<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Pesawat Terbang di RI Sisa 200, Berkurang 50% Selama Covid-19</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mencatat total pesawat di Indonesia berkurang 200 armada akibat pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528892/jumlah-pesawat-terbang-di-ri-sisa-200-berkurang-50-selama-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528892/jumlah-pesawat-terbang-di-ri-sisa-200-berkurang-50-selama-covid-19"/><item><title>Jumlah Pesawat Terbang di RI Sisa 200, Berkurang 50% Selama Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528892/jumlah-pesawat-terbang-di-ri-sisa-200-berkurang-50-selama-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/320/2528892/jumlah-pesawat-terbang-di-ri-sisa-200-berkurang-50-selama-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 07 Januari 2022 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/07/320/2528892/jumlah-pesawat-terbang-di-ri-sisa-200-berkurang-50-selama-covid-19-Klwqsgfy48.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah pesawat terbang berkurang 50% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/07/320/2528892/jumlah-pesawat-terbang-di-ri-sisa-200-berkurang-50-selama-covid-19-Klwqsgfy48.jpeg</image><title>Jumlah pesawat terbang berkurang 50% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mencatat total pesawat di Indonesia berkurang 200 armada akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya total pesawat yang ada di Indonesia mencapai 400 armada.
&quot;Total pesawat terbang di Indonesia itu ada 400, sekarang dan situasi Covid ini tinggal 200-an. Artinya apa? Masih dibawah kebiasaan yang jumlahnya 400,&quot; ujar Erick, dikutip Jumat (7/1/2022).
Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Tak Jadi Bangkrut, Ini Taktik Erick Thohir
 
Untuk Garuda Indonesia, jumlah pesawat yang dioperasikan hanya di kisaran 50-60 pesawat. Sementara armada yang di parkiran sebanyak 125 pesawat, terdiri 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.
Baca Juga: Utang PLN Berkurang Rp40 Triliun, Ini Catatan Erick Thohir
Tak hanya itu, rute penerbangan emiten dengan kode saham GIAA itu diperkirakan turun dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Pemangkasan itu sejalan dengan pengembalian sejumlah armada kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.
Garuda Indonesia memang mengalami tekanan keuangan yang berarti. Selain operasional armadanya yang terus berkurang, maskapai pelat merah itu juga menanggung utang sebesar Rp139 triliun. Utang tersebut tengah dinegosiasikan dengan kreditur dan lessor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMS8xLzE0MTU0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski begitu, Erick meyakini keuangan Garuda akan kembali pulih  seiring dengan fokus bisnis garuda ke market domestik.  Dia menilai  kebutuhan market domestik sangat besar. Hanya saja harus menunggu waktu  yang tepat.
&quot;Kita akan bounce back lagi, tapi perlu waktu. Karena itu biasa di  ekonomi itu, di bisnis itu kita harus memperpanjang sama  restrukturisasi. Nah ini Garuda dengan cara kita tadi bernegosiasi  dengan lessor pelan-pelan market domestik recovery, pelan-pelan titik  ketemunya, selesai,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mencatat total pesawat di Indonesia berkurang 200 armada akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya total pesawat yang ada di Indonesia mencapai 400 armada.
&quot;Total pesawat terbang di Indonesia itu ada 400, sekarang dan situasi Covid ini tinggal 200-an. Artinya apa? Masih dibawah kebiasaan yang jumlahnya 400,&quot; ujar Erick, dikutip Jumat (7/1/2022).
Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Tak Jadi Bangkrut, Ini Taktik Erick Thohir
 
Untuk Garuda Indonesia, jumlah pesawat yang dioperasikan hanya di kisaran 50-60 pesawat. Sementara armada yang di parkiran sebanyak 125 pesawat, terdiri 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.
Baca Juga: Utang PLN Berkurang Rp40 Triliun, Ini Catatan Erick Thohir
Tak hanya itu, rute penerbangan emiten dengan kode saham GIAA itu diperkirakan turun dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Pemangkasan itu sejalan dengan pengembalian sejumlah armada kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.
Garuda Indonesia memang mengalami tekanan keuangan yang berarti. Selain operasional armadanya yang terus berkurang, maskapai pelat merah itu juga menanggung utang sebesar Rp139 triliun. Utang tersebut tengah dinegosiasikan dengan kreditur dan lessor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMS8xLzE0MTU0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski begitu, Erick meyakini keuangan Garuda akan kembali pulih  seiring dengan fokus bisnis garuda ke market domestik.  Dia menilai  kebutuhan market domestik sangat besar. Hanya saja harus menunggu waktu  yang tepat.
&quot;Kita akan bounce back lagi, tapi perlu waktu. Karena itu biasa di  ekonomi itu, di bisnis itu kita harus memperpanjang sama  restrukturisasi. Nah ini Garuda dengan cara kita tadi bernegosiasi  dengan lessor pelan-pelan market domestik recovery, pelan-pelan titik  ketemunya, selesai,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
