<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Belanja Online, Pembayaran E-wallet Meroket Jadi 65%</title><description>Minat masyarakat berbelanja online kian meningkat, terlebih sejak adanya pendemi Covid-19 di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/455/2529015/tren-belanja-online-pembayaran-e-wallet-meroket-jadi-65</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/455/2529015/tren-belanja-online-pembayaran-e-wallet-meroket-jadi-65"/><item><title>Tren Belanja Online, Pembayaran E-wallet Meroket Jadi 65%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/455/2529015/tren-belanja-online-pembayaran-e-wallet-meroket-jadi-65</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/455/2529015/tren-belanja-online-pembayaran-e-wallet-meroket-jadi-65</guid><pubDate>Jum'at 07 Januari 2022 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/07/455/2529015/tren-belanja-online-pembayaran-e-wallet-meroket-jadi-65-3qUjiQA4oq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren belanja online meningkat (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/07/455/2529015/tren-belanja-online-pembayaran-e-wallet-meroket-jadi-65-3qUjiQA4oq.jpg</image><title>Tren belanja online meningkat (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Minat masyarakat belanja online kian meningkat, terlebih sejak adanya pendemi Covid-19 di Indonesia. Tercatat peningkatan transaksi belanja online selama pandemi.
&quot;Di masa pandemi, konsumen lebih banyak menyukai transaksi pembayaran melalui e-wallet. Di tahun 2020 itu hanya 59%, sedangkan 2021 meningkat menjadj 65%,&quot; terang Wasekjen DPP Partai Perindo Bidang UMKM Hengky Eko Sriyantono dalam webinar Partai Perindo, Jumat (7/1/2022).
Baca Juga: Penjualan E-Commerce Naik Berkah Harbolnas, Produk Lokal Raup Rp8,5 Triliun
 
Artinya, kata Hengky, pembayaran melalui e-wallet tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sistem pembayaran lain menjadi mengalami penurunan.
Baca Juga: 4 Perubahan Prilaku Pelanggan Kecantikan Selama Pandemi Covid-19 
 
Seperti pembayaran melalui virtual account, pada 2021 merosot menjadi 25%. Padahal pada 2020 meningkat 30%. Kemudian, pembayaran melalui metode cash on delivery (COD), juga turut mengalami penurunan menjadi 29% pada 2021, padahal pada 2020 meningkat 25%.
&quot;Dilihat dari pembayaran mobile banking, juga mengalami penurunan yang tadinya 23%, pada 2021 menjadi 19%,&quot; papar dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMC80LzE0MTUzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sedangkan pembayaran pada bank mobile wallet, mengalami peningkatan  25% pada 2021. Padahal sebelumnya pada 2020 hanya 19%. Sementara metode  dengan internet banking menurun menjadi 14% dari 19%.
&quot;Dari perubahan tersebut, dapat disimpulkan ternyata transaksi  melalui e-wallet dan bank mobile wallet di masa pandemi mengalami  peningkatan yang signifikan,&quot; jelas Hengky.
Dia menambahkan, dari data yang diperoleh, ternyata market place  Shopee menjadi market place yang paling banyak digunakan oleh UMKM  Indonesia. Tingkat persentasenya yakni 82%.</description><content:encoded>JAKARTA - Minat masyarakat belanja online kian meningkat, terlebih sejak adanya pendemi Covid-19 di Indonesia. Tercatat peningkatan transaksi belanja online selama pandemi.
&quot;Di masa pandemi, konsumen lebih banyak menyukai transaksi pembayaran melalui e-wallet. Di tahun 2020 itu hanya 59%, sedangkan 2021 meningkat menjadj 65%,&quot; terang Wasekjen DPP Partai Perindo Bidang UMKM Hengky Eko Sriyantono dalam webinar Partai Perindo, Jumat (7/1/2022).
Baca Juga: Penjualan E-Commerce Naik Berkah Harbolnas, Produk Lokal Raup Rp8,5 Triliun
 
Artinya, kata Hengky, pembayaran melalui e-wallet tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sistem pembayaran lain menjadi mengalami penurunan.
Baca Juga: 4 Perubahan Prilaku Pelanggan Kecantikan Selama Pandemi Covid-19 
 
Seperti pembayaran melalui virtual account, pada 2021 merosot menjadi 25%. Padahal pada 2020 meningkat 30%. Kemudian, pembayaran melalui metode cash on delivery (COD), juga turut mengalami penurunan menjadi 29% pada 2021, padahal pada 2020 meningkat 25%.
&quot;Dilihat dari pembayaran mobile banking, juga mengalami penurunan yang tadinya 23%, pada 2021 menjadi 19%,&quot; papar dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMC80LzE0MTUzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sedangkan pembayaran pada bank mobile wallet, mengalami peningkatan  25% pada 2021. Padahal sebelumnya pada 2020 hanya 19%. Sementara metode  dengan internet banking menurun menjadi 14% dari 19%.
&quot;Dari perubahan tersebut, dapat disimpulkan ternyata transaksi  melalui e-wallet dan bank mobile wallet di masa pandemi mengalami  peningkatan yang signifikan,&quot; jelas Hengky.
Dia menambahkan, dari data yang diperoleh, ternyata market place  Shopee menjadi market place yang paling banyak digunakan oleh UMKM  Indonesia. Tingkat persentasenya yakni 82%.</content:encoded></item></channel></rss>
