<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nilai Ekspor UMKM RI Naik tapi Masih Kalah dari Thailand</title><description>Ekspor nasional mengalami peningkatan pada Triwulan III-2021. Adapun  nilai ekspor naik 22,71% dibanding Triwulan III 2020 sebesar 17,24%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528876/nilai-ekspor-umkm-ri-naik-tapi-masih-kalah-dari-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528876/nilai-ekspor-umkm-ri-naik-tapi-masih-kalah-dari-thailand"/><item><title>Nilai Ekspor UMKM RI Naik tapi Masih Kalah dari Thailand</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528876/nilai-ekspor-umkm-ri-naik-tapi-masih-kalah-dari-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528876/nilai-ekspor-umkm-ri-naik-tapi-masih-kalah-dari-thailand</guid><pubDate>Jum'at 07 Januari 2022 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/07/320/2528876/nilai-ekspor-umkm-ri-naik-tapi-masih-kalah-dari-thailand-CHgDhsYtuY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor UMKM RI masih kalah dengan Thailand (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/07/320/2528876/nilai-ekspor-umkm-ri-naik-tapi-masih-kalah-dari-thailand-CHgDhsYtuY.jpg</image><title>Ekspor UMKM RI masih kalah dengan Thailand (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ekspor nasional mengalami peningkatan pada Triwulan III-2021. Adapun nilai ekspor naik 22,71% dibanding Triwulan III 2020 sebesar 17,24%.
Sementara itu, jumlah kontribusi ekspor UMKM juga naik dari 14,37% menjadi 15,69% di tahun 2020. Sayangnya, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing Yulius mengatakan kenaikkan tersebut masih jauh dibanding beberapa negara lainnya, seperti Singapura 41%, Thailand 29%, atau Tiongkok mencapai 60%
&amp;ldquo;Target kontribusi ekspor UMKM kita harapkan meningkat menjadi 17% di 2024,&quot; ujar Yulius di Jakarta, Jumat (7/1/2022).
Baca Juga: Tegas! Erick Thohir Ancam Copot Direksi PLN jika Kembali Krisis Batu Bara
 
Yulius menyebutkan, berbagai kendala masih dihadapi UKM untuk melangkah ke pasar ekspor. Di antaranya, minimnya pengetahuan tentang selera pasar (market intelligence) dan dokumen persyaratan di negara tujuan, kualitas produk yang tidak konsisten, kapasitas produksi yang terbatas dan kesinambungan produksi, serta biaya sertifikasi yang tidak murah hingga kendala logistik.
Untuk itu, lanjut Yulius, Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong lebih banyak UKM yang siap ekspor tahun ini. Antara lain, dengan memfasilitasi sertifikat dukungan ekspor bagi UKM, sekolah ekspor, pelatihan UKM ekspor, pembiayaan ekspor, sistem informasi ekspor, pameran berskala internasional, jadwal pengiriman kontainer, serta kerjasama peningkatan ekspor lainnya.
Baca Juga: LPEI Salurkan PMN untuk Pengembangan Ekspor Nasional
&quot;Melalui sinergi kolaborasi dengan seluruh stakeholder, diharapkan kontribusi ekspor UMKM akan meningkat,&quot; imbuh Yulius.
Yulius berharap, sinergi dan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan akademisi di Sekolah Ekspor, akan melahirkan semakin banyak eksportir baru dari generasi Milenial dan generasi Z untuk menciptakan wirausaha dan eksportir baru yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.
&quot;Para mahasiswa, yang terlibat dalam program Kampus Merdeka dan melakukan magang atau studi independen melalui program Studi Independen Bersertifikat Menjadi Eksportir Baru 4.0 yang dilaksanakan Sekolah Ekspor, diharapkan akan benar-benar menjadi wirausaha pelaku ekspor,&quot; papar Yulius.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8xNC80LzEzNzg5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagi Yulius, transformasi ekonomi ke industri 4.0, mendorong  penggunaan teknologi dan digital. Sehingga, membuat pola konsumsi  masyarakat beralih ke daring (online) dan mengharuskan UKM Indonesia  untuk beradaptasi secara khusus apabila ingin menembus pasar ekspor  serta bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.
Dalam rangka mendorong ekspor produk UMKM, Kementerian Koperasi dan  UKM juga melakukan sinergitas digitalisasi KUKM dengan melibatkan  Kementerian/Lembaga. Antara lain, koordinasi dengan KBRI/KJRI, ITPC, dan  Atase Perdagangan dalam membuat market intelligence, promosi luar  negeri dan business matching, kolaborasi dengan GIZ melalui platform  e-catalogue-Semesta KemenKopUKM serta ASEAN Access, dan kerjasama dengan  SIPPO (Swiss Import Promotion Programme) untuk pengembangan natural  ingredients/produk rempah.
