<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jembatan Penghubung Ibu Kota Baru Selesai Dibangun, Balikpapan-Penajam Cuma 1 Jam! Ini Penampakannya</title><description>Pembangunan jembatan penghubung Ibu Kota baru telah rampung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/470/2529068/jembatan-penghubung-ibu-kota-baru-selesai-dibangun-balikpapan-penajam-cuma-1-jam-ini-penampakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/470/2529068/jembatan-penghubung-ibu-kota-baru-selesai-dibangun-balikpapan-penajam-cuma-1-jam-ini-penampakannya"/><item><title>Jembatan Penghubung Ibu Kota Baru Selesai Dibangun, Balikpapan-Penajam Cuma 1 Jam! Ini Penampakannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/470/2529068/jembatan-penghubung-ibu-kota-baru-selesai-dibangun-balikpapan-penajam-cuma-1-jam-ini-penampakannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/07/470/2529068/jembatan-penghubung-ibu-kota-baru-selesai-dibangun-balikpapan-penajam-cuma-1-jam-ini-penampakannya</guid><pubDate>Jum'at 07 Januari 2022 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/07/470/2529068/jembatan-penghubung-ibu-kota-baru-selesai-dibangun-balikpapan-penajam-cuma-1-jam-ini-penampakannya-MlZMkE5jXD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan penghubung Ibu Kota Baru (Foto: Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/07/470/2529068/jembatan-penghubung-ibu-kota-baru-selesai-dibangun-balikpapan-penajam-cuma-1-jam-ini-penampakannya-MlZMkE5jXD.jpg</image><title>Jembatan penghubung Ibu Kota Baru (Foto: Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jembatan penghubung Ibu Kota baru telah rampung. Menteri Basuki menjelaskan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur akan meningkatkan konektivitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan yang menjadi jalur utama angkutan logistik di Pulau Kalimantan.
Baca Juga: Sudah Tua, RI Ganti 37 Jembatan Callender Hamilton
Sebelumnya kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya harus memutar dengan jarak sekitar 80 km dengan waktu tempuh 4 jam.

Alternatif lainnya adalah menggunakan kapal ferry dengan waktu penyeberangan sekitar 1,5 jam belum ditambah waktu antri menuju kapal ferry. Waktu antri akan bertambah lama apabila bertepatan dengan hari libur mengakibatkan waktu tempuh dan biaya angkut kendaraan tidak efisien.
Baca Juga: Jembatan Perahu Viral Omzet Rp25 Juta/Hari, Lewat 10 Kali Bisa Dapat Sembako
Dengan adanya jembatan tersebut, maka jarak tempuh akan menjadi lebih pendek yakni sekitar 30 km dan dapat dilintasi hanya dalam satu jam. Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas Kariangau dan kawasan industri Kariangau.Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan pembangunan jembatan  tersebut menggunakan biaya dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)  yang dilakukan pada tahun anggaran 2015-2021.
&quot;Ini adalah salah satu proyek penting dalam bentuk jembatan yang  dibiayai oleh SBSN senilai Rp1,4 triliun, anda semua telah ikut  membangun Indonesia termasuk membangun jembatan ini,&quot; ujar Menkeu Sri  Mulyani.
Jembatan tipe cable stayed ini dibangun bersama antara Kementerian  PUPR bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah  Kabupaten Penajam dan Kabupaten  Penajam Paser Utara. Konstruksi  jembatan utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat sepanjang 167  meter, dan jalan akses sepanjang 1.969 meter dikerjakan oleh Kementerian  PUPR.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jembatan penghubung Ibu Kota baru telah rampung. Menteri Basuki menjelaskan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur akan meningkatkan konektivitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan yang menjadi jalur utama angkutan logistik di Pulau Kalimantan.
Baca Juga: Sudah Tua, RI Ganti 37 Jembatan Callender Hamilton
Sebelumnya kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya harus memutar dengan jarak sekitar 80 km dengan waktu tempuh 4 jam.

Alternatif lainnya adalah menggunakan kapal ferry dengan waktu penyeberangan sekitar 1,5 jam belum ditambah waktu antri menuju kapal ferry. Waktu antri akan bertambah lama apabila bertepatan dengan hari libur mengakibatkan waktu tempuh dan biaya angkut kendaraan tidak efisien.
Baca Juga: Jembatan Perahu Viral Omzet Rp25 Juta/Hari, Lewat 10 Kali Bisa Dapat Sembako
Dengan adanya jembatan tersebut, maka jarak tempuh akan menjadi lebih pendek yakni sekitar 30 km dan dapat dilintasi hanya dalam satu jam. Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas Kariangau dan kawasan industri Kariangau.Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan pembangunan jembatan  tersebut menggunakan biaya dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)  yang dilakukan pada tahun anggaran 2015-2021.
&quot;Ini adalah salah satu proyek penting dalam bentuk jembatan yang  dibiayai oleh SBSN senilai Rp1,4 triliun, anda semua telah ikut  membangun Indonesia termasuk membangun jembatan ini,&quot; ujar Menkeu Sri  Mulyani.
Jembatan tipe cable stayed ini dibangun bersama antara Kementerian  PUPR bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah  Kabupaten Penajam dan Kabupaten  Penajam Paser Utara. Konstruksi  jembatan utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat sepanjang 167  meter, dan jalan akses sepanjang 1.969 meter dikerjakan oleh Kementerian  PUPR.</content:encoded></item></channel></rss>
