<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: Ketergantungan Ekspor Bahan Mentah Bisa Berakibat Fatal bagi Indonesia</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Sumber daya alam Indonesia yang kaya telah membuatnya bergantung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/11/320/2530697/luhut-ketergantungan-ekspor-bahan-mentah-bisa-berakibat-fatal-bagi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/11/320/2530697/luhut-ketergantungan-ekspor-bahan-mentah-bisa-berakibat-fatal-bagi-indonesia"/><item><title>Luhut: Ketergantungan Ekspor Bahan Mentah Bisa Berakibat Fatal bagi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/11/320/2530697/luhut-ketergantungan-ekspor-bahan-mentah-bisa-berakibat-fatal-bagi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/11/320/2530697/luhut-ketergantungan-ekspor-bahan-mentah-bisa-berakibat-fatal-bagi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 11 Januari 2022 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/11/320/2530697/luhut-ketergantungan-ekspor-bahan-mentah-bisa-berakibat-fatal-bagi-indonesia-nHB19GXugn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/11/320/2530697/luhut-ketergantungan-ekspor-bahan-mentah-bisa-berakibat-fatal-bagi-indonesia-nHB19GXugn.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Sumber daya alam Indonesia yang kaya telah membuatnya  bergantung pada komoditas mentah selama puluhan tahun.
Menurutnya Indonesia mengalami ketergantungan terhadap komoditas mentah selama puluhan tahun. Kemudian kata dia ketergantungan tersebut justru bisa menjadi fatal bagi Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jamin Sistem Kesehatan RI Siap Hadapi Varian Omicron, Luhut: Jangan Cari Kekurangan Sana-sini
&amp;ldquo;Ketergantungan ini dapat berakibat fatal bagi Indonesia, mengingat harga komoditas sangat fluktuatif. Contohnya, ketika commodity boom berakhir,&amp;rdquo; Kata Menko Luhut Binsar dalam diskusi Publik PPK Kosgoro 1957 secara virtual, Selasa (11/1/2022).
Dia menjelaskan ekspor terbesar Indonesia pada tahun 1990 Indonesia adalah bahan bakar mineral, kayu, dan pakaian. Sementara  pola ini masih hampir serupa dengan tahun 2020 di mana ekspor terbesar kita adalah bahan bakar mineral, kelapa sawit, serta besi dan baja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Susi Pudjiastuti Kritik soal Karantina, Ini Jawaban Menohok Luhut
&amp;ldquo;Setelah  tahun 2013, ekspor Indonesia mengalami penurunan tajam sehingga mengganggu keseimbangan eksternal Indonesia,&amp;rdquo; urainya.Dia menambahkan, Ketergantungan ini pun mengganggu jalannya industrialisasi, karena membuat kita cenderung berpuas diri, terutama ketika harga komoditas dunia sedang tinggi. Padahal banyak faktor eksternal yang mempengaruhi harga tersebut.
&amp;ldquo;Pemerintah telah melakukan berbagai upaya di mana salah satunya ialah menerapkan hilirisasi sumber daya mineral. Dari penerapan tersebut, Indonesia justru mendapatkan nilai ekspor yang tinggi dari ekspor baja,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Sumber daya alam Indonesia yang kaya telah membuatnya  bergantung pada komoditas mentah selama puluhan tahun.
Menurutnya Indonesia mengalami ketergantungan terhadap komoditas mentah selama puluhan tahun. Kemudian kata dia ketergantungan tersebut justru bisa menjadi fatal bagi Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jamin Sistem Kesehatan RI Siap Hadapi Varian Omicron, Luhut: Jangan Cari Kekurangan Sana-sini
&amp;ldquo;Ketergantungan ini dapat berakibat fatal bagi Indonesia, mengingat harga komoditas sangat fluktuatif. Contohnya, ketika commodity boom berakhir,&amp;rdquo; Kata Menko Luhut Binsar dalam diskusi Publik PPK Kosgoro 1957 secara virtual, Selasa (11/1/2022).
Dia menjelaskan ekspor terbesar Indonesia pada tahun 1990 Indonesia adalah bahan bakar mineral, kayu, dan pakaian. Sementara  pola ini masih hampir serupa dengan tahun 2020 di mana ekspor terbesar kita adalah bahan bakar mineral, kelapa sawit, serta besi dan baja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Susi Pudjiastuti Kritik soal Karantina, Ini Jawaban Menohok Luhut
&amp;ldquo;Setelah  tahun 2013, ekspor Indonesia mengalami penurunan tajam sehingga mengganggu keseimbangan eksternal Indonesia,&amp;rdquo; urainya.Dia menambahkan, Ketergantungan ini pun mengganggu jalannya industrialisasi, karena membuat kita cenderung berpuas diri, terutama ketika harga komoditas dunia sedang tinggi. Padahal banyak faktor eksternal yang mempengaruhi harga tersebut.
&amp;ldquo;Pemerintah telah melakukan berbagai upaya di mana salah satunya ialah menerapkan hilirisasi sumber daya mineral. Dari penerapan tersebut, Indonesia justru mendapatkan nilai ekspor yang tinggi dari ekspor baja,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
