<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Krisis Batu Bara, PLN Rombak Kontrak hingga Pantau Pasokan Secara Digital</title><description>Belajar dari krisis batu bara di akhir tahun 2021, PT PLN (Persero) menyiapkan langkah khusus menjaga ketahanan batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/12/320/2530950/belajar-dari-krisis-batu-bara-pln-rombak-kontrak-hingga-pantau-pasokan-secara-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/12/320/2530950/belajar-dari-krisis-batu-bara-pln-rombak-kontrak-hingga-pantau-pasokan-secara-digital"/><item><title>Belajar dari Krisis Batu Bara, PLN Rombak Kontrak hingga Pantau Pasokan Secara Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/12/320/2530950/belajar-dari-krisis-batu-bara-pln-rombak-kontrak-hingga-pantau-pasokan-secara-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/12/320/2530950/belajar-dari-krisis-batu-bara-pln-rombak-kontrak-hingga-pantau-pasokan-secara-digital</guid><pubDate>Rabu 12 Januari 2022 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/12/320/2530950/belajar-dari-krisis-batu-bara-pln-rombak-kontrak-hingga-pantau-pasokan-secara-digital-2aK6YxGFYK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLN antisipasi krisis batu bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/12/320/2530950/belajar-dari-krisis-batu-bara-pln-rombak-kontrak-hingga-pantau-pasokan-secara-digital-2aK6YxGFYK.jpg</image><title>PLN antisipasi krisis batu bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Belajar dari krisis batu bara di akhir tahun 2021, PT PLN (Persero) menyiapkan langkah khusus menjaga ketahanan batu bara. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis energi primer pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tidak terulang kembali. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi pemantauan batu bara yang ada di PLN saat ini, yaitu batu bara online menjadi super sistem digital.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sistem monitoring digital ini mampu memberikan peringatan dini terkait ketersediaan batu bara yang sudah mendekati level tertentu, sistem antrean loading batu bara, bahkan sampai pemantauan data pemasok dalam mengirimkan batu bara sesuai komitmen kontraktualnya secara realtime.
Baca Juga: PLN Tunggu Pasokan Batu Bara, Kapal Angkut Belum Gerak? 
Semua sistem administrasi dibuat digital yang terverifikasi dengan legal dan sah digunakan. Sistem monitoring ini juga terintegrasi dengan sistem di Ditjen Minerba, Kementerian ESDM.
&quot;Sistem ini memberikan alarm ke pusat apabila stok batu bara sudah menipis. Sistem ini juga mendeteksi dengan jangka waktu H-10 dari deadline kebutuhan,&quot; ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu (12/1/2022).
Sistem ini juga memastikan ketersediaan kapal pengangkut. Monitoring dilakukan secara real time melihat sampai di mana kapal bergerak dan memantau hingga waktu bongkar muat di pembangkit.
Baca Juga: Ekspor Batu Bara Masih Dilarang?
&quot;Sistem akan menunjukkan point to point pemasok. Sistem realtime ini langsung bisa dicek oleh PLN pusat dan Ditjen Minerba,&quot; ujar Pria yang akrab disapa Darmo ini.
Selain meningkatkan sistem monitoring, Darmawan juga merombak kontrak beli batu bara. Ia memastikan PLN melakukan kontrak jangka panjang dengan para penambang yang memiliki kredibilitas untuk memasok sesuai dengan kualitas dan spesifikasi serta volume yang sesuai dengan kebutuhan PLTU.
PLN juga melakukan evaluasi kontraktual, di mana fleksibilitas-fleksibilitas yang menghadirkan ketidakpastian dalam pemenuhan pasokan batu bara akan diminimalisir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNy80LzE0MzYxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Darmawan, fleksibilitas kontrak ini tadinya memang untuk  mengantisipasi fluktuasi demand listrik yang mempengaruhi kebutuhan  pasokan batu bara. Sehingga diharapkan PLN lebih mendapat kepastian  ketersediaan energi primer batu bara dan kepentingan PLN menyediakan  listrik secara andal untuk memenuhi kebutuhan nasional dapat terwujud.
&quot;Mengingat operasional PLTU itu bersifat jangka panjang, maka PLN  juga perlu mengamankan ketersediaan batu bara dalam jangka panjang,&quot;  tambah Darmawan.
Selain itu, PLN juga mengubah pembelian batu bara dari yang  sebelumnya sebagian melalui penjual menjadi pembelian langsung dari  penambang. Skema pembelian juga didorong menjadi Cost, Insurance and  Freight (CIF/beli batu bara dengan harga sampai di tempat tujuan),  sehingga memastikan semua sampai pada tujuan dengan lebih baik.
Untuk menghindari krisis pasokan batu bara terulang kembali, secara  jangka pendek PLN terus memastikan detil semua eksekusi pasokan baru  bara berjalan lancar di lapangan. Bukan hanya berhenti pada komitmen,  tatapi bagaimana batu bara ini sampai di unit-unit pembangkit dengan  timeline yang akurat.
&quot;Kami juga berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan satu per  satu volumenya terpenuhi, armada angkutnya tersedia kemudian bagaimana  upaya meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal  pengangkut batu bara ini di PLTU,&quot; kata Darmawan.
PLN juga terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan para  pengusaha kapal. Darmawan memastikan kolaborasi dengan INSA (Indonesian  National Shipowners&amp;rsquo; Association) yang telah terjalin dengan baik selama  ini akan terus dijaga. Menurut Darmawan untuk bisa menghasilkan listrik  yang andal bagi masyarakat butuh kerja sama dan kolaborasi semua pihak.
