<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bandingkan Kekuatan Pariwisata RI dengan Negara Lain, Unggul Siapa?</title><description>Erick Thohir menyatakan bahwa ekosistem pariwisata di Indonesia masih tertinggal dengan negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/13/320/2531899/erick-thohir-bandingkan-kekuatan-pariwisata-ri-dengan-negara-lain-unggul-siapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/01/13/320/2531899/erick-thohir-bandingkan-kekuatan-pariwisata-ri-dengan-negara-lain-unggul-siapa"/><item><title>Erick Thohir Bandingkan Kekuatan Pariwisata RI dengan Negara Lain, Unggul Siapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/01/13/320/2531899/erick-thohir-bandingkan-kekuatan-pariwisata-ri-dengan-negara-lain-unggul-siapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/01/13/320/2531899/erick-thohir-bandingkan-kekuatan-pariwisata-ri-dengan-negara-lain-unggul-siapa</guid><pubDate>Kamis 13 Januari 2022 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/13/320/2531899/erick-thohir-bandingkan-kekuatan-pariwisata-ri-dengan-negara-lain-unggul-siapa-ug3ox8EwkR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/13/320/2531899/erick-thohir-bandingkan-kekuatan-pariwisata-ri-dengan-negara-lain-unggul-siapa-ug3ox8EwkR.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa ekosistem pariwisata di Indonesia masih tertinggal dengan negara lain.
Saat peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya (Injourney), Erick mengakui infrastruktur yang mengintegrasikan satu destinasi ke destinasi lainnya belum memadai. Bahkan, Indonesia belum memiliki peta jalan ihwal rencana perjalan (travel plain).
&quot;Ketika kita sambungkan ke tujuan wisata lainnya, disitu kekuatan yang kita belum punya selama ini adalah travel plain, rencana perjalan, yang kalau kita bandingkan negara-negara lain sudah punya tetapi kalau kita belum membentuk ekosistem ini,&quot; ujar Erick di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (13/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Total Aset Holding BUMN Pariwisata Rp260 Triliun
Meski demikian, Erick optimis keberadaan Injourney mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Dia mencontohkan, bandar udara akan dikonsepkan menjadi aerocity. Di mana, suatu kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang saling mendukung satu sama lain.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resmikan Holding BUMN Pariwisata, Ini Pesan Jokowi
&quot;Nah karena itu kita coba mengintegrasikan semua Bapak, baik dari infrastrukturnya dan juga tentu daripada softwarenya. Artinya kegiatan-kegiatan di dalamnya. Seperti tadi yang dipaparkan Bapak, nanti airport sendiri bukan sekadar airport tetapi merupakan aerocity yang juga menjadi lifestyle tujuan, yang di mana nanti turunanya juga itu ada yang namanya makanan, lifestyle dan lain-lainnya,&quot; tutur dia.Erick juga memastikan Injourney akan menjadi mega ekosistem karena mampu hungubungan dengan ekosistem BUMN lainnya. Seperti, BUMN di sektor perbankan.
&quot;Karena itu lah kenapa saya suka bicara kepada tim kami, ini kalau kita bicara ekosistem yang namanya Injourney ini mega ekosistem. Kenapa? Dia ini bisa bergabung dengan ekosistem-ekosistem lain di BUMN seperti perbankan. Dengan tadi yang namanya super app yaitu Living itu terintegrasi satu dengan yang lainnya,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa ekosistem pariwisata di Indonesia masih tertinggal dengan negara lain.
Saat peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya (Injourney), Erick mengakui infrastruktur yang mengintegrasikan satu destinasi ke destinasi lainnya belum memadai. Bahkan, Indonesia belum memiliki peta jalan ihwal rencana perjalan (travel plain).
&quot;Ketika kita sambungkan ke tujuan wisata lainnya, disitu kekuatan yang kita belum punya selama ini adalah travel plain, rencana perjalan, yang kalau kita bandingkan negara-negara lain sudah punya tetapi kalau kita belum membentuk ekosistem ini,&quot; ujar Erick di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (13/1/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Total Aset Holding BUMN Pariwisata Rp260 Triliun
Meski demikian, Erick optimis keberadaan Injourney mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Dia mencontohkan, bandar udara akan dikonsepkan menjadi aerocity. Di mana, suatu kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang saling mendukung satu sama lain.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resmikan Holding BUMN Pariwisata, Ini Pesan Jokowi
&quot;Nah karena itu kita coba mengintegrasikan semua Bapak, baik dari infrastrukturnya dan juga tentu daripada softwarenya. Artinya kegiatan-kegiatan di dalamnya. Seperti tadi yang dipaparkan Bapak, nanti airport sendiri bukan sekadar airport tetapi merupakan aerocity yang juga menjadi lifestyle tujuan, yang di mana nanti turunanya juga itu ada yang namanya makanan, lifestyle dan lain-lainnya,&quot; tutur dia.Erick juga memastikan Injourney akan menjadi mega ekosistem karena mampu hungubungan dengan ekosistem BUMN lainnya. Seperti, BUMN di sektor perbankan.
&quot;Karena itu lah kenapa saya suka bicara kepada tim kami, ini kalau kita bicara ekosistem yang namanya Injourney ini mega ekosistem. Kenapa? Dia ini bisa bergabung dengan ekosistem-ekosistem lain di BUMN seperti perbankan. Dengan tadi yang namanya super app yaitu Living itu terintegrasi satu dengan yang lainnya,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
