<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Karya (WSKT) Bakal Garap Proyek Ibu Kota Baru</title><description>PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal menggarap proyek pembangunan Ibu  Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/10/320/2530140/waskita-karya-wskt-bakal-garap-proyek-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/10/320/2530140/waskita-karya-wskt-bakal-garap-proyek-ibu-kota-baru"/><item><title>Waskita Karya (WSKT) Bakal Garap Proyek Ibu Kota Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/10/320/2530140/waskita-karya-wskt-bakal-garap-proyek-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/10/320/2530140/waskita-karya-wskt-bakal-garap-proyek-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Senin 10 Januari 2022 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/10/320/2530140/waskita-karya-wskt-bakal-garap-proyek-ibu-kota-baru-XHWyeyff0Q.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waskita Karya bakal garap proyek pembangunan Ibu Kota Baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/10/320/2530140/waskita-karya-wskt-bakal-garap-proyek-ibu-kota-baru-XHWyeyff0Q.jpeg</image><title>Waskita Karya bakal garap proyek pembangunan Ibu Kota Baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal menggarap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun ini. Pada tahun 2022, perseroan merencanakan sejumlah program jangka menengah.
&amp;ldquo;Antara lain berpartisipasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, menggarap proyek di luar negeri melalui kerjasama G2G Indonesia dengan beberapa negara (seperti: Rumah Indonesia di Mekkah, oil for infrastructure di Sudan Selatan, dan proyek infrastruktur di Turki), melanjutkan proses divestasi 3 - 4 jalan tol, pengembangan anak usaha seperti Waskita Karya Infrastruktur dan Waskita Karya Realty,&amp;rdquo; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Taufik Hendra Kusuma, Senin (10/1/2022).
Baca Juga: PMN Rp7,9 Triliun Cair, Waskita Karya Segera Rights Issue
Taufik menjelaskan bahwa Waskita optimistis akan memiliki kinerja operasional dan keuangan yang lebih baik pada 2022.
&amp;ldquo;Program-program jangka menengah tersebut menunjukkan upaya dan optimisme untuk memperbaiki kinerja operasional dan keuangan Perseroan,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Waskita Karya Jual 5 Tol di 2022, Berikut Daftarnya
Perseroan juga akan terus berkomitmen untuk meningkatkan capaian nilai kontrak baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk memperbaiki kinerja keuangan dan operasional Perseroan. Waskita juga selalu mengutamakan prinsip GCG &amp;amp; manajemen risiko serta melibatkan pihak eskternal sebagai business &amp;amp; finance controller dalam proses pemilihan kontrak baru yang akan dijalankan, sebagai bentuk penerapan prinsip manajemen risiko.
Waskita telah menerima seluruh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam rangka aksi korporasi rights issue Waskita yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Setoran modal Pemerintah tersebut sebagai bagian dari proses rights issue telah diterima Perseroan secara penuh sebesar Rp7,90 triliun pada tanggal 29 Desember 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi82Ny8xMjYxMDEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Setoran modal ini menunjukkan kepercayaan dan support konkret dari  Pemerintah atas upaya perbaikan fundamental keuangan Waskita sekaligus  sinyal positif dalam proses rights issue yang saat ini sedang  berlangsung.
Sejumlah analis juga memberikan rekomendasi &amp;ldquo;BUY&amp;rdquo; pada saham WSKT  dengan Target Price (TP) terendah Rp940/saham, rata-rata Rp1.180/saham  dan tertinggi Rp1.370/saham.
Proses perdagangan rights issue Waskita berlangsung dari 30 Desember  2021 hingga 12 Januari 2022, dengan harga penebusan right sebesar Rp620  dan jumlah dana yang ditargetkan sebesar Rp11,96 triliun, termasuk dana  PMN yang telah disetor oleh Pemerintah.
Dana rights issue yang berasal dari PMN akan digunakan untuk  penyelesaian proyek 7 ruas tol, yaitu Kayu Agung - Palembang - Betung  (112 km) senilai Rp3,03 triliun, Bekasi -  Cawang - Kp. Melayu (16 km)  senilai Rp1,13 triliun, Cimanggis - Cibitung (25 km) senilai Rp623  miliar, Ciawi - Sukabumi (54 km) senilai Rp637 miliar, Pejagan -  Pemalang (58 km) senilai Rp204 miliar, Pasuruan - Probolinggo (44 km)  senilai Rp1,21 triliun, dan Krian - Legundi - Manyar (38 km) senilai  Rp1,05 triliun.
