<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Bisa Rugi Rp544 Triliun Gegara Perubahan Iklim</title><description>Indonesia bisa mengalami kerugian sampai Rp544 triliun hingga 2024 akibat perubahan iklim.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528333/indonesia-bisa-rugi-rp544-triliun-gegara-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528333/indonesia-bisa-rugi-rp544-triliun-gegara-perubahan-iklim"/><item><title>Indonesia Bisa Rugi Rp544 Triliun Gegara Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528333/indonesia-bisa-rugi-rp544-triliun-gegara-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/06/320/2528333/indonesia-bisa-rugi-rp544-triliun-gegara-perubahan-iklim</guid><pubDate>Kamis 06 Januari 2022 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/06/320/2528333/indonesia-bisa-rugi-rp544-triliun-gegara-perubahan-iklim-v7nB0Hm9FB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia bisa rugi akibat perubahan iklim (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/06/320/2528333/indonesia-bisa-rugi-rp544-triliun-gegara-perubahan-iklim-v7nB0Hm9FB.jpeg</image><title>Indonesia bisa rugi akibat perubahan iklim (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bisa mengalami kerugian sampai Rp544 triliun hingga 2024 akibat perubahan iklim. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Medrilzam.
&quot;Proyeksi perubahan iklim di Indonesia bisa dikatakan agak kurang baik karena perubahan global akan berimplikasi juga ke Indonesia,&quot; kata Medrilzam dilansir dari Antara, Kamis (6/1/2021).
Baca Juga: Angin Topan Tewaskan 169 Orang, RS dan Sekolah Hancur
Medrilzam mencontohkan peningkatan suhu bumi dapat menyebabkan gelombang tinggi yang membuat masyarakat di pesisir pantai rentan mengalami bencana.
Di samping itu, perubahan suhu bumi juga dapat menyebabkan cuaca ekstrem, baik hujan maupun kekeringan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir, longsor, dan kebakaran hutan.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Munculkan Gelombang Baru Sentimen anti-Migran
&quot;Ini tentu akan berdampak pada produktivitas sektor terkait seperti pertanian dalam produksi padi yang akan menurun, dan lainnya,&quot; ujar Medrilzam.
Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa dampak perubahan iklim bagi sektor pertanian berpotensi menimbulkan kerugian hingga Rp78 triliun di 2024.


Sementara itu, dampak perubahan iklim bagi sektor kelautan di pesisir  pantai akan mencapai Rp408 triliun di 2024, di mana kerugian  diperkirakan disebabkan oleh badai La Nina yang berdampak tinggi dalam  lima tahun terakhir.
Sektor perairan juga diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp24  triliun di 2024 akibat perubahan iklim, sementara sektor kesehatan  diperkirakan akan mengalami kerugian Rp31 triliun.
&quot;Catatan dalam teman-teman BNPB (Badan Nasional Penanggulangan  Bencana), hampir 99% di 2020 bencana alam yang terjadi di Indonesia  terkait dengan hidrometeorologi (faktor alam). Bencana lain seperti  tektonik, vulkanik itu kecil,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bisa mengalami kerugian sampai Rp544 triliun hingga 2024 akibat perubahan iklim. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Medrilzam.
&quot;Proyeksi perubahan iklim di Indonesia bisa dikatakan agak kurang baik karena perubahan global akan berimplikasi juga ke Indonesia,&quot; kata Medrilzam dilansir dari Antara, Kamis (6/1/2021).
Baca Juga: Angin Topan Tewaskan 169 Orang, RS dan Sekolah Hancur
Medrilzam mencontohkan peningkatan suhu bumi dapat menyebabkan gelombang tinggi yang membuat masyarakat di pesisir pantai rentan mengalami bencana.
Di samping itu, perubahan suhu bumi juga dapat menyebabkan cuaca ekstrem, baik hujan maupun kekeringan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir, longsor, dan kebakaran hutan.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Munculkan Gelombang Baru Sentimen anti-Migran
&quot;Ini tentu akan berdampak pada produktivitas sektor terkait seperti pertanian dalam produksi padi yang akan menurun, dan lainnya,&quot; ujar Medrilzam.
Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa dampak perubahan iklim bagi sektor pertanian berpotensi menimbulkan kerugian hingga Rp78 triliun di 2024.


Sementara itu, dampak perubahan iklim bagi sektor kelautan di pesisir  pantai akan mencapai Rp408 triliun di 2024, di mana kerugian  diperkirakan disebabkan oleh badai La Nina yang berdampak tinggi dalam  lima tahun terakhir.
Sektor perairan juga diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp24  triliun di 2024 akibat perubahan iklim, sementara sektor kesehatan  diperkirakan akan mengalami kerugian Rp31 triliun.
&quot;Catatan dalam teman-teman BNPB (Badan Nasional Penanggulangan  Bencana), hampir 99% di 2020 bencana alam yang terjadi di Indonesia  terkait dengan hidrometeorologi (faktor alam). Bencana lain seperti  tektonik, vulkanik itu kecil,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
