Penuhi Pasokan Batu Bara untuk PLN



Kemudian, kepercayaan negara-negara importir juga menjadi perhatian, karena mereka mengharapkan pasokan dari Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia adalah eksportir batu bara thermal terbesar di dunia dengan kapasitas hingga 480 juta ton per tahun.

&quot;Kami hari ini juga akan bertemu dengan asosiasi importir batu bara dari Tiongkok untuk memberikan kepastian terkait ekspor batu bara ini,&quot; kata Hendra.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy8xLzE0MzQ4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hendra mengatakan, pihaknya menyampaikan kepada negara-negara importir untuk bersabar karena pasokan batu bara didahulukan untuk kepentingan dalam negeri. Beruntungnya, mereka memahami hal ini.

&quot;Mudah-mudahan hari ini ada titik terang. Kami yakin pemerintah sudah memikirkan itu, mungkin di high level sudah ada komunikasi ke berbagai negara pasti pemerintah meyakinkan urusan domestik lebih penting,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha membeberkan kerugian imbas larangan ekspor batu bara yang diberlakukan 1 Januari hingga 31 Januari 2022.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, kerugian ini langsung terasa ketika kebijakan tersebut diberlakukan 1 Januari 2022.

Hendra menjelaskan, kerugian tersebut berupa penurunan penjualan, penambahan biaya logistik hingga dipertaruhkannya kredibilitas Indonesia sebagai eksportir batu bara.

&quot;Kerugian di depan mata bahkan sudah berlangsung sejak 1 Januari, sejak ekspor dihentikan. Mungkin puluhan kapal-kapal yang siap mengangkut batu bara dengan terhambatnya ini ada biaya yang dibebankan kepada produsen. Sehari kapal bisa USD 20.000 sampai USD 40.000. Makin lama delay, cost makin besar,&quot; ujar Hendra dalam Market Review IDX Channel, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Pengusaha Blakblakan Tantangan Penuhi Pasokan Batu Bara untuk PLN



Kemudian, kepercayaan negara-negara importir juga menjadi perhatian, karena mereka mengharapkan pasokan dari Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia adalah eksportir batu bara thermal terbesar di dunia dengan kapasitas hingga 480 juta ton per tahun.

&quot;Kami hari ini juga akan bertemu dengan asosiasi importir batu bara dari Tiongkok untuk memberikan kepastian terkait ekspor batu bara ini,&quot; kata Hendra.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy8xLzE0MzQ4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hendra mengatakan, pihaknya menyampaikan kepada negara-negara importir untuk bersabar karena pasokan batu bara didahulukan untuk kepentingan dalam negeri. Beruntungnya, mereka memahami hal ini.

&quot;Mudah-mudahan hari ini ada titik terang. Kami yakin pemerintah sudah memikirkan itu, mungkin di high level sudah ada komunikasi ke berbagai negara pasti pemerintah meyakinkan urusan domestik lebih penting,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