Sedangkan dana rights issue yang berasal dari publik ini akan  digunakan sebagai modal kerja dan capex untuk Waskita Karya dan anak  perusahaannya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal menggarap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun ini. Pada tahun 2022, perseroan merencanakan sejumlah program jangka menengah.
&amp;ldquo;Antara lain berpartisipasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, menggarap proyek di luar negeri melalui kerjasama G2G Indonesia dengan beberapa negara (seperti: Rumah Indonesia di Mekkah, oil for infrastructure di Sudan Selatan, dan proyek infrastruktur di Turki), melanjutkan proses divestasi 3 - 4 jalan tol, pengembangan anak usaha seperti Waskita Karya Infrastruktur dan Waskita Karya Realty,&amp;rdquo; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Taufik Hendra Kusuma, Senin (10/1/2022).
Baca Juga: PMN Rp7,9 Triliun Cair, Waskita Karya Segera Rights Issue
Taufik menjelaskan bahwa Waskita optimistis akan memiliki kinerja operasional dan keuangan yang lebih baik pada 2022.
&amp;ldquo;Program-program jangka menengah tersebut menunjukkan upaya dan optimisme untuk memperbaiki kinerja operasional dan keuangan Perseroan,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Waskita Karya Jual 5 Tol di 2022, Berikut Daftarnya
Perseroan juga akan terus berkomitmen untuk meningkatkan capaian nilai kontrak baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk memperbaiki kinerja keuangan dan operasional Perseroan. Waskita juga selalu mengutamakan prinsip GCG &amp;amp; manajemen risiko serta melibatkan pihak eskternal sebagai business &amp;amp; finance controller dalam proses pemilihan kontrak baru yang akan dijalankan, sebagai bentuk penerapan prinsip manajemen risiko.
Waskita telah menerima seluruh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam rangka aksi korporasi rights issue Waskita yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Setoran modal Pemerintah tersebut sebagai bagian dari proses rights issue telah diterima Perseroan secara penuh sebesar Rp7,90 triliun pada tanggal 29 Desember 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi82Ny8xMjYxMDEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Setoran modal ini menunjukkan kepercayaan dan support konkret dari  Pemerintah atas upaya perbaikan fundamental keuangan Waskita sekaligus  sinyal positif dalam proses rights issue yang saat ini sedang  berlangsung.
Sejumlah analis juga memberikan rekomendasi &amp;ldquo;BUY&amp;rdquo; pada saham WSKT  dengan Target Price (TP) terendah Rp940/saham, rata-rata Rp1.180/saham  dan tertinggi Rp1.370/saham.
Proses perdagangan rights issue Waskita berlangsung dari 30 Desember  2021 hingga 12 Januari 2022, dengan harga penebusan right sebesar Rp620  dan jumlah dana yang ditargetkan sebesar Rp11,96 triliun, termasuk dana  PMN yang telah disetor oleh Pemerintah.
Dana rights issue yang berasal dari PMN akan digunakan untuk  penyelesaian proyek 7 ruas tol, yaitu Kayu Agung - Palembang - Betung  (112 km) senilai Rp3,03 triliun, Bekasi -  Cawang - Kp. Melayu (16 km)  senilai Rp1,13 triliun, Cimanggis - Cibitung (25 km) senilai Rp623  miliar, Ciawi - Sukabumi (54 km) senilai Rp637 miliar, Pejagan -  Pemalang (58 km) senilai Rp204 miliar, Pasuruan - Probolinggo (44 km)  senilai Rp1,21 triliun, dan Krian - Legundi - Manyar (38 km) senilai  Rp1,05 triliun.
Sedangkan dana rights issue yang berasal dari publik ini akan  digunakan sebagai modal kerja dan capex untuk Waskita Karya dan anak  perusahaannya.</content:encoded></item></channel></rss>