&quot;Saya berharap, platform digital untuk ekspor melalui inisiasi BNI  Xpora bersama dengan KemenKopUKM dan Sekolah Ekspor ini dapat  dimanfaatkan bagi pengembangan dan akselerasi ekspor pelaku usaha UMKM  Indonesia,&quot; pungkas Yulius.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekspor nasional mengalami peningkatan pada Triwulan III-2021. Adapun nilai ekspor naik 22,71% dibanding Triwulan III 2020 sebesar 17,24%.
Sementara itu, jumlah kontribusi ekspor UMKM juga naik dari 14,37% menjadi 15,69% di tahun 2020. Sayangnya, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing Yulius mengatakan kenaikkan tersebut masih jauh dibanding beberapa negara lainnya, seperti Singapura 41%, Thailand 29%, atau Tiongkok mencapai 60%
&amp;ldquo;Target kontribusi ekspor UMKM kita harapkan meningkat menjadi 17% di 2024,&quot; ujar Yulius di Jakarta, Jumat (7/1/2022).
Baca Juga: Tegas! Erick Thohir Ancam Copot Direksi PLN jika Kembali Krisis Batu Bara
 
Yulius menyebutkan, berbagai kendala masih dihadapi UKM untuk melangkah ke pasar ekspor. Di antaranya, minimnya pengetahuan tentang selera pasar (market intelligence) dan dokumen persyaratan di negara tujuan, kualitas produk yang tidak konsisten, kapasitas produksi yang terbatas dan kesinambungan produksi, serta biaya sertifikasi yang tidak murah hingga kendala logistik.
Untuk itu, lanjut Yulius, Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong lebih banyak UKM yang siap ekspor tahun ini. Antara lain, dengan memfasilitasi sertifikat dukungan ekspor bagi UKM, sekolah ekspor, pelatihan UKM ekspor, pembiayaan ekspor, sistem informasi ekspor, pameran berskala internasional, jadwal pengiriman kontainer, serta kerjasama peningkatan ekspor lainnya.
Baca Juga: LPEI Salurkan PMN untuk Pengembangan Ekspor Nasional
&quot;Melalui sinergi kolaborasi dengan seluruh stakeholder, diharapkan kontribusi ekspor UMKM akan meningkat,&quot; imbuh Yulius.
Yulius berharap, sinergi dan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan akademisi di Sekolah Ekspor, akan melahirkan semakin banyak eksportir baru dari generasi Milenial dan generasi Z untuk menciptakan wirausaha dan eksportir baru yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.
&quot;Para mahasiswa, yang terlibat dalam program Kampus Merdeka dan melakukan magang atau studi independen melalui program Studi Independen Bersertifikat Menjadi Eksportir Baru 4.0 yang dilaksanakan Sekolah Ekspor, diharapkan akan benar-benar menjadi wirausaha pelaku ekspor,&quot; papar Yulius.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8xNC80LzEzNzg5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagi Yulius, transformasi ekonomi ke industri 4.0, mendorong  penggunaan teknologi dan digital. Sehingga, membuat pola konsumsi  masyarakat beralih ke daring (online) dan mengharuskan UKM Indonesia  untuk beradaptasi secara khusus apabila ingin menembus pasar ekspor  serta bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.
Dalam rangka mendorong ekspor produk UMKM, Kementerian Koperasi dan  UKM juga melakukan sinergitas digitalisasi KUKM dengan melibatkan  Kementerian/Lembaga. Antara lain, koordinasi dengan KBRI/KJRI, ITPC, dan  Atase Perdagangan dalam membuat market intelligence, promosi luar  negeri dan business matching, kolaborasi dengan GIZ melalui platform  e-catalogue-Semesta KemenKopUKM serta ASEAN Access, dan kerjasama dengan  SIPPO (Swiss Import Promotion Programme) untuk pengembangan natural  ingredients/produk rempah.
&quot;Saya berharap, platform digital untuk ekspor melalui inisiasi BNI  Xpora bersama dengan KemenKopUKM dan Sekolah Ekspor ini dapat  dimanfaatkan bagi pengembangan dan akselerasi ekspor pelaku usaha UMKM  Indonesia,&quot; pungkas Yulius.</content:encoded></item></channel></rss>