Darmawan menambahkan, PLN juga menjalankan sejumlah upaya extra  ordinary untuk mempercepat proses bisnis yang dilakukan melalui skema  line up masing-masing per unit pembangkit. Dengan demikian dapat  dipastikan penerimaan batu bara pada situasi ini akan berjalan efektif,  lebih cepat dan pasti.
&quot;Kita melakukan penguatan dari sudut pandang rantai pasok, manajemen,  kemudian juga sistem monitoring, kemudian bagaimana proses yang  berbelit-belit kita ringkas kita bongkar dan sederhanakan, sehingga  menjadi satu rantai aspek yang lebih efektif,&quot; ujar Darmawan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Belajar dari krisis batu bara di akhir tahun 2021, PT PLN (Persero) menyiapkan langkah khusus menjaga ketahanan batu bara. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis energi primer pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tidak terulang kembali. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi pemantauan batu bara yang ada di PLN saat ini, yaitu batu bara online menjadi super sistem digital.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sistem monitoring digital ini mampu memberikan peringatan dini terkait ketersediaan batu bara yang sudah mendekati level tertentu, sistem antrean loading batu bara, bahkan sampai pemantauan data pemasok dalam mengirimkan batu bara sesuai komitmen kontraktualnya secara realtime.
Baca Juga: PLN Tunggu Pasokan Batu Bara, Kapal Angkut Belum Gerak? 
Semua sistem administrasi dibuat digital yang terverifikasi dengan legal dan sah digunakan. Sistem monitoring ini juga terintegrasi dengan sistem di Ditjen Minerba, Kementerian ESDM.
&quot;Sistem ini memberikan alarm ke pusat apabila stok batu bara sudah menipis. Sistem ini juga mendeteksi dengan jangka waktu H-10 dari deadline kebutuhan,&quot; ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu (12/1/2022).
Sistem ini juga memastikan ketersediaan kapal pengangkut. Monitoring dilakukan secara real time melihat sampai di mana kapal bergerak dan memantau hingga waktu bongkar muat di pembangkit.
Baca Juga: Ekspor Batu Bara Masih Dilarang?
&quot;Sistem akan menunjukkan point to point pemasok. Sistem realtime ini langsung bisa dicek oleh PLN pusat dan Ditjen Minerba,&quot; ujar Pria yang akrab disapa Darmo ini.
Selain meningkatkan sistem monitoring, Darmawan juga merombak kontrak beli batu bara. Ia memastikan PLN melakukan kontrak jangka panjang dengan para penambang yang memiliki kredibilitas untuk memasok sesuai dengan kualitas dan spesifikasi serta volume yang sesuai dengan kebutuhan PLTU.
PLN juga melakukan evaluasi kontraktual, di mana fleksibilitas-fleksibilitas yang menghadirkan ketidakpastian dalam pemenuhan pasokan batu bara akan diminimalisir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNy80LzE0MzYxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Darmawan, fleksibilitas kontrak ini tadinya memang untuk  mengantisipasi fluktuasi demand listrik yang mempengaruhi kebutuhan  pasokan batu bara. Sehingga diharapkan PLN lebih mendapat kepastian  ketersediaan energi primer batu bara dan kepentingan PLN menyediakan  listrik secara andal untuk memenuhi kebutuhan nasional dapat terwujud.
&quot;Mengingat operasional PLTU itu bersifat jangka panjang, maka PLN  juga perlu mengamankan ketersediaan batu bara dalam jangka panjang,&quot;  tambah Darmawan.
Selain itu, PLN juga mengubah pembelian batu bara dari yang  sebelumnya sebagian melalui penjual menjadi pembelian langsung dari  penambang. Skema pembelian juga didorong menjadi Cost, Insurance and  Freight (CIF/beli batu bara dengan harga sampai di tempat tujuan),  sehingga memastikan semua sampai pada tujuan dengan lebih baik.
Untuk menghindari krisis pasokan batu bara terulang kembali, secara  jangka pendek PLN terus memastikan detil semua eksekusi pasokan baru  bara berjalan lancar di lapangan. Bukan hanya berhenti pada komitmen,  tatapi bagaimana batu bara ini sampai di unit-unit pembangkit dengan  timeline yang akurat.
&quot;Kami juga berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan satu per  satu volumenya terpenuhi, armada angkutnya tersedia kemudian bagaimana  upaya meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal  pengangkut batu bara ini di PLTU,&quot; kata Darmawan.
PLN juga terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan para  pengusaha kapal. Darmawan memastikan kolaborasi dengan INSA (Indonesian  National Shipowners&amp;rsquo; Association) yang telah terjalin dengan baik selama  ini akan terus dijaga. Menurut Darmawan untuk bisa menghasilkan listrik  yang andal bagi masyarakat butuh kerja sama dan kolaborasi semua pihak.
Darmawan menambahkan, PLN juga menjalankan sejumlah upaya extra  ordinary untuk mempercepat proses bisnis yang dilakukan melalui skema  line up masing-masing per unit pembangkit. Dengan demikian dapat  dipastikan penerimaan batu bara pada situasi ini akan berjalan efektif,  lebih cepat dan pasti.
&quot;Kita melakukan penguatan dari sudut pandang rantai pasok, manajemen,  kemudian juga sistem monitoring, kemudian bagaimana proses yang  berbelit-belit kita ringkas kita bongkar dan sederhanakan, sehingga  menjadi satu rantai aspek yang lebih efektif,&quot; ujar Darmawan.</content:encoded></item></channel></rss>
